Jangan Jadi Penonton, tetapi Berdakwahlah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Yuliani Zamiyrun, S.E.

Amar makruf nahi mungkar itu dikatakan sebagai aktivitas dakwah, yaitu aktivitas menyeru kepada kebaikan (Islam) dan mencegah dari yang mungkar. Tidak melewatkan begitu saja kemaksiatan, tetapi memberikan respons atau sikap menolak atas segala bentuk kemaksiatan. Bisa dengan cara menyampaikan, mengingatkan, meluruskan kesalahpahaman, hingga menawarkan solusi Islam.

CemerlangMedia.Com — Hampir tidak pernah sunyi berita kezaliman, ketidakadilan, bencana alam, kemaksiatan, kematian, pertengkaran, pembunuhan, penipuan, pencurian, begal, dan masih banyak lagi. Setiap hari, setiap waktu, banyak sekali hal yang dipertontonkan, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan, kian hari berlalu, yang dipertontonkan dari itu semua makin parah dan mengerikan.

Miris melihatnya, tetapi begitulah kehidupan yang kita saksikan saat ini. Kita dibuat sedih, takut, khawatir, gundah, bimbang, ragu-ragu, bahkan pesimis. Keadaan ini membuat kita seperti kehilangan rasa aman. Pada akhirnya, kita hanya bisa pasrah. Meratapi semua keadaan yang ada. Seolah tidak ada lagi harapan untuk bisa mengembalikan rasa aman yang sudah kian memudar.

Lemahnya Pemahaman

Harus diakui bahwa kita lelah menghadapi semua itu dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Kita hanya bisa menjadi penonton, tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, yang sebenarnya kita mampu untuk menolong, tetapi tidak bisa dilakukan. Ada apa? Bagaimana mungkin ini bisa terus terjadi?

Tidak bisa dimungkiri bahwa lemahnya pemahaman umat hari ini menjadi salah satu alasan diamnya terhadap banyaknya persoalan yang terjadi. Semestinya kita memahami bahwa setiap kezaliman, kemungkaran, atau kemaksiatan itu adalah bagian yang sangat bertentangan dengan fitrah kita sebagai manusia.

Pemahaman yang benar akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Minimal memberikan respons atau tindakan kecil. Pemahaman itu tidak bisa didorong oleh yang sifatnya emosional saja. Sebab, apabila hanya berdasarkan emosional saja, maka tidak akan sampai pada solusi yang benar.

Saat ini, umat membutuhkan pemahaman yang benar berlandaskan akidah Islam. Sebab, akidah Islam adalah dasar dari pola pikir yang benar karena sesuai dengan fitrah manusia. Tidak hanya memikirkan pada tahapan dunia saja, melainkan juga akhiratnya.

Untuk bisa mencapai pada pemahaman Islam, maka seseorang harus mengikuti rutinitas belajar Islam secara kafah, mulai dari akidah sampai cabang ilmu Islam lainnya. Sebab, Islam adalah agama yang sempurna mengatur seluruh lini kehidupan manusia beserta solusinya. Untuk itu, perlu memahami Islam secara baik dan benar.

Jangan Jadi Penonton

Akan selalu ada pilihan dalam setiap perbuatan manusia. Mau jadi penonton atau pemain. Keduanya adalah pilihan.

Jika kita dihadapkan dengan kondisi seperti di atas, yang kita bisa lakukan adalah bukan diam atau memilih jadi penonton saja. Sebab, ada kewajiban yang dibebankan oleh Allah Swt. kepada setiap individu muslim, yaitu kewajiban melakukan amar makruf nahi mungkar.

Amar makruf nahi mungkar itu dikatakan sebagai aktivitas dakwah, yaitu aktivitas menyeru kepada kebaikan (Islam) dan mencegah dari yang mungkar. Tidak melewatkan begitu saja kemaksiatan, tetapi memberikan respons atau sikap menolak atas segala bentuk kemaksiatan. Bisa dengan cara menyampaikan, mengingatkan, meluruskan kesalahpahaman, hingga menawarkan solusi Islam.

Rasulullah saw. telah contohkan kepada kita umatnya, beliau bersabda, “Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia mencegahnya dengan tangannya. Jika tidak bisa, maka dengan lisannya. Jika tidak bisa, maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemah iman.” (HR Muslim).

Allah Swt. berfirman,
“Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari berbuat yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (TQS Ali Imran: 104).

Ayat ini menjadi motivasi bagi kita untuk melakukan amar makruf nahi mungkar. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Sebab, berdiam diri hanya menjadikan kerugian bagi diri kita sendiri, sedangkan melakukannya mendatangkan keuntungan bagi diri kita sendiri pula.

Wallahu a’lam bisshawab. [CM/Na]

Views: 21

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *