Melepas Anak Mandiri (bag 2)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Siti Aisah

CemerlangMedia.Com, PARENTING — Ketiga, latih membuat keputusan.

Proses dalam mengajarkan anak dalam membuat keputusan pastinya butuh waktu. Jadi, pelan-pelan saja. Nggak semua anak bisa langsung memberikan keputusan, sama seperti kita yang dewasa, terkadang juga suka galau.

Kalau anak lagi bingung mau ambil keputusan apa, kita bisa bantu diskusikan atau merenungkan pilihan yang ada. Misalnya ada pilihan apa saja? Evaluasi pilihan yang ada dan pilih yang terbaik menurut kita dan anak, lalu mengerjakan apa yang sudah dipilih dan melakukan evaluasi lagi setelah menjalani pilihan.

Kita bisa berikan pelajaran dengan mempertimbangkan pilihan yang berbeda sehingga bisa membuat keputusan yang tepat. Misalnya begini.
“Ibu lagi pengen masak makanan yang gurih, nih. Menurut kamu, Ibu masak apa?” Anggap aja, si Kecil jawabnya tahu crispy. Kita bisa tanya lagi, nih, “Menurut kamu, tahu crispy sama kentang goreng lebih gurih mana?”

Sejak dini, ajarkan anak membuat keputusan sesuai tingkat usianya. Biarkan mereka mengekspresikan selera dan keinginannya. Biarkan memilih baju, warna, jenis mainan, dan buku bacaan yang dia gemari. Kalau tidak matching, jangan dicela. Ajak membuat komitmen jadwal harian sendiri. Minta saran, mereka ingin liburan ke mana: gunung atau pantai, misalnya. Orang tua tetap memberi arahan, mana yang terbaik.

Keempat, ajarkan anak menyelesaikan masalah.

Jika anak mengalami masalah, baik dengan dirinya sendiri, saudaranya atau teman, jangan buru- buru ikut campur sebelum mereka meminta bantuan, misal dua anak bertengkar. Begitu mendengar salah satunya menangis, orang tua langsung menuduh yang tidak menangis sebagai sumber masalah. Biarkan saja sejenak. Terkadang, tangis akan reda karena mereka baikan sendiri. Namun jika tangis tidak reda, baru turun tangan dan cari sumber masalahnya.

Ajarkan kemandirian dengan memberi tugas kecil sesuai usia, membiarkan anak memilih, dan tidak terburu-buru membantu saat mereka menghadapi masalah agar mereka belajar mencari solusi. Ajarkan anak untuk bergantung hanya kepada Allah sehingga ia berani bertindak dan tidak takut salah. Ini membentuk mental kuat yang menjadi dasar kemandirian.

Kelima, beri anak tanggung jawab.

Memberikan tanggung jawab pada anak sesuai usia dalam Islam adalah metode pendidikan untuk membentuk kemandirian (istiqlal) dan karakter mulia. Rasulullah saw. mencontohkan pelibatan anak sejak dini (seperti menggembala) agar anak percaya diri, tangguh, serta memahami ibadah dan konsekuensi tindakan sejak dini, yang kelak membawa kemaslahatan di dunia dan akhirat.

Berikan tugas rutin agar anak bertanggung jawab, misal menyapu, mencuci sepatu, merapikan mainan dan tempat tidur, dll.. Kakak diberi tugas membangunkan adiknya, mengajaknya ke masjid, dll.. Jika perlu, beri reward atas tanggung jawab yang dilaksanakan dengan baik, misal berupa buku cerita atau es krim kesukaannya.

Melatih kemandirian sejak dini, termasuk tanggung jawab merawat tubuh sebagai titipan Allah, membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan mandiri. Jangan lupa berikan pujian atau terima kasih yang tulus atas usaha kemandiriannya.

Keenam, tunjukkan kesiapan orang tua.

Jika momentum melepas anak itu tiba, orang tua harus menunjukan ketegaran agar anak juga tegar menghadapi situasi baru yang berbeda dengan yang di rumah. Jangan melankolis atau menangis di hadapan anak. Cukup pelukan penyemangat. Beri motivasi sesuai azzam yang sudah ditekatkan bersama. Ringankan hati. Awali dengan ucapan bismillah.

Orang tua harus ikhlas melepas anak hidup mandiri, seperti melepas anak panah yang akan menemukan takdirnya sendiri. Tugas orang tua membekali dengan ilmu dan kasih sayang yang tiada henti. Takdirnya itu milik Allah. Ikhlaslah pada kehendak Allah. Semoga ‘perpisahan’ sementara anak dengan orang tua adalah jalan terbaik bagi masa depannya.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 7

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *