Oleh: Noor Halidah
(Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan)
CemerlangMedia.Com — Malam ini, langit terlihat begitu indah. Bulan sabit dan beribu bintang bertaburan di sana, menemani dua gadis yang menelusuri jalan menuju musala untuk mengikuti majelis, Noli dan Zahra.
Noli begitu khusuk mengikuti acara hingga tiba waktunya salawat bersama. Noli menoleh ke samping dan memanggil Zahra yang ada di sebelahnya.
“Zahra, ini yang salawatan, kok suaranya tidak asing, ya? Apa cuma perasaan aku saja,” ucap Noli.
Mendengar perkataan Noli, Zahra yang penasaran pun sedikit meninggikan badannya untuk mengintip.
“Iya, ya, suaranya memang familiar,” ucap Zahra.
“Wah, ternyata yang salawatan adalah Ustaz Fahmuzh,” ucap Zahra berbisik.
Seketika Noli terdiam. Wajahnya mendadak terasa panas. Jantung yang tadinya berdetak normal, kini seperti berdetak lebih cepat.
“Benarkah? Kebetulan sekali,” ucap Noli berusaha menormalkan ekspresinya.
Sepanjang majelis hingga akhir, Noli tak bisa menahan senyuman. Ia merasa beruntung bisa melihat orang yang dikaguminya.
**
Suatu hari, orang tua Noli datang membawa berita mengejutkan. Dengan nada serius, ibunya berkata, “Noli, ada seseorang lelaki yang baik dan berilmu. Kami berniat menjodohkanmu dengannya. Kami yakin, dia bisa membimbingmu menuju kebaikan.”
Noli terdiam. Perjodohan? Itu adalah hal yang tidak pernah terbesit sedikit pun di pikirannya. Dengan lembut, Noli menjawab, “Ibu, Ayah, bolehkan Noli memikirkannya terlebih dahulu? Karena ini sedikit mengejutkan bagiku.”
Orang tuanya mengangguk, memberikan waktu untuk Noli merenungkan keputusan besar ini. Di malam yang begitu dingin, Noli bermunajat kepada Allah.
Di dalam doanya, ia memohon petunjuk dan kekuatan. Ada ketidakpastian di hatinya, tetapi ia tahu kalau orang tuanya selalu menginginkan yang terbaik untuknya.
Hari-hari berlalu, Noli masih diliputi keraguan. Namun, Noli tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Akhirnya, setelah mempertimbangkan dengan matang, Noli memberanikan diri menerima perjodohan itu, meski tanpa mengetahui siapa calon suaminya.
Hari pertemuan tiba. Noli duduk dengan tenang, meski hatinya dilanda gelisah dan jantung berdegup kencang. Ia tidak tahu siapa yang akan masuk keruangan itu.
Ketika pintu terbuka, Noli mendongak. Ia sangat terkejut. Jantung yang tadi berdetak cepat, kini terasa berhenti.
Di hadapannya berdiri Ustaz Fahmuzh, sosok yang selama ini dikaguminya dari jauh.
“Assalamu’alaikum, Noli,” sapa Ustaz Fahmuzh dengan senyum lembut.
“Waalaikumsalam, Ustaz,” jawab Noli dengan nada terkejut.
Ustaz Fahmuzh duduk di hadapan Noli dan mulai berbicara.
“Noli, aku sudah lama memperhatikanmu, aku melihat ketulusanmu dalam mengikuti berbagai kegiatan. Lalu aku berbicara dengan orang tuamu. Aku merasa bahwa kamu adalah jodoh pilihan Allah yang akan menemani hidupku.”
Noli hanya menunduk, menahan air mata yang hampir menetes. Semua keraguan yang selama ini menyelimuti hatinya seakan lenyap tanpa sisa. Allah ternyata memberikan jawaban yang begitu indah atas doa-doanya.
Dengan suara yang bergetar, Noli akhirnya berkata, “Jika ini pilihan yang Allah tetapkan, maka aku rida dan menerimanya dengan lapang hati, Ustaz.”
Jodoh memang rahasia Allah. Namun, manusia memiliki pilihan, ingin bersabar menunggu waktu bahagia itu datang atau sibuk mengejar cinta semu yang berlandaskan nafsu.
Noli dan ustaz Fahmuzh akhirnya menikah dalam suasana yang penuh berkah. Keduanya menjalani kehidupan rumah tangga yang di landasi cinta dan ketakwaan. Siapa sangka, laki-laki yang Noli kagumi ternyata menjadi jodohnya melalui perantara sang ibu.
Keduanya saling mendukung dalam kebaikan, saling menuntun menuju surga-Nya, dan selalu bersama dalam mengejar rida Allah. Cinta yang dahulu bersembunyi dalam hati Noli, kini tumbuh dalam ikatan yang suci, menguatkan iman guna meraih rida Ilahi. [CM/NA]
Views: 42






















