Oleh: Fawatifu Syu’ara
CemerlangMedia.Com — PUISI
Di jalan-jalan, gema teriakan kembali membuncah,
Dari mulut para akademisi yang enggan menyerah
Mereka bicara atas nama kami,
Rakyat yang lama dicekik sistem yang kejam,
Ditundukkan hingga bisu,
Ditelan sunyi tanpa arah
Suara kebenaran,
Warisan bagi mereka yang lemah,
Namun tak pernah padam nyalanya
Jangan kau bungkam meski langkahmu berat
Jangan biarkan para penguasa menari,
Di atas air mata kaum jelata
Sekat antara kaya dan miskin kian menganga,
Kata-kata hina jadi senjata,
Si miskin dijadikan babu,
Sementara mereka yang mengaku wakil rakyat,
Berpesta di atas penderitaan tuannya
Bukan untuk mengurus umat,
Mereka justru menumpuk harta
Kursi dijadikan dalang,
Mengarahkan lakon dusta,
Hingga kebenaran tercabik
Oleh tangan-tangan serakah
Wahai, suara kebenaran!
Bangkitlah, lantangkan dirimu!
Gemetarlah udara oleh pekikanmu,
Teriakkan demi negeri,
Demi harkat manusia,
Demi tegaknya keadilan sejati
Kembalikanlah cahaya Islam sebagai penopang,
Sebagai jawaban dari keruntuhan zaman
Karena tiada kuasa yang dapat merampok harta rakyat,
Jika amanah dijaga,
Oleh hukum Ilahi yang pasti
Maka, pekikkanlah
Allahu Akbar!
Kembalikan Islam
Jadikan ia suluh peradaban,
Penuntun bangsa,
Penyambung suara kebenaran yang tak pernah mati
Bumi Allah, 26 Agustus 2025 [CM/Na]
Views: 13






















