Allah telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan melarang bentakan terhadap mereka, bahkan berkata ‘ah’ saja tidak diperbolehkan. Apalagi jika perbuatan aniaya turut dilakukan, maka dosa besarlah bagi pelakunya.
CemerlangMedia.Com — Media sosial digemparkan dengan viralnya video CCTV seorang ibu dianiaya oleh seorang pemuda yang ternyata anak kandungnya sendiri. Kejadian ini terjadi di rumah korban di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi (23-6-2025)
Anak menzalimi ibunya layak disebut sebagai fenomena Malin Kundang, marak terjadi saat ini. Pemicu utamanya karena sistem sekularisme yang mengusung asas kebebasan, baik itu kebebasan perbuatan ataupun perkataan. Oleh karenanya, para pemuda saat ini tidak dapat mengontrol emosi dan berbuat sesuka hati mereka.
Selain itu, ada beberapa faktor sehingga fakta Malin Kundang terus terjadi. Pertama, pola asuh dan didikan orang tua yang tidak tepat dalam mendidik akal dan fitrah anak. Kedua, faktor masyarakat yang menilai makna kebahagiaan dipengaruhi oleh pandangan materialisme (materi). Pandangan ini memengaruhi kepribadian seseorang dan perilakunya terhadap orang tua. Ketiga, faktor pendidikan yang bersumber pada sistem sekularisme dan materialisme.
Asas sekuler dari sistem sekularisme dan materialisme berpengaruh pada sistem pendidikan saat ini. Nilai-nilai luhur dari akhlak dan keyakinan terhadap hukum syarak makin jauh dari karakter pendidikan. Menjadi hal lazim apabila perilaku pemuda saat ini mengesampingkan hubungan dirinya dengan Allah dan manusia, termasuk orang tuanya. Selain itu, sekularisme turut melahirkan pemuda yang miskin iman dan menjadikan materi sebagai tujuan utama sehingga mereka abai terhadap kewajiban berbakti kepada orang tua.
Lain halnya dengan Islam, pendidikan harus berasaskan akidah Islam. Segala sesuatu harus dikaitkan dengan kaidah dan hukum syariat Islam. Mereka akan selalu mempertimbangkan halal dan haram dalam setiap tindakannya, bukan sekadar mengejar kesenangan materi.
Di dalam Islam, berbakti kepada orang tua (birrul walidain) adalah kewajiban yang sangat ditekankan. Ada banyak dalil Al-Qur’an dan hadis yang menganjurkan berbuat baik kepada orang tua dan keutamaannya, seperti firman Allah Swt.,
“Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al-Isra: 23).
Amatlah jelas bahwa Allah telah memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan melarang bentakan terhadap mereka, bahkan berkata ‘ah’ saja tidak diperbolehkan. Apalagi jika perbuatan aniaya turut dilakukan, maka dosa besarlah bagi pelakunya.
Berbakti kepada orang tua adalah amalan yang sangat mulia dan mendatangkan banyak kebaikan di dunia dan akhirat. Ini adalah pintu menuju surga dan rida Allah Swt..
Sudah saatnya umat memahami, fenomena Malin Kundang modern yang amat buruk ini hanya bisa dieliminasi dengan sistem dan aturan Islam. Dengan demikian, menerapkan sistem Islam secara kafah di tengah masyarakat mesti dilakukan agar terwujud pemuda-pemuda dengan keteladanan Uwais Al Qorni. Keikhlasan dan kasih sayangnya mengurus orang tua yang lumpuh dan buta mendapat pengakuan Rasulullah sebagai orang mulia di langit. Wallahu a’lam bisshawab.
Mela Astriana
Bekasi, Jawa Barat [CM/Na]
Views: 50






















