Not Explosive (Tidak Meledak-ledak)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM2

Oleh: Lailatul Maulina

CemerlangMedia.Com— Orang yang punya value tidak akan sembarang dalam bersikap. Rasa marah pasti sama-sama dimiliki oleh semua orang, tetapi reaksi ketika marah setiap orang pasti berbeda. Semua itu tergantung pada kebiasaan dan nilai yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Orang yang ketika marah terbiasa dengan reaksi ekstrem, akan senantiasa bereaksi dengan keras, meledak-ledak, bahaya atau justru menyakiti orang lain. Tentunya, sebagian orang yang marah adakalanya ia memilih diam atau bahkan menjauh.

Hal ini bukan untuk menghindar, tetapi demi menjaga lisan juga sikap agar lebih terkontrol daripada berkata dan bersikap yang tidak baik. Ketika sedang marah, hampir semua orang cenderung akan gegabah dalam bersikap dan berkata sehingga perbuatan cenderung kurang terkontrol. Tentunya, juga karena di sana ada hasutan yang tidak benar dari musuh seluruh manusia, yakni setan.

Dalam Islam sudah diatur tentang menajemen emosi untuk setiap individu yang begitu mudah, yakni dengan beberapa langkah, mulai dari mengubah posisi ketika marah hingga berwudu dan salat. Itu hanyalah bagian kecil dari aturan yang Allah sampaikan pada umat Islam melalui utusan-Nya Rasululullah Muhammad saw..

Marah itu bukan lantas dihilangkan, tetapi sebisa mungkin setiap insan harus bisa mengendalikannya. Walau terkesan mudah, tetapi semua butuh dilatih dan diupayakan dengan maksimal. Jangan sampai efek marah menjadi meledak-ledak yang kemudian menjadikan jarak dengan sesama.

Value seseorang dilihat pula dari bagaimana saat dirnya marah. Orang yang punya value cenderung akan memilih diam dan merenungi semua hal yang membuatnya menjadi marah. Waktunya pun tidak akan habis hanya sekedar untuk marah yang tidak berakibat baik pada kehidupannya. Pikirannya lelah jika harus marah pada sesuatu hal yang tidak bisa ia kendalikan, yakni sikap orang lain terhadap dirinya. Bagi orang lain, dirinya akan terkesan acuh, padahal sejatinya ia sedang menjaga dirinya sendiri dari berbuat zalim. Dari sanalah orang lain pun akan terjaga dari kezalimannya akibat atas kemarahannya.

Wajar saja jika banyak kasus disebabkan amarah yang tidak terkendali menimbulkan perkara, bahkan berujung pada pembunuhan. Ini juga yang bisa menjadikan seseorang akan cenderung melakukan hal sama, sebab ternyata butuh kontrol disertai pencegahan dengan sanksi yang tegas dari negara.

Berita yang banyak terjadi membuat kepala terus berpikir tentang generasi yang makin jauh dari ketakutan akan dosa. Mulai dari pacaran, seks bebas, hingga aborsi, bahkan pembunuhan yang kerap terjadi, seakan menjadi hal yang biasa. Semua tidak sekadar butuh disiarkan dalam media massa, tetapi butuh ditindaklanjuti hingga tuntas. Hal ini agar tidak terulang kembali dan menyebar hal yang sama atau bahkan lebih parah.

Tentunya, dibutuhkan hadirnya hukum Allah di tengah manusia, sebagai hukum terbaik yang sudah Allah firmankan di dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah ayat 50. Kemudian, dengan hukum Allah akan mencegah dan meminimalkan segala bentuk kemarahan yang membawa pada kerusakan yang parah. Penegakan hukum akan berefek pada terjaganya akidah umat Islam dari segala hal yang rusak dan merusak.

Selain itu, menjadikan rasa marah tidak akan menimbulkan kerusakan yang parah, sebab individu diupayakan menjaga pemikiran dan sikapnya dengan hukum Allah. Bagaimana menjaga diri agar senantiasa terjaga dari amarah yang meledak-ledak? Berikut dua hal yang bisa dilakukan.

Pertama, terus berpikir.

Ketika marah karena lisan atau sikap orang lain, upayakan untuk mencari tahu alasan kenapa ucapan dan perilaku mereka demikian padamu. Mungkin juga, ada masalah denganmu yang tidak dirimu sadari atau ada miskomunikasi yang harus dijelaskan. Dengan demikian, menjadi jelas siapa yang benar-benar bermasalah.

Biasanya suatu ucapan baik menurut yang berucap, belum tentu baik bagi penerimanya. Inilah pentingnya berpikir sebelum berucap. Pun ketika ada sikap yang dinilai sudah baik menurut yang melakukan, bisa saja buruk menurut orang yang melihat atau dikenai sikap tersebut.

Berbicara dan sersikaplah sebagaimana orang lain inginkan. Bukan lantas dengan menilai baik dan benar semua ucapan dirimu sendiri. Akan tetapi, jadikan mereka sebagai subjek lisan dan sikapmu, bukan sekadar objek. Itu semua karena orang lain akan merasa berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Jika memungkinkan, selalu evaluasi dirimu agar tahu bagian mana yang kurang tepat, baik dalam lisan dan tindakan.

Kedua, tanamkan bahwa sikapmu adalah kualitas value dirimu.

Emosi ketika marah akan menjadi cerminan seperti apa value dirimu. Jangan sampai dirimu sebagai seorang muslim memiliki perangai dan lisan yang buruk terhadap sesama. Ini pun berefek pada nilai Islam yang dirimu bawa. Hal ini bukan untuk pencitraan. Akan tetapi, nilai Islam yang baik dan benar akan tercemar hanya dengan kecerobohan dirimu dalam kehidupan sosial.

Jadikan dirimu agar senantiasa berusaha menjadi lebih baik, bukan sok baik sehingga bukan pencitraan yang tampak, tetapi kesungguhan. Sebab, lisan dan sikap yang nyata atau dibuat-buat itu terasa dan dapat diidentifikasi. Jadi, teruslah menjadikan amarahmu terkendali sebagaimana value dirimu sebagai muslim yang berkualitas, terlebih jika dirimu adalah orang yang berpendidikan.

Value seseorang ketika marah akan tampak dari lisan dan sikapnya yang juga bernilai. Jangan sampai amarah mengendalikan dirimu, sebab value dirimu pasti bisa memenejnya dengan baik. (L. Maulina).

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 1

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *