Header_Cemerlang_Media

Sumatra Black Out, Akankah Terulang Lagi?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Black out (pemadaman listrik secara besar-besaran dengan durasi cukup lama) di Pulau Sumatra terjadi pada tanggal 4—5 Juni 2024. Pemadaman yang terjadi akibat adanya gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau Lahat. Kerusakan jaringan tersebut menyebabkan 29.000 gardu distribusi yang memasok listrik ke pelanggan menjadi terganggu (ekonomi.bisnis.com, 6-6-2024).

Sungguh miris, padahal Pulau Sumatra merupakan salah satu wilayah yang memiliki cadangan listrik berlebih. Menurut data PLN, per Desember 2023, sistem kelistrikan di Sumatra memiliki cadangan dengan reserve margin sebesar 41%. Reserve margin yang optimal berada pada kisaran 24—35%. Reserve margin adalah cadangan daya pada sistem kelistrikan terhadap beban puncak. Reserve margin di atas optimal menunjukkan cadangan berlebih.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan bahwa perlu penguatan kapasitas tenaga listrik dengan membangun sumber listrik cadangan. Menurutnya, inilah yang membedakan kondisi listrik di Jawa cepat dipulihkan jika terjadi pemadaman atau korsleting.

Pemadaman listrik telah membuat pengusaha di Riau mengalami kerugian. Pengusaha perhotelan harus menanggung tambahan biaya operasional berupa penyediaan bahan bakar genset. Petambak ikan di Aceh juga harus ikhlas ikannya mati akibat tidak adanya pasokan oksigen. Bukan hanya pengusaha yang rugi, masyarakat biasa juga mengalami dampaknya berupa kerusakan alat elektronik dan macetnya aktivitas rumah tangga.

Black out yang terjadi di Sumatra tergolong lama, mulai dari durasi 10—24 jam. Black out bukan hanya terjadi akibat penyebab minor seperti tower yang berdekatan dengan pohon dan jamperan yang terputus, tetapi juga disebabkan karena kesalahan tata kelola pengelolaan listrik.

Pengelolaan ala sistem sekuler kapitalisme telah mengakibatkan listrik dikelola dengan prinsip bisnis. Rakyat akan mendapatkan listrik jika sanggup membayar. Jika tidak sanggup membayar, rakyat tidak bisa mendapatkan akses listrik.

Tambahan cadangan listrik yang disediakan tidak akan terlalu berdampak apabila pengelolaannya masih dikelola dengan asas sekularisme. Sekularisme yang memisahkan agama dengan kehidupan telah membuat listrik bisa dikuasai oleh swasta, bahkan swasta asing. Walaupun saat ini PLN sebagai perusahaan negara yang diberikan otoritas mengelola listrik di negeri ini, tampaknya pengelolaan ala sekuler kian terasa.

Berbeda dengan sistem sekuler, Islam telah menetapkan listrik termasuk kepemilikan umum. Barang yang termasuk ke dalam kepemilikan umum dikelola oleh negara untuk kemaslahatan umat. Negara tidak diperbolehkan menetapkan tarif sesuka hati. Ini karena negara mengatur urusan umat.

Negara akan mengembalikan hasil kepemilikan umum dalam bentuk langsung atau tidak langsung sehingga rakyat bisa secara langsung menikmati listrik gratis. Jika tidak bisa digratiskan, rakyat hanya membayar biaya operasional. Negara bisa membagi hasil kepemilikan umum secara tidak langsung untuk menikmati pelayanan terbaik yang diberikan negara.

Pengelolaan listrik sesuai syariat akan mengembalikan hak kepemilikan umum kembali kepada pemiliknya. Penguasa yang diberikan wewenang mengelola kepemilikan umum akan amanah karena pertanggungjawaban berada di tangan Allah. Tidak cukup dikelola secara amanah, tetapi pengelolaan listrik butuh aturan yang benar. Aturan yang benar tentulah berasal dari Sang Pencipta. Tidakkah kita merindukan aturan tersebut?

Putri Ira [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an