Kemerdekaan Hakiki Keluarga Muslim (bag 2)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Siti Aisah

CemerlangMedia.Com — Ketiga, Merdeka dari Gaya Hidup Hedonis.
Keluarga muslim tidak ikut-ikutan terjebak gaya hidup hedonis. Tidak mengutamakan penampilan, tetapi pemikiran. Tidak mengutamakan produk branded, kemewahan, berfoya-foya dan bersenang-senang.

Keluarga muslim tidak ikut arus pencitraan. Tidak tergoda mempermak penampilan sampai-sampai mengubah ciptaan-Nya. Seperti halnya para wanita masa kini yang sibuk mempercantik wajah, memutihkan kulit, atau memperlentik bulu mata.

Keluarga muslim yang merdeka adalah keluarga yang tidak menjadikan kesenangan materi (harta, wanita, jabatan) sebagai tujuan utama hidup. Hedonisme dipandang sebagai perilaku bermegah-megahan yang melalaikan dari ibadah dan tidak disukai Allah.

Hedonisme mengancam nilai spiritual, menyebabkan lalai dalam beribadah, dan membuat seseorang tidak pernah merasa cukup (konsumtif). Dalam Islam, gaya hidup ini dianggap sebagai penjajahan hawa nafsu.

Keluarga adalah tempat fondasi nilai-nilai agama diajarkan untuk membendung arus gaya hidup hedonis.

Keluarga muslim yang merdeka secara hakiki adalah keluarga yang mampu mengontrol keinginan duniawi dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama sehingga tidak dijajah oleh tren kesenangan sesaat.

Keempat, Merdeka Finansial.
Keluarga muslim merdeka finansial dalam arti memiliki sumber penghasilan yang bisa diandalkan dan yakin akan rezeki Allah Swt.. Oleh karena itu, ia tidak menghalalkan segala cara. Keluarga muslim bebas dari uang haram, seperti hasil korupsi atau tiba. Keluarga muslim juga bebas dari utang-utang yang bisa mencekik leher jika tidak mampu mengembalikan. Keluarga muslim bebas dari transaksi tidak syar’i, bebas asuransi, kartu kredit, dsb..

Kemerdekaan finansial ala Islam tercapai saat keluarga muslim mampu memenuhi kebutuhan pokok (primer) dan kebutuhan sekunder/tersier dengan cara yang halal, tanpa riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (perjudian/spekulasi).

Pentingnya sistem ekonomi Islam secara menyeluruh (kafah) untuk mencapai kemandirian umat, bukan sekadar ekonomi parsial yang komplementer dengan kapitalisme.

Keluarga muslim merdeka finansial mengelola harta melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang ketat. Harta dianggap sebagai alat untuk beribadah (tabungan pahala), bukan tujuan akhir.

Kemerdekaan finansial sejati ditandai dengan kemudahan dalam menunaikan kewajiban zakat dan keluasan dalam berinfak/sedekah yang menunjukkan bahwa keluarga tersebut tidak diperbudak oleh harta.

Kemerdekaan finansial yang diinginkan adalah ketenangan pikiran dan kemandirian ekonomi yang didedikasikan untuk ketaatan total kepada Allah Swt. sehingga keluarga tidak bergantung pada manusia atau sistem ekonomi yang haram.

Kelima, Merdeka dari Keputusasaan.
Keluarga muslim bersikap qanaah dan menerima keputusan Allah Swt.. Tahan banting, tidak mudah putus asa dari rahmat Allah Swt.. Keluarga muslim berusaha keras mempertahankan keharmonisan dan keutuhan rumah tangga. Tidak mudah berucap pisah.

Merdeka dari keputusasaan berarti keluarga muslim memiliki iman yang kokoh, menjadikannya tenang menghadapi ujian hidup.

Keputusasaan adalah penjara mental yang bertentangan dengan iman. Keluarga muslim, merdeka dari rasa ini karena yakin bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.Menjadikan sabar dan salat sebagai penolong dalam menghadapi tantangan rumah tangga, bukannya mengeluh atau putus asa. Selalu berprasangka baik pada takdir Allah (qada dan qadar), yakin ada hikmah di balik setiap ujian.

Keenam, Merdeka dari Penyimpangan Pernikahan.
Keluarga muslim tidak kenal perselingkuhan, pelakor, pebinor (perebut bini orang), dan poliandri. Keluarga muslim bebas dari kekerasan dalam rumah tangga atau pernikahan sejenis. Keluarga muslim merdeka dari penyakit menular seksual, HIV, narkoba, dan jerat maksiat lainnya.

Demikianlah, saatnya keluarga muslim kembali pada identitas sejatinya. Keluarga muslim kafah, merdeka dari pengaruh buruk pemikiran sekuler dan liberal yang berasal dari luar Islam.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 14

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *