Tiga Ekor Anak kucing

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

 

Penulis: Dini

CemerlangMedia.Com, FABEL — Ada tiga ekor anak kucing yang lucu di sebuah rumah kecil. Mereka adalah Miaw, Mimi dan Aaw. Miaw adalah seekor anak kucing berbulu oranye, Mimi adalah seekor anak kucing berbulu hitam dan Aaw adalah seekor anak kucing berbulu putih.

Miaw, kucing yang paling ceria, dan suka mengalah. Sedang Mimi suka sekali mengganggu saudara-saudaranya. Dan Aaw, adalah kucing yang selalu suka makan. Tak heran tubuh Aaw paling gendut diantara ketiga saudaranya.

Hari ini, Miaw sudah bangun. Dia kucing yang rajin bangun pagi. Sedang Mimi dan Aaw masih pulas tertidur.

Dengan perlahan Miaw membuka pintu rumah. Dilihatnya langit sudah mulai terang, semilir angin pagi berhembus menerpa wajahnya.

Suasana masih sepi, tapi ibunya sudah pergi sejak tadi mencari makan. Ibunya paling rajin pergi ke luar rumah. Demi mencari makan untuk anak-anaknya yang lucu dan menggemaskan.

Sementara, Mimi dan Aaw belum juga bangun dari tidurnya. Miaw mulai membersihkan tubuhnya. Dia menjilat-jilat bulunya di dekat meja.

Beberapa saat kemudian, Mimi menggerak-gerakkan tubuhnya. Ekornya yang panjang mulai bergerak pelan. Matanya mulai terbuka. Dia melihat sekeliling, tampak Miaw sedang asyik membersihkan dirinya.

Mimi, bangun perlahan. Dia berjalan berjingkat-jingkat mendekati Miaw. Dan….

‘Brug’

Tubuh Mimi menabrak tubuh Miaw. Miaw hampir saja menabrak meja, akibat dorongan tubuh Mimi.

‘Mimi, apa yang kau lakukan?” seru Miaw kaget dan sedikit marah.

“Meeeoooow……ah, aku hanya ingin bermain denganmu”kata Mimi tanpa rasa bersalah.

“Meooow……meooow, Mimi, hari masih pagi, jangan cari gara-gara,” ujar Miaw sedikit jengkel.

Mimi selalu saja membuat usil. Dia suka sekali mengganggu saudaranya. Mencakar-cakar tubuh saudaranya, kadang menggigit-gigit ekor saudaranya. Selalu ada saja ulahnya. Sehingga terjadi pertengkaran di antara mereka bertiga. Ibu yang akan melerai ketiga anak kucing itu, Kadang-kadang Miaw yang akan melerai adik-adiknya bila ibu tidak ada.

“Meeooow….meeeoooow…..Miaw dan Mimi, kalian sedang apa?” tanya Aaw yang terbangun akibat keributan keduanya.

“Ah, kau sudah bangun Aaw, meeeooow…..meeeoooow,” sapa Mimi berusaha menghindar dari kemarahan Miaw.

Aaw hanya menatap Mimi sesaat, tidak menjawab pertanyaan Mimi. Aaw sudah tahu pasti Mimi yang mengganggu Miaw.

“Miaw, kau tidak apa-apa?” tanya Aaw.

“Meeeooow, agak sakit kepalaku, karena tadi kepalaku terbentur meja,” ucap Miaw.

“Mimi, jangan suka mengganggu saudaramu……meeeooow, ” kata Aaw menasehati. Meski Aaw usianya lebih muda diantara ketiga ekor kucing itu, tapi dia lebih bijaksana dari Mimi.

Mimi hanya terdiam. Dia sebenarnya merasa bersalah. Tapi, dia tidak mau meminta maaf pada Miaw.

Akhirnya Miaw dan Aaw asyik bermain berdua. Kalau Mimi datang hendak ikut bermain, kedua kucing itu akan menghindar.

Akhirnya Mimi hanya terdiam menyaksikan Miaw dan Aaw yang sedang bermain kejar-kejaran.

“Meeeoooow……meoooow,” suara ibu kucing terdengar. Dia memanggil-manggil ketiga anaknya.

Ketiga ekor anak kucing itu bergegas berlari menyambut ibunya.

“Meeeeeoooow………meeeeoooow, Ibu aku sudah lapar, ” seru Mimi mengendus-endus kepala ibunya. Dia merasa senang ibunya sudah pulang. Dia sudah kelaparan sejak tadi.

Sementara Miaw dan Aaw menyusul dari belakang. Mereka juga ikut mendekati ibunya.

“Ayo, kita makan, Sayang,” ucap ibu kucing sambil membagi makanan untuk ketiga anaknya.

Meski tubuh Aaw paling gendut di antara ketiga anak kucing itu, tapi dia tidak merebut makanan dari saudaranya yang lain.

Aaw kadang-kadang keluar rumah mencari makanan sendiri. Ketika menemukan makanan diapun suka berbagi dengan saudaranya yang lain.

Setelah makan dengan kenyang, ketiga anak kucing itu lalu bermain lagi. Tapi Miaw dan Aaw tidak mau mengajak Mimi bermain.

Keduanya asyik bermain sendiri.
Ketika menemukan bola kecil, Miaw dan Aaw asyik bermain sendiri.

Mimi hanya melihat dari kejauhan. Dia merasa sedih karena disisihkan.

Ibu kucing tampak memperhatikan ketiga anaknya.

“Meeeoooo……meeeoow, Miaw, Mimi dan Aaw kemarilah,” panggil ibu kucing

Mendengar ibunya memanggil, ketiga anak kucing itu bergegas datang memenuhi panggilan ibunya.

“Miaw dan Aaw, mengapa kalian bermain sendiri?” tanya ibu kucing.

“Mengapa Mimi tidak diajak bermain?” tanya ibu kucing lagi.

Ketiga anak kucing itu awalnya diam saja. Tapi setelah didesak ibu kucing, akhirnya ibu mengetahui alasan Mimi tidak diajak bermain bersama Miaw dan Aaw.

“Meeeoow….meeeooow, Mimi, kalau bermain jangan berlebihan, sehingga saudaranya merasa terganggu,” kata ibu menasehati lagi.

“Aku hanya ingin bermain yang lebih seru lagi,” jawab Mimi memberi alasan.

“Boleh kalau ingin bermain supaya lebih seru dan asyik, tapi jangan sampai menyakiti saudaranya,” jelas ibu bijak.

Sesaat Mimi terdiam, tapi kemudian dia meminta maaf pada Miaw dan Aaw

Akhirnya ketiga anak kucing itu bermain bersama lagi.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 40

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *