Bunga Kecantikan Abadi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Zakiah Ummu Faaza
Bab 10 Hati yang Merelakan

CemerlangMedia.Com, NOVEL — “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Bunga, besok pakai jilbab yang rapi ya, besok akan ada tamu istimewa, tamu jauh, saudaranya Bu Retno, kemarin Ibu bertemu Bu Retno dan ia berpesan agar Bunga ada di rumah. Ia menyampaikan bahwa akan ada yang datang hari Sabtu pagi ke rumah. Bunga tidak ada kegiatan lainnya, kan?” tanya ibu kepada Bunga.

“Insyaallah, sepertinya bisa Ibu, Sabtu tidak ada kegiatan, Bunga akan bantu ibu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.”

“Alhamdulillah, terima kasih banyak, Bunga, atas pengertiannya,” kata ibu.

Wajah ibu begitu bahagia dan berseri-seri menanti tamu yang akan berkunjung ke rumah. Sekilas, ibu sudah tau informasi terkait karakteristik pria yang akan datang ke rumah dari Bu Retno. Ibu yakin, ia adalah seorang pemuda yang baik dan agamis karena memang tokoh pemuda di daerahnya. Pastinya ilmunya luas dan bisa menjaga Bunga, andaikan mereka berjodoh.

Tidak lama kemudian, terdengar suara di balik pintu mengucapkan salam. Ayah, ibu sudah duduk di ruang tamu untuk menyambut kedatangan pemuda tersebut. Sementara Bunga di temani Melati menyiapkan minum dan kue untuk dihidangkan.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Terlihat dua orang tamu yang datang. Satu seorang pemuda yang berusia sekitar 28 tahun dan seorang pemudi usianya sekitar 20 tahun sepertinya sebaya dengan Bunga. Mereka sepertinya kakak beradik karena dilihat sepintas, wajahnya memang mirip.

Ayah mempersilakan keduanya masuk dan duduk. Begitupun dengan pemudi di sebelahnya, juga dipersilakan duduk dekat ibu. Selanjutnya mereka saling ta’aruf terkait asal usul, aktivitas, pekerjaan, keluarga, hingga kedekatan mereka dengan keluarga Bu Retno. Sampai-sampai Bu Retno merekomendasikan pemuda tersebut untuk menemui keluarga Bunga.

Tidak lama kemudian, Bunga membawa beberapa gelas air minum dan kue-kue untuk dihidangkan. Setelah itu, Bunga masuk kembali ke dapur untuk mendengarkan arahan dari ibu selanjutnya.Tidak lama kemudian, ibu memanggil dan memperkenalkan Bunga kepada pemuda tersebut.

Setelah itu, Bunga kembali lagi ke belakang. Ia sangat malu dan gugup karena sebelumnya ia tidak pernah ada tamu yang khusus datang kepadanya. Setelah mereka berbincang dan mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah, mereka pamit kepada ayah, ibu, Melati, dan juga Bunga.

“Bunga, Ibu sudah berbincang dengan Andi. Ia berniat melamarmu, Nak. Ia memang tidak mengenalmu secara langsung, tetapi Bu Retno yang memberikan informasi terkait dirimu, Nak. Ia sangat percaya kepada Bu Retno karena memang masih satu guru waktu ia di pondok pesantren dulu.

“Andi tadi berkata bahwa adik perempuannya yang tadi ikut berkunjung akan segera dilamar dan menikah sehingga ia pun terdorong untuk segera mencari calon istri. Maka dari itu, ia segera minta bantuan Bu Retno. Bagaimana menurutmu, Nak? Apakah kau setuju dengan maksudnya?

“Ibu, jujur, sepertinya Bunga ragu untuk menerima Andi karena niatnya mencari pasangan agar tidak terlangkahi oleh adiknya yang akan segera menikah. Bunga menjadi ragu, sekalipun Andi orang yang baik dan layak untuk jadi seorang suami, tetapi melihat kembali tujuan awalnya, Bunga sepertinya harus berpikir ulang untuk menerimanya. Khawatirnya, Andi datang dengan motif keterpaksaan,” kata Bunga.

* Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 1

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *