Sabu Diedarkan Pelajar, Bukti Kegagalan Sistem Sekuler Menjaga Generasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Wida Nusaibah
Pemerhati Masalah Sosial

Sistem sanksi Islam yang tegas akan memberikan efek jera bagi pelaku kriminal, seperti pengedar sabu dan narkoba. Eksekusi dilakukan di depan umum agar menjadi pelajaran bagi yang lain untuk tidak melakukan pelanggaran hukum. Dalam hal kasus narkoba, sanksi diberikan kepada pembuat, pengedar, maupun pengguna. Semua akan diperlakukan sama di depan hukum.

CemerlangMedia.Com — Kegagalan sistem sekuler tak lagi dapat disembunyikan, terutama dalam menjaga generasi. Telah tampak jelas bagaimana generasi yang lahir dari sistem sekuler mengalami kerusakan moral yang parah. Pergaulan bebas merajalela, tawuran dan perundungan di mana-mana, bahkan tindak kriminal seperti menjadi pencuri hingga pengedar narkoba pun banyak dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh KF yang masih berstatus sebagai pelajar. Dia bersama SH (26) yang berstatus sebagai pengangguran ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Sementara bandar atau pemasok barang haram tersebut masih diburu.

Kedua terduga pengedar merupakan warga Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari tangan keduanya diamankan sejumlah barang bukti oleh petugas berupa satu tas hitam berisi sabu dengan berat bruto 3,07 gram, satu handphone, alat isap (bong), plastik klip kosong, serta uang tunai sebesar Rp 1,5 juta (Detik.com, 02-04-2026).

Di wilayah lain, diringkus pula seorang remaja HS (19) oleh Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari dalam operasi dini hari, Senin (30-3-2026). Dari tangan pelaku, polisi mengamankan total 31 paket sabu-sabu dengan berat bruto 6,92 gram beserta sejumlah barang bukti lainnya (Suarasultra.com, 31-03-2026).

Sekularisme Biang Kerusakan Generasi

Peristiwa di atas hanya dua fakta mewakili dari banyaknya kasus serupa yang tertangkap petugas. Pelaku yang belum tertangkap tentu masih banyak lagi. Ini sungguh menunjukkan bukti kerusakan parah generasi muda akibat penerapan sistem kapitalisme yang akidahnya sekuler (memisahkan agama dari kehidupan).

Sekularisme telah melahirkan generasi yang jauh dari nilai-nilai agama sehingga akalnya tidak terjaga, rusak moral dan perbuatannya. Sistem pendidikan sekuler sangat lemah sehingga tidak mampu melahirkan generasi peserta didik yang berkepribadian dan bermoral luhur. Banyaknya generasi muda yang terjerat aktivitas melanggar hukum juga membuktikan lemahnya penerapan dan penegakan hukum di negeri ini.

Tatanan masyarakat kapitalis yang berorientasi pada manfaat dan keuntungan materi telah menjadikan generasi mengabaikan pertimbangan halal haram. Mereka hanya fokus untuk mendapatkan kepuasan dan pemenuhan materi dengan segala cara. Ditambah lagi gaya hidup generasi yang cenderung konsumtif dan hedonis, kian memperparah kerusakan pola sikap mereka.

Islam Mampu Menjaga Generasi

Paradigma tersebut sungguh jauh berbeda ketika Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Sistem pendidikan berbasis akidah Islam bertujuan untuk melahirkan generasi bersyahsiyah (kepribadian) Islam yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. Tujuan hidup mereka adalah untuk mendapatkan rida Allah sehingga dalam berbuat akan selalu mempertimbangkan apakah sesuai dengan perintah Allah atau tidak. Apakah halal atau haram. Dengan begitu, ketakwaan individu akan terwujud dan menjadi modal terbentuknya masyarakat yang islami sebagai pemegang kontrol dalam masyarakat.

Setelah ketakwaan individu terwujud, maka setiap individu yang menjadi bagian dari sebuah keluarga akan mampu menjalankan perannya dengan baik dalam keluarga. Orang tua bersungguh-sungguh dalam mendampingi dan mendidik anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar keislaman yang benar serta memberikan teladan yang baik. Keluarga yang islami akan membentuk masyarakat yang islami.

Masyarakat yang telah terwujud suasana keimanan akan berperan dalam menciptakan lingkungan yang islami, yakni lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan generasi. Pergaulan akan terjaga dan amar makruf nahi mungkar pun terlaksana sehingga kemaksiatan tidak akan dibiarkan merajalela di tengah masyarakat.

Kemudian yang terakhir adalah peran negara, yakni sebagai pelindung dan pengurus rakyat. Negara Islam (Khil4f4h) wajib menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan) seluruh individu rakyat dan mempermudah serta mendorong terpenuhinya kebutuhan sekunder maupun tersier rakyat.

Dengan pemahaman individu yang baik, kemudian kontrol masyarakat yang optimal, dan terpenuhinya segala kebutuhan masyarakat oleh negara akan mampu menjaga generasi dari tergelincir ke jurang kemaksiatan maupun kriminalitas. Mereka akan memahami bahwa menjemput rezeki harus dengan cara halal. Juga memahami bahwa segala yang masuk ke dalam tubuh harus barang halal dan diperoleh dengan cara halal. Mereka mengimani bahwa segala perbuatan di dunia kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt..

Negara juga memberlakukan sistem sanksi yang tegas dan memberikan efek jera. Eksekusi dilakukan di depan umum agar menjadi pelajaran bagi yang lain untuk tidak melakukan pelanggaran hukum. Dalam hal kasus narkoba, sanksi diberikan kepada pembuat, pengedar, maupun pengguna. Semua akan diperlakukan sama di depan hukum.

Larangan mengonsumsi narkoba sesuai hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. melarang dari setiap yang memabukkan (muskir) dan yang melemahkan (mufattir).” (HR Abu Daud & Ahmad).

Ulama menjelaskan bahwa narkoba dilarang karena termasuk dalam kategori mufattir yang membuat badan lesu, saraf lemah, dan merusak akal. Begitulah ketika sistem Islam diterapkan dalam kehidupan, keberkahan akan turun dari segala arah sehingga kehidupan manusia terjaga. Wallahu a’lam bisshawab. [CM/Na]

Views: 6

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *