Umat harus bergerak bersama-sama untuk mendukung perjuangan menegakkan Daulah Khil4f4h bersama kelompok dakwah ideologis. Umat juga harus menyuarakan kepada penguasa muslim agar membela Palestina dengan jihad, sebagai bukti keseriusannya sekaligus mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam sistem sekuler kapitalisme.
CemerlangMedia.Com — Kondisi Palestina masih mengkhawatirkan hingga saat ini. Genosida dan kezaliman yang dilakukan Zi*nis Isra3l makin brutal. Menurut otoritas kesehatan Gaza, jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza meningkat menjadi 56.412 orang, 133.054 orang lainnya terluka sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Isra3l pada 7 Oktober 2023 lalu (29-6-2025).
Situasi Gaza diliputi penderitaan yang tidak ada habisnya di tengah pengkhianatan para penguasa muslim. Sekalipun Iran melawan Isra3l, sejatinya tindakan tersebut bukanlah bentuk pembelaan terhadap Palestina. Perang Iran justru makin menunjukkan tidak satu pun penguasa muslim yang benar-benar serius membela Gaza. Mereka hanya mementingkan negaranya sendiri.
Dilansir dari portal daring, Presiden Amerika Serikat (AS ) dan Perdana Menteri Isra3l telah sepakat untuk berencana mengakhiri perang di Gaza, sebagaimana dilaporkan Israel Hayom, Kamis (26-6-2025). Salah satu poin kesepakatan terkait gencatan senjata di Gaza adalah Isra3l akan mengekspresikan kesiapannya atas solusi masa depan atas konflik dengan warga Palestina menurut konsep ‘dua-negara’ dan mengakui implementasi kedaulatan Isra3l atas Tepi Barat (27-6-2026).
Kondisi ini menggambarkan bahwa dorongan sebagian penguasa muslim, termasuk Indonesia untuk menekan Zi*nis menerima solusi dua negara adalah untuk membodoh-bodohi umat dan sangat tidak masuk akal. Pasalnya, Zi*nis dan AS sampai kapan pun tidak akan menerima Palestina merdeka sepenuhnya.
Di sisi lain, warga Palestina yang teguh dan tulus, tidak akan merelakan sejengkal pun tanah kaum muslim untuk diberikan kepada Zi*nis. Mereka tidak mungkin mau mengingkari perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada yang sudah mempertahankan tanah Palestina dengan darah dan nyawa mereka. Artinya, pembantaian akan terus menyala dan perlawanan juga tidak akan pernah padam.
Umat Islam harus fokus dan yakin bahwa solusi masalah Gaza dan Palestina adalah hadirnya negara Islam, yakni Daulah Khil4f4h yang akan mempersatukan umat dan mengomandokan jihad. Selain itu, umat tidak boleh terkecoh oleh opini normalisasi yang tampaknya indah, padahal membahayakan. Umat harus ingat bahwa solusi dua negara sudah sering kali diucapkan sejak dahulu, tetapi pembantaian terus berlangsung.
Pembantaian di Gaza seharusnya menjadi jalan kebangkitan dan kesadaran umat agar bersama-sama memperjuangkan Palestina dengan solusi tepat. Sebab, berharap pada solusi Barat justru menjauhkan pada solusi sebenarnya. Sejatinya, solusi hakiki kemenangan Palestina adalah menghadirkan Negara Islam (Daulah Khil4f4h) sebagai cara yang dicontohkan Nabi saw. yang terbukti telah menjadi pelindung dan membawa umat kepada kebangkitan hakiki.
Umat harus bergerak bersama-sama untuk mendukung perjuangan menegakkan Daulah Khil4f4h bersama kelompok dakwah ideologis. Umat juga harus menyuarakan kepada penguasa muslim agar membela Palestina dengan jihad, sebagai bukti keseriusannya sekaligus mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam sistem sekuler kapitalisme.
Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa sekularisme adalah sistem buatan manusia yang rusak. Sistem ini harus segera dicampakkan dan ditinggalkan, lalu segera kembali kepada sistem yang sahih, yaitu sistem Islam yang diterapkan secara keseluruhan dalam semua aspek kehidupan. Hanya sistem Islam yang mampu memecahkan seluruh persoalan manusia, termasuk menolong Palestina.
Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat [CM/Na]
Views: 14






















