Refleksi Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Suram

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Yeni Nurmayanti

Pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Asas Islam pada sistem pendidikan menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan. Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah islamiyah), yakni pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya.

Cemerlangmedia.Com — Setiap tahun, Hari Pendidikan Nasional dirayakan, nyatanya dunia pendidikan makin suram dan memprihatinkan. Pelajar dan mahasiswa yang sejatinya sebagi tonggak dari peradaban, penerus generasi muda yang cemerlang, justru terjerat kasus kekerasan dan pelecehan seksual, baik secara fisik maupun verbal. Tindakan tersebut makin banyak dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Ruang aman di sekolah dan kampus, tidak terjamin, seperti yang terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Satgas PPKS UI sedang menangani kasus dugaan pelecehan seksual oleh 16 mahasiswa FH UI. Para pelaku diduga melecehkan puluhan korban yang terdiri dari mahasiswi dan dosen. Kasus terbongkar setelah chat para terduga pelaku viral di medsos (BBC.com, 15-04-2026).

Belum lagi kasus kecurangan dalam ujian, maraknya joki UTBK, dan budaya plagiat, terjadi merata di semua lembaga pendidikan. Pelaku dan pengedar narkoba di kalangan anak sekolah dan mahasiswa juga bertambah banyak.

Ditambah lagi dengan perilaku pelajar yang menghina atau memenjarakan guru karena memarahi atau menghukum siswa. Kasus demi kasus kian marak terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Terkait hal ini, peran negara dipertanyakan dalam melindungi, mengawasi, serta mendidik mereka agar berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

Negara Harus Membenahi Sistem Pendidikan

Peringatan Hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini. Kegagalan implementasi arah/peta jalan pendidikan sehingga menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral.

Akidah sekuler menjadikan pelajar dan mahasiswa sibuk mengejar nilai dan manfaat serta eksistensi diri semata. Para remaja mengalami krisis jati diri, tidak mengetahuai tujuan di dunia sehingga usia emas yang mereka miliki justru menghantarkan pada hal-hal yang sifatnya duniawi semata.

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik menghasilkan output orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius serta orang-orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang dalam jumlah besar. Longgarnya sanksi negara bagi pelaku pelajar (mayoritas masih di bawah umur) sehingga mentoleransi kriminalitas yang dilakukan sebagai kenakalan anak semata. Ditambah lagi dengan minimnya pendidikan nilai-nilai agama yang benar, memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindakan kejahatan dan kemaksiatan.

Berjalannya pendidikan dalam sebuah negara bergantung pada kurikulum dan sistem pendidikan yang diadopsi. Sebagaimana diketahui, negara berperan sentral dalam proses pendidikan, pembuatan kurikulum, penyediaan sarana dan prasarana belajar. Negara juga bertugas mengontrol tayangan-tayangan media elektronik yang sifatnya tidak mendidik, seperti tontonan yang mengandung pornografi dan perbuatan amoral yang mengakibatkan pelajar dan mahasiswa mengalami krisis moral dan identitas.

Oleh karena itu, sudah selayaknya mencari solusi atas permasalahan pendidikan serta mengevaluasi secara menyeluruh sistem kehidupan di negeri ini. Hanya itulah solusi yang mendasar dan cemerlang agar berbagai perilaku tidak terpuji dan meresahkan dari para pelajar maupun mahasiswa dapat terselesaikan.

Sistem Pendidikan ala Islam

Islam adalah agama yang sempurna. Ajarannya secara komprehensif mengatur segala aspek kehidupan manusia. Tidak hanya dalam perkara ibadah dan akhlak semata, bukan hanya sebagian lini kehidupan, melainkan kesemuanya ada tuntunannya. Panduan dan pedoman bagi seorang muslim, yakni Al-Qur’an dan as-Sunah. Sistem negara yang aturannya bersumber dari Allah Swt., yang menciptakan alam semesta, manusia, dan kehidupan.

Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Asas akidah pada sistem pendidikan Islam menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan.

Pendidikan Islam fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah islamiyah), yakni pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya. Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan, termasuk pelajar sehingga akan ada efek jera bagi pelaku kejahatan dan menjadi contoh bagi yang lain agar tidak melakukan hal yang serupa.

Negara Islam akan membangun suasana hidup yang penuh ketakwaan dan mendorong setiap orang untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan. Negara mendorong orang tua untuk selalu mengontrol aktivitas anak-anaknya agar tidak salah memilih teman dan lingkungan supaya mereka tidak mudah terbawa arus sekularisme yang menggerogoti semua lini kehidupan.

Kurikulum dalam sistem pendidikan Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah peradaban Islam (Daulah Khil4f4h), dibangun untuk memperkuat kepribadian Islam (akidah, akhlak, tsaqafah Islam) sekaligus membekali anak dengan kemampuan sains, teknologi, matematika, dan ilmu kehidupan lainnya. Hal ini dimaksudkan agar generasi muslim dapat menghadapi berbagai persoalan dengan syariat dan mengoptimalkan ilmu untuk kemaslahatan bumi tanpa terperangkap pada pola pikir yang hanya mengejar materi saja.

Allah Swt. berfirman, “Umat Islam adalah umat terbaik yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.” (QS Ali Imran: 110).

Ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam bertujuan membentuk generasi pemimpin peradaban, bukan hanya menghasilkan tenaga kerja dalam sistem ekonomi kapitalis. Demikianlah kesempurnaan sistem Islam yang mampu menghasilkan peradaban mulia sebagaimana kejayaan Islam di masa kepemimpinan Khil4f4h Islamiyah. Wallahua’lam bisshawab. [CM/Na]

Views: 13

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *