Generasi Minim Akhlak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Rina Herlina
Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com

Setiap anak adalah suci. Kedua orang tuanyalah yang akan membentuk anak tersebut menjadi saleh ataukah sebaliknya. Orang tua bisa menentukannya dari sekarang.

CemerlangMedia.Com — Menyaksikan berbagai perilaku generasi penerus saat ini, benar-benar membuat hati miris. Meski terlahir di era digital yang super canggih dan segalanya mudah diakses, tidak lantas menjadikan para generasi beradab dan berakhlak. Banyak di antaranya sangat minim adab dan akhlak. Tentu saja kondisi tersebut membuat khawatir sehingga perlu adanya bimbingan dan contoh dari orang tua agar tercipta generasi berakhlak mulia.

Pola asuh dan lingkungan sangat memengaruhi tumbuh kembang buah hati. Oleh karena itu, para orang tua penting memastikan buah hatinya tumbuh di lingkungan aman, nyaman, dan kondusif. Para orang tua perlu memberikan contoh teladan yang baik karena anak-anak sejatinya adalah peniru yang ulung.

Orang tua tidak bisa pula hanya menuntut buah hatinya menjadi anak yang baik dan saleh. Sementara mereka tidak pernah diberikan contoh yang baik. Bahkan, sebagian orang tua tidak memiliki ilmu untuk mendidik anak-anak mereka. Jika demikian adanya, apakah mungkin bisa tercipta anak yang saleh, sementara kedua orang tua tidak berusaha mensalehkan dirinya?

Sebagian orang tua hari ini sibuk menyuruh anaknya salat atau mengaji, sedangkan orang tua justru sibuk dengan urusan duniawi. Bahkan, mirisnya lagi, sebagian orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan buah hati kepada pihak sekolah atau guru mengajinya, padahal seharusnya tidak demikian.

Para orang tua harus menyadari bahwa anak itu adalah titipan dari Allah Swt. yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, sebagai orang tua, mendidik dan mengajarkan akidah sejak dini bagi anak-anak mereka merupakan tugas utama.

Mirisnya lagi, para orang tua hari ini, ketika minim ilmu agama, tetapi keinginan belajar dan menuntut ilmu tidak ada. Berharap memiliki anak saleh, tetapi perilaku sebagian orang tua masih jauh dari kata saleh, bahkan cenderung salah. Inilah problem yang dihadapi para orang tua saat ini. Oleh karena itu, wajar jika para generasi minim adab dan akhlak, sebab mereka tidak pernah mendapatkan contoh tersebut dari kedua orang tuanya.

Oleh karena itu, bagi semua yang bergelar orang tua, sudah saatnya peduli terhadap nasib generasi penerus. Jangan pula kesibukan dalam mengupayakan dunia melupakan kesibukan dalam mengupayakan bekal akhirat kelak. Berbenah dan memperbaiki diri adalah cara terbaik sebelum kerusakan yang terjadi lebih jauh lagi.

Penting bagi orang tua untuk menuntut ilmu agama guna membekali buah hati dengan akidah yang benar dan iman yang kukuh. Sebab, anak tidak sekadar butuh dicukupkan secara finansial, tetapi mereka juga butuh limpahan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua.

Ya, segala sesuatunya butuh ilmu. Terlebih lagi menciptakan anak yang saleh, tentu saja dibutuhkan ilmu. Ini berarti, para orang tua juga harus terus belajar memperbaiki dan mengupgrade diri sendiri. Orang tua tidak sepatutnya pula menuntut dan memerintah buah hati agar berprilaku baik, sementara diri mereka sendiri masih jauh dari kata baik.

Bukankah setiap anak fitrahnya adalah suci? Kedua orang tuanyalah yang akan membentuk anak menjadi saleh ataukah sebaliknya. Orang tua bisa menentukannya dari sekarang. Apakah ingin menjadikan buah hatinya saleh dengan akhlak terpuji atau menjadikannya durhaka, pembangkang, dan beragam bentuk akhlak buruk lainnya?

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Artinya: “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim)

Payakumbuh, 11 Oktober 2024 [CM/NA]

Views: 79

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *