Bukan Pilihan, tetapi Jalan Pulang

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Yulweri Vovi Safitria
Managing Editor CemerlangMedia.Com

Dakwah dan keluarga bukanlah sebuah pilihan. Menghadapi keduanya bukan tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana saling menguatkan karena dakwah dan keluarga adalah jalan pulang.

CemerlangMedia.Com — Kita sering kali terjebak di persimpangan. Seolah-olah hidup memaksa kita untuk memilih satu di antara dua: dakwah atau keluarga. Apalagi ketika pasangan atau orang tua tidak menyetujui ketika kita memilih jalan dakwah.

Sebagian orang beranggapan, kita tidak perlu persetujuan pasangan jika ingin fokus pada dakwah. Namun, sebagian lainnya, izin pasangan atau orang tua haruslah yang utama.

Oleh karenanya, tidak sedikit yang akhirnya berguguran karena belum mendapat restu ataupun dukungan dari orang-orang terdekat. Mereka memilih mundur, lalu meninggalkan dakwah agar bisa fokus membersamai keluarga.

Namun, kita perlu menyadari bahwa keluarga dan dakwah bukan untuk dipilih, melainkan diselaraskan. Jika Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam serta para sahabat memilih mundur saat ujian dan pemboikotan yang menguras energi terjadi, tentu Islam tidak akan sampai kepada kita hari ini.

Napas vs. Detak Jantung

Bisakah kita memilih antara bernapas atau membiarkan jantung berdetak? Tentu saja tidak. Keduanya adalah satu kesatuan sistem untuk membuat kita tetap hidup. Begitu pula dengan amanah dakwah.

Dakwah adalah kewajiban kita sebagai hamba Sang Pencipta. Dakwah adalah bentuk syukur atas hidayah dan karunia-Nya yang kita genggam. Melalui lisan dan tindakan yang penuh hikmah, kita merajut jembatan kebaikan bagi setiap insan yang masih mencari arah. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang kehadirannya mampu membawa manfaat serta menebar cahaya kebenaran bagi semesta.

Sementara keluarga adalah amanah, madrasah pertama, dan ladang pahala yang paling nyata di depan mata. Di sanalah setiap kasih sayang yang ditanam menjadi bekal iman yang tumbuh subur bagi generasi penerus. Dengan menjaga dan mendidik anggota keluarga dalam bingkai ketaatan, berarti kita sedang membangun fondasi surga.

Menghadapi keduanya bukan tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana saling menguatkan. Sinergi antara dakwah di luar rumah dan peran di dalam keluarga akan membentuk keseimbangan hidup yang penuh keberkahan. Ketika keduanya berjalan beriringan dengan niat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka setiap langkah yang kita ambil akan menjadi cerminan dari akhlak yang mulia.

Jangan Benturkan Dua Perintah

Dakwah adalah warisan untuk keluarga. Dengan berjuang di jalan Allah, kita sedang membangun lingkungan dan peradaban yang lebih baik untuk masa depan anak-cucu kita. Kita sedang mencontohkan kepada mereka bahwa hidup ini punya visi yang lebih besar dari sekadar mencari makan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 60.

Melalui ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan bahwa dakwah dan pendidikan iman dimulai dari tanggung jawab kita terhadap keluarga, demi memastikan keberlangsungan cahaya tauhid hingga ke generasi mendatang. Sebab, dakwah dan keluarga bukanlah sebuah pilihan. Keduanya adalah jalan pulang.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya…” (HR Bukhari & Muslim).

[CM/Na]

Views: 14

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *