Aturan, Emang Penting?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Kak Na

CemerlangMedia.Com — Pernah nggak sih, kamu kepikiran satu hal… kalau kita ini diciptakan, berarti kita nggak ada dengan sendirinya. Kita nggak tiba-tiba muncul, nggak tiba-tiba hidup, nggak tiba-tiba punya tubuh, pikiran, dan perasaan.

Ada yang membuat kita ada. Dan kalau memang begitu… masa iya, kita dibiarkan begitu saja?

Coba bayangin sesuatu yang dekat banget sama kehidupan kamu. Misalnya, kamu ikut lomba, apa pun itu. Pasti ada aturannya, kan? Ada cara mainnya, ada batasannya, ada yang boleh dan nggak boleh. Karena tanpa aturan, nggak akan jelas mana yang benar dan mana yang salah.

Sekarang bayangin kalau lomba itu nggak ada aturan. Semua orang bebas ngelakuin apa saja, nggak ada batas, nggak ada pedoman. Yang terjadi bukan seru, tetapi kacau. Dan yang kuat akan menang seenaknya. Padahal itu cuma lomba, hal kecil.

Sekarang bandingin dengan hidup. Hidup kamu jauh lebih besar dari sekadar lomba. Lebih panjang, lebih kompleks, dan penuh pilihan. Masa iya, hidup sebesar ini nggak punya aturan?

Dari sini kita mulai paham kalau Allah yang menciptakan manusia, nggak mungkin manusia dibiarkan tanpa arahan. Namun kenyataannya, banyak dari kita hidup seolah-olah nggak ada aturan.

Jalan sesuai keinginan sendiri, ngikutin mood, ngikutin tren. Hari ini semangat, besok hilang arah. Hari ini punya niat, besok udah males lagi.

Kalau jujur, kamu mungkin pernah ada di fase itu. Rebahan lama, scroll berjam-jam. Niatnya cuma sebentar, tetapi jadi keterusan.

Terus tiba-tiba sadar, “Hari ini aku ngapain aja, ya?”

Nggak ada yang benar-benar berarti. Nggak ada yang bikin bangga. Nggak ada yang bikin hati penuh. Cuma lewat. Dan besoknya… diulang lagi.

Awalnya terasa santai, tetapi lama-lama jadi kosong, capek, dan gampang nyerah. Padahal masalahnya bukan kamu lemah, tetapi kamu nggak punya arah yang jelas.

Coba bayangin dua orang. Yang satu punya tujuan dan tahu dia mau ke mana. Yang satu lagi jalan aja tanpa arah. Kira-kira siapa yang lebih kuat?

Bukan yang paling pintar, bukan yang paling berbakat, tetapi yang punya arah. Dan arah itu nggak muncul sendiri, harus ada yang menunjukkan.

Sekarang balik lagi. Kalau Allah yang menciptakan kita, masa iya Dia nggak kasih petunjuk? Kalau manusia saja, kalau bikin sesuatu pasti kasih aturan, masa Allah yang menciptakan manusia dengan sempurna, justru membiarkan kita tanpa arahan?

Nggak masuk akal.

Masalahnya bukan di nggak ada aturan, tetapi seringnya kita nggak mau ngikutin. Karena kita pengen bebas.

Padahal bebas tanpa arah itu bukan kebebasan, tetapi kebingungan.

Coba lihat sekitar.

Banyak yang bilang, “Yang penting aku bebas.” Namun kenyataannya?

Gampang overthinking, gampang insecure, gampang nyerah, dan gampang ikut-ikutan. Sebab nggak punya pegangan.

Sekarang bayangin kalau di jalan raya nggak ada aturan. Nggak ada lampu merah, nggak ada rambu. Semua bebas. Apa yang terjadi? Bukan bebas, tetapi kacau.

Dan hidup juga sama. Tanpa aturan, yang kuat akan seenaknya, yang lemah akan tersingkir, dan semuanya jadi nggak jelas.

Makanya, aturan itu bukan untuk membatasi, tapi untuk menjaga. Menjaga kamu dari keputusan yang kamu sendiri belum tentu paham akibatnya dan dari jalan yang kelihatannya enak, tetapi ujungnya nyakitin.

Dan kalau Allah yang menciptakan kamu, maka aturan dari-Nya bukan asal aturan. Bukan sekadar larangan, tetapi petunjuk. Petunjuk supaya kamu nggak tersesat, nggak salah arah, dan nggak hancur pelan-pelan tanpa sadar.

Mungkin selama ini kamu ngerasa, “Kenapa sih, harus diatur?

“Kenapa nggak boleh ini, nggak boleh itu?”

Padahal itu bukan karena Allah ingin membatasi kamu, tetapi karena Allah tahu, kamu butuh dijaga. Sebab kamu bukan makhluk yang tahu segalanya.

Kamu bisa salah, bisa tergoda, dan bisa ikut arus dan itu manusiawi, makanya aturan itu hadir. Bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk menyelamatkan.

Sekarang pertanyaannya jadi lebih jelas. Kalau Allah sudah menciptakan kita dan pasti punya aturan, kita mau terus jalan sendiri atau mulai mengikuti petunjuk?

Dan mungkin rasa kosong, capek, dan gampang nyerah yang kamu rasain selama ini bukan karena kamu lemah, tetapi karena kamu jalan tanpa arah yang benar. Kalau kamu mulai punya arah, hidup kamu nggak akan langsung jadi mudah, tetapi kamu akan jadi lebih kuat.

Karena kamu tahu … kamu lagi jalan ke mana.

Renungan kecil:

🦋💕 Selama ini kamu hidup sesuka hati… atau sebenarnya kamu lagi butuh arah, tetapi belum menemukannya? 🦋💕

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 4

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *