#30HMBCM
Penulis: Dini
CemerlangMedia.Com, FABEL — Di sebuah hutan yang lebat, ada seekor rusa kecil yang lucu. Dia sangat baik dan suka menolong siapa pun serta suka berteman tanpa pilih-pilih. Maka banyak binatang di hutan yang suka berteman dan bermain dengan rusa kecil itu. Meski bertubuh kecil, tapi dia lincah dan gesit.
“Assalamualaikum, wahai Russy,” seekor kelinci yang sedang lewat menuju sungai menyapa rusa kecil yang asyik makan rumput.Russy, adalah nama panggilan rusa kecil itu.
“Wa’alaikum salam, Cici,” sahut rusa dengan riang. Dia begitu senang bertemu Cici karena ada teman yang akan mengajaknya bermain. Segera ia menghampiri Cici kelinci.
“Ayo, Cici kita bermain bersama,” ajak Russy sambil mengendus-endus kepala Cici, sebagai tanda sayang.
“Ah, maaf, Russy. Hari ini, aku tidak bisa bermain karena diajak Ibu pergi ke rumah Bibi yang baru saja melahirkan adik kelinci,” jawab Cici dengan wajah berbinar. Rupanya Cici mau pergi ke rumah bibinya.
“Hmm, senang sekali, akan ada anggota keluarga baru yang hadir di tengah-tengah kita,” sahut Russy ikut gembira.
Tiba-tiba tampak debu beterbangan. Awalnya agak jauh, kemudian semakin mendekat dengan suara derap kaki yang cepat dan tegap.
Ah, sepertinya ada Paman Kuda yang sedang berlari menuju sungai di tengah hutan. Paman Kuda tampak berlari dengan tergesa-gesa. Dan melihat kedua binatang kecil sedang asyik bercengkrama, mendekatlah Paman Kuda ke arah keduanya.
“Hai, anak-anak, sedang apa kalian di sini?” tanya Paman Kuda kepada Russy dan Cici.
“Aku mau mengajak Cici bermain, tapi dia mau pergi dengan ibunya ke rumah bibinya,” jawab Russy.
“Anak-anak, cepatlah pulang. Tetaplah di dalam rumah, karena ada harimau sedang mencari mangsa. Sudah beberapa hari ini dia tidak mendapat makanan. Karena banyak binatang yang selalu bersembunyi bila dia keluar dari sarangnya,” jelas Paman Kuda khawatir.
“Baiklah, Paman,” bergegas keduanya berlari kencang meninggalkan Paman Kuda pulang menuju rumah masing-masing.
Tapi sayang, Cici kelinci tidak bisa berlari sekencang Russy dan Paman Kuda. Dia tertinggal sendirian di tengah hutan. Meski begitu dia berusaha terus berlari menuju rumahnya.
“Haaauuuummm,” tiba-tiba sebuah suara mengaum di depan Cici yang sedang berlari. Cici tampak kaget dan ketakutan. Karena di depannya telah berdiri seekor harimau yang besar sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
Langsung Cici berbalik arah berusaha melarikan diri dari harimau, sang raja hutan. Tapi gerakan harimau lebih gesit dengan cepat dia mengejar Cici. Dan … ups … hampir saja Cici diterkam harimau, tapi Allah masih menyelamatkannya.
Di dekat Cici ada sebuah batu besar, dia segera bersembunyi di balik batu itu. Beruntungnya di sekitar batu tumbuh semak belukar yang cukup lebat. Sehingga untuk sementara Cici aman bersembunyi di sana.
Harimau itu tidak kekurangan akal. Dia berusaha menyibak semak-semak di sekitar batu besar untuk mencari Cici.
Tidak jauh dari sana, tampak Paman Kuda dan Russy sedang mengawasi harimau itu. Mereka tampak khawatir dengan keselamatan Cici.
“Paman, bagaimana ini? Kasihan Cici, dia sedang dalam bahaya,” bisik Russy gelisah pada Paman Kuda.
“Iya, harimau itu pasti sangat kelaparan. Dia tidak akan melepaskan Cici begitu saja,“ Paman Kuda juga sangat khawatir pada nasib Cici.
“Paman, apakah engkau bersedia menolong Cici?” tanya Russy .
“Tentu saja, Russy, tapi … bagaimana kita akan menolongnya?” tanya Paman Kuda kepada Russy.
“Bagaimana kalau Paman berusaha mengalihkan perhatian harimau itu dari Cici?” Russy menyampaikan rencananya. Sebenarnya dia tidak tega kalau Paman Kuda menjadi korban harimau itu.
“Paman Kuda mendekati harimau itu tapi jangan terlalu dekat, hanya untuk menarik perhatiannya kemudian berlarilah sekencang-kencangnya untuk menghindari harimau itu, kemudian aku akan berusaha membawa Cici menjauh dari sini dan mengantarnya pulang ke rumahnya,” Russy membeberkan rencananya pada Paman Kuda.
Tampak Paman Kuda terdiam beberapa saat sambil memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. Karena nyawa taruhannya bila berhadapan dengan harimau, sang raja hutan.
“Baiklah, Russy, bawa temanmu Cici pulang selamat sampai ke rumahnya. Sampai ketemu lagi nanti,” kata Paman Kuda dengan tegas.
“Jangan lupa berdoa, Russy, semoga Allah menjaga dan melindungi kita semua. Bismillahi tawaqaltu alallah laa haula wa laa quwwata illa billah,” ucap Paman Kuda sambil bergegas menjauh dari tempat persembunyiannya dan mendekati harimau itu.
Beberapa saat kemudian, Paman Kuda tampak berisik sambil menjejakkan kakinya dengan keras untuk mengalihkan perhatian harimau itu dari Cici. Dan akhirnya, harimau itu menoleh ke arah Paman Kuda dan langsung meloncat mendekati Paman Kuda untuk menerkamnya.
Dengan kekuatan penuh, Paman Kuda berlari sekencang-kencangnya menghindari kejaran harimau kelaparan itu.
Dan kemudian, karena terlalu lelah dan kelaparan, akhirnya harimau itu tidak sanggup mengejar Paman Kuda. Dia terkapar di tanah. Sementara Russy sudah berhasil membawa pulang dan menyelamatkan Cici dari harimau itu. Dan Paman Kuda juga selamat dari terkaman harimau itu.
Demikianlah kisah Russy, si rusa yang telah berhasil menyelamatkan sahabatnya dengan bekerjasama dengan Paman Kuda.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 15






















