#30HMBCM
Penulis: Yeni Nurmayanti
CemerlangMedia.Com — Peredaran narkoba kian meresahkan. Pasalnya, konsumen narkoba bukan lagi orang dewasa, laki-laki maupun perempuan, hingga para pegawai negara pun tidak luput dari jerat narkoba. Lebih miris lagi, kini narkoba sudah menyasar anak-anak sekolah. Anak sekolah yang seharusnya disibukkan dengan aktivitas belajar, tetapi kini menjadi konsumen narkoba.
Dilansir dari kumparan news, ada 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba (BNNP Jawa Timur). Hal ini berdasarkan dari penggeledahan yang dilakukan oleh aparat di Jalan Kunti, yang berada di Kecamatan Semampir, Surabaya. Kampung itu dijuluki sebagai Kampung Narkoba. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal ,sering untuk transaksi narkoba dan pesta sabu (14-11-2025)
Pemicu Remaja Terjerat Narkoba
Masa remaja identik dengan pencarian jati diri, membangun hubungan sosial, mengeksplorasi minat dan bakatnya. Remaja mengalami fase perubahan emosi, perubahan fisik dan psikologis yang signifikan.
Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi hingga mendorong mereka untuk mencoba sesuatu hal yang baru dan menarik menurut mereka. Namun sayang, rasa ingin tahu yang tinggi menghantarkan mereka untuk mencoba barang haram seperti narkoba.
Ada beberapa penyebab remaja memakai narkoba, di antaranya yaitu,
Pertama, tekanan sosial. Remaja dalam masa pencarian identitas diri, banyak yang cenderung mengikuti tren atau perilaku teman-temannya supaya bisa diterima dan masuk dalam kelompok sosial. Walhasil, mereka rela meniru idolanya atau kelompoknya agar bisa masuk kedalam circle mereka, meskipun harus menjadi pecandu narkoba seperti mereka. Kemudian media sosial juga ikut andil dalam mempengaruhi kehidupan remaja ketika media sosial menampilkan pecandu narkoba sebagai tindakan yang keren dan menarik.
Kedua, pelarian dari masalah. Ketika para remaja memiliki masalah di rumah, di sekolah, maupun dengan sesama teman sebayanya yang membuat mereka merasa jadi tidak bahagia, tertekan bahkan stress, mereka lantas mencari pelampiasan ke hal-hal yang negatif seperti narkoba. Narkoba seolah-olah memberi efek percaya diri pada penggunanya, berenergi, hingga merasa bahagia meski hanya sesaat.
Ketiga, kurang percaya diri. Kurangnya kemampuan untuk berbicara di depan umum atau dengan orang lain karena merasa orang lain lebih dari dirinya sendiri hal ini juga membuat remaja terjerumus dalam lingkaran narkoba jenis tertentu yang memberi efek percaya diri dan mampu melakukan hal apa pun.
Keempat, kenikmatan sementara. Banyak remaja yang awalnya hanya iseng dan coba-coba dengan narkoba demi kenikmatan sementara, tetapi akhirnya terjebak dalam lingkaran kecanduan karena euforia palsu yang ditawarkannya. Untuk mempertahankan rasa euforia, pengguna narkoba biasanya perlu meningkatkan dosisnya seiring berjalannya waktu sehingga mereka terjebak dalam lingkaran kecanduan yang makin sulit untuk diakhiri.
Itulah beberapa sebab mengapa remaja rentan kecanduan narkoba. Mereka kurang perhatian dari orang tuanya, jauh dari nilai-nilai agamanya. Akhirnya membuat remaja kehilangan nilai keimanan dan kebahagiaan hakiki sehingga mudah terjebak oleh narkoba.
Peredaran narkoba sangat sistemik dan merajalela, ini bukti lemahnya pengawasan masyarakat dan negara. Jika kampung narkoba dibiarkan, akan menjadi malapetaka bagi remaja.
Solusi Pemberantasan Narkoba
Keluarga adalah rumah tempat kembalinya seorang anak ketika mendapati masalah dalam kehidupannya, tempat bercerita dan berbagi suka maupun duka. Maka dari itu orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter dan akhlak seorang anak.
Orang tua wajib mengawasi pergaulan dan penerapan aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari seorang anak. Penguatan nilai keimanan dan kebahagiaan hakiki sangat penting dalam keluarga dan dunia pendidikan.
Masyarakat juga memiliki andil untuk mengontrol pergaulan remaja dengan mencegah atau melarang para remaja untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat mendekatkan ke arah hal-hal yang negatif seperti nongkrong-nongkrong sampai malam tanpa ada kepentingan, melaporkan jika mengetahui di lingkungan sekitar ada yang menjadi bandar narkoba, dll..
Negara memiliki kewajiban melindungi remaja dari bahaya narkoba dan segala hal yang membahayakan generasi. Negara akan memberantas segala bentuk kemaksiatan yang dapat menjauhkan tindakan dari nilai-nilai agama seperti judi, minuman keras, termasuk obat-obatan terlarang atau narkoba. Negara tidak akan mengizinkan praktik jual beli barang haram tersebut. Dalam sistem Islam, negara adalah tameng yang akan melindungi setiap warga negaranya.
Nabi Muhammad saw., bersabda, “Imam (pemimpin) adalah penggembala dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya (rakyatnya).” (HR Muslim)
Negara akan memberikan hukuman yang berat dan bisa memberikan efek jera bagi para pelaku pengedar narkoba. Negara juga akan melakukan pembinaan kepada umat. Semua sekolah yang ada di dalam Daulah Islam akan menggunakan kurikulum Islam agar bisa menciptakan remaja yang memiliki perilaku islami, berakhlak mulia, cerdas, kuat, dan memiliki empati terhadap sesama.
Khatimah
Kemungkaran tidak boleh dibiarkan merajalela. Setiap insan manusia memiliki kewajiban untuk melakukan amar makruf nahi mungkar. Jadi, selama hukum Islam belum terwujud di tengah-tengah umat, maka kewajiban tersebut masih ada di setiap pundak kaum muslim. Hanya sistem Islam kafah yang bisa memberantas segala bentuk kemaksiatan, memberikan keadilan dan kesejahteraan secara menyeluruh. Wallahua’lam bisshawab.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 1






















