Oleh: Irsad Syamsul Ainun
Creative Design CemerlangMedia.Com
Ujian adalah warna hidup bagia setiap orang untuk jauh lebih mengenal siapa yang harus lebih dicintai daripada diri sendiri. Dia adalah Zat Yang Maha Hidup, penuh cinta, dan tidak pernah putus dalam mencintai setiap jiwa yang Dia ciptakan.
CemerlangMedia.Com — Usia tidak terjamin sampai kapan. Namun, waktu begitu terasa dekat dan makin dekat. 70 kali, konon kita didatangi malaikat Izrail setiap harinya. Kurang lebih setiap satu detik sekian, malaikat itu mendatangi setiap makhluk yang bernama manusia untuk dikembalikan kepada-Nya.
Begitu makna hidup ini, semua akan ditinggalkan. Pergi entah dengan nasib mendapatkan nikmat atau sengsara menghadang. Jika dipikir pakai logika, masa iya setelah kematian masih ada kehidupan lagi? Ya, semua hampir tidak masuk akal.
Namun manusia, terkhusus sebagai seorang muslim, keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian itu sesuatu yang pasti. Sebab, Al-Qur’an telah mengabarkan semuanya.
كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia akan mematikan kamu, Dia akan menghidupkan kamu kembali, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan?” (QS Al-Baqarah[2]: 28).
Fase perjalanan manusia dalam rahim, kehidupan yang gelap, kemudian lahir ke dunia, lalu akan mengalami kematian kembali. Kelak, manusia pun akan dibangkitkan. Sungguh, perjalanan kehidupan yang kelak akan menemui muaranya. Entah berakhir surga atau neraka.
Kedua tempat tersebut juga sudah diberikan kisi-kisi untuk dimasuki. Pilihan itu tidak serta merta ditetapkan oleh-Nya, tetapi manusia sendirilah yang perlu menyiapkan bekal.
Sayang nian, beberapa waktu ini mungkin diri ini terlalu sibuk menata hati. Menata kesalahan yang tidak seberapa dan semua itu berhasil mengoyak pertahanan diri. Astaghfirullah… aku berlindung kepada-Mu Yang Maha Membolak-balikkan hati.
Sungguh, diri ini rapuh. Lemah dan tidak berdaya. Cukuplah beberapa waktu ini menjadi penyesalan untuk kembali kepada-Mu. Menata kembali jalan hidup yang sempat terlena oleh fatamorgana kehidupan yang fana ini.
Izinkan aku kembali untuk menemukan arti dan makna cinta serta kehidupan di atas fitrah agama-Mu yang kafah. Kehidupan yang lebih banyak untuk membawa kebaikan dan menjadi jembatan kebaikan dalam menggapai rida-Mu. Sampai akhirnya diri ini layak mencicipi manisnya janji-Mu yang indah, bukan pada murka-Mu.
Izinkan diri ini kembali untuk lebih baik dengan dihimpun ke dalam taman-taman surga dunia yang kelak juga bersatu dalam janah-Mu. Ya, cukuplah beberapa waktu ini menjadi penampar diri bahwa menjauh bukan solusi hidup baik-baik saja. Dijadikan-Nya ujian sebagai warna hidup untuk jauh lebih mengenal siapa yang harus lebih dicintai daripada diri sendiri—tidak lain adalah Zat Yang Maha Hidup, penuh cinta, dan tidak pernah putus dalam mencintai setiap jiwa yang Dia ciptakan.
[CM/Na]
Views: 12






















