Luka Bukan Alasan untuk Membenci

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Shunink

CemerlangMedia.Com — “(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran: 134)

“Alhamdulillah, Bunda. Tabunganku ada seratus enam puluh tujuh ribu,” kata She dengan ceria.

“Wah, Masyaallah. Jumlah yang cukup banyak, tuh,” sahut Bunda dengan penuh semangat.

“Bunda, aku mau sisihkan untuk sedekah ke anak yatim, boleh, kan?” She mengajukan keinginannya dan meminta saran dari Bunda.

“Boleh banget lah. Itu keputusan yang baik, Allah suka. She menyisihkan sebagian harta untuk anak yatim. Bunda bangga pada She,” puji Bunda sambil mengelus kepala She dan mencium keningnya.

“Btw, mau diberikan ke anak yatim yang mana, She? Di panti asuhan atau langsung ke anak yatimnya, secara perorangan?” tanya Bunda.

“Mau berikan ke Nisya dan kedua saudaranya,” jawab She.

Deg…

Dalam hati Bunda ada ketidaksepakatan terhadap pilihan anaknya karena anak yatim yang dimaksud She termasuk anak yatim yang mampu dari segi harta keluarganya (paman dan bibi mereka). Ditambah lagi, Alvi yang merupakan Kakak Nisya adalah salah satu anak yang pernah membully She. Namun, saat ini Bunda memilih diam dan menyetujuinya karena ingin menghargai pilihan She dan mendukung itikad baiknya untuk bersedekah.

“Yes, udah siap,” celetuk She.

“Apa yang udah siap?” tanya Bunda penasaran.

“Lihat Bun, di amplop bagian depan, She beri stiker dan tulisan ini,” jelas She sambil menyodorkan tiga buah amplop kecil ke Bunda.

Di bagian depan amplop tersebut tertulis, “Semoga bermanfaat. Maaf, jumlahnya tidak banyak, tetapi She ingin berbagi kebahagiaan. Semoga kamu selalu bahagia dan dalam lindungan Allah Swt., selalu tersenyum, ya…. Jangan lupa doakan alm. ayahmu, juga sayangi ibumu.”

Ketika membaca sederet kalimat sederhana tersebut, Bunda merasa terharu dan bersyukur atas diri She.

“She… She baik-baik saja, kan?” celetuk Bunda dengan tiba-tiba.

“Baik, Kok. Bun,” sahut She dengan ceria.

“Padahal, Alvi pernah mengolok She. Sebagaimana Wanda mengolok.” Tanpa disadari, Bunda mengungkapkan salah satu keberatan hatinya bahwa She berbagi pada Alvi yang merupakan anak yatim tersebut.

“Iya, sih. Kalau ingat, She juga sakit hati, tetapi biarlah. Mungkin Alvi hanya ikut-ikutan aja, sebab kadang Alvi baik kok, ke She. Dia juga suka berbagi dan sering bercerita,” jelas She dengan tenangnya.

Bunda tersenyum dan berkata, “Bunda bangga pada She. Selalu jadi anak yang berpikir positif dan berbuat baik karena Allah Swt., ya.”

“Insyaallah, Bunda,” ucap She.

“Jadi, gimana Bun. Bagus atau enggak amplopnya? Dan kata-kataku tidak menyinggung, kan?” tanya She.

“Bagus, stikernya juga lucu. Kata-katanya, luar biasa…. Masyaallah, She hebat,” jawab Bunda.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 1

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *