Hadiah dan Rindu untuk Ibu

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Irsad Syamsul Ainun
(Creative Design CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Dahulu, saya selalu berharap bisa punya uang dan membeli hadiah untuk ayah dan ibu. Sayangnya, sampai beranjak dewasa pun saya merasa tidak punya uang untuk membeli hadiah dan memberikan kepada kedua orang tua. Akan tetapi, harapan dan doa saya masih selalu sama, akan menghadiahkan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka.

Saat itu saya berpikir bahwa hadiah terbaik adalah barang mewah dengan harga yang mahal. Setelah sekian purnama, tiba masanya saya melanjutkan pendidikan di kota elite. Jangan tanyakan bagaimana bentuk kotanya. Meskipun elite, masyarakatnya masih banyak yang jauh dari kata sejahtera. Biasa, pengaruh sistem.

Kala itu, saya tengah beradu nasib antara kuliah kejar gelar dengan kerja untuk biaya pendidikan. Alhamdulillah dapat beasiswa.

Saat itulah saya berpikir lagi, apa kira-kira hadiah yang cocok untuk ibu. Di tengah kesibukan, saya pun lupa dengan hadiah-hadiah yang berderet di kepala.

Di saat yang sama, saya juga tengah belajar hijrah. Detik pun berlalu. Saya mendapatkan jadwal belajar ke rumah guru saya. Rumah yang sederhana dengan pemandangan yang adem. Ada pohon mangga di depan dan belakang rumah sang guru. Kalau saya tidak salah ingat, beliau belum memiliki anak kala itu.

Tahu gak? Jika kami tengah belajar, suami sang guru dengan sabar dan ikhlas menyediakan teh buat kami siswa dari sang istri. Masyaallah, semoga keluarganya dikaruniai keberkahan oleh-Nya.

Wajah guru saya itu masih sangat kental di kepala karena tidak ada yang namanya mantan guru, ya. Lanjut cerita, kami pun dibimbing di sebuah ruangan yang pasti itu kamar tidur. Tidak sengaja saya menengok ke salah satu dinding kamar, terlihat sebuah gambar dengan tulisan salah satu hadis, “Saling memberi hadiahlah di antara kalian, niscaya kalian akan saling menyayangi.” Sontak saya langsung teringat dengan hadiah untuk ibu.

Ya Allah, hadiah, ya, hadiah. Saya pun berdoa, ya Allah jika kelak ada uang beasiswa yang cair, saya ingin memberikan hadiah yang paling ibu suka. Kurang lebih doa saya seperti itu.

A few moments later…

Beasiswa saya cair. Saya membelikan ibu sebuah jam tangan yang menurut saya kala itu paling ibu suka karena saya pernah melihat ibu pakai jam tangan dengan merek tersebut. Harganya cukup lumayan untuk anak sekelas mahasusah (kata yang paling sering diucapkan di kalangan mahasiswa dengan ekonomi ke bawah) seperti saya, padahal Allah memberikan kecukupan rezeki tidak terhingga, contohnya oksigen untuk bernafas. Itu hanya salah satunya, ya.

Saya mengirimkan hadiah itu ke ibu tanpa saya beritahu. Sungguh ini momen yang menguras air mata dan rindu jika dikenang, padahal hadiahnya tidak seberapa dibanding apa yang ibu berikan kepada saya. Ya Allah…

Ibu menelepon dan mengatakan, “Terima kasih, Nak, Ibu suka. Akan tetapi, kenapa kamu harus beli ini? Ibu tidak minta, Ibu hanya ingin kamu jadi anak yang baik, menjaga nama baik kedua orang tua, berkata jujur, baik ke semua orang.” Dan masih banyak wejangan lain tentunya.

Saya menangis tersedu-sedu. Ibu…
“Apa yang saya berikan saat ini, tidak akan mampu menggantikan kebaikan yang terdapat dalam setetes air susu yang ibu berikan ke saya.”

Ibu makin tersedu. Saya juga, walaupun posisi kami berdua kala itu beda wilayah. Yang saya tahu, saya hanya ingin memberikan hadiah terbaik buat ibu. Akan tetapi, yang ibu berikan jauh lebih terbaik. Semoga ibuku selalu mendapatkan tempat yang lapang jauh di sana.

Sejak saat itu, saya selalu berdoa agar kelak bisa memberikan hadiah-hadiah kecil ke ibu. Bukan harganya, tetapi saya ingin mencintai ibu tanpa batas. Walaupun kenyataannya sering kali kita anak-anaknya selalu membuat ibu terluka, tetapi cinta ibu tak terbatas.

Bahkan, orang pertama yang akan merasa sakit ketika kita terluka adalah ibu. Luka apa pun itu. Iya, kan? Nantilah dilanjutkan lagi kisah keromantisan saya dengan ibu. Akan tetapi, saya mau bilang bahwa saya merindukanmu, Ibu. Ibu mau hadiah apa? [CM/NA]

Views: 19

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *