Pelaku Tawuran Tak Cukup Dinasihati

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Solusi tuntas atas permasalahan tawuran di kalangan pelajar tidak cukup hanya dinasihati saja. Melainkan dengan membentuk kepribadian pelajar melalui pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara dalam semua aspek kehidupan.

CemerlangMedia.Com — Hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru sudah dimulai. Namun, sangat disayangkan, para pelajar malah melakukan tawuran. Sebanyak 14 orang pelajar yang berasal dari dua SMK di Kota Bogor diciduk polisi usai diduga hendak tawuran di Jalan Sholeh Iskandar (Solis) Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor (14-7-2025).

Kasus tawuran yang marak dilakukan pelajar saat ini membuktikan bahwa perilaku generasi, makin hari kian rusak. Meskipun telah diamankan polisi, seluruh pelajar tersebut hanya mendapatkan pembinaan dan pendataan lebih lanjut. Orang tua siswa serta pihak sekolah masing-masing turut dihadirkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dalam menangani kasus tawuran pelajar tersebut, pola yang dilakukan oleh polisi hanya dengan menangkap pelaku saja, kemudian menasihati, memanggil pihak orang tua serta sekolah, dan akhirnya mereka dibebaskan. Pola seperti ini pada kenyataannya tidak mampu menghentikan ataupun mengurangi aksi tawuran pelajar.

Sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini telah melahirkan pola yang salah dan tidak mampu mengatasi tawuran hingga ke akarnya. Pola ini berasas pada kebebasan berpendapat yang dijamin oleh negara.

Selain itu, sanksi yang dijatuhkan kepada pelaku tawuran tidak membuat efek jera. Pasalnya, sistem kapitalisme menetapkan usia di bawah 18 tahun adalah anak-anak yang tidak bisa disentuh hukum dan dianggap masih di bawah umur. Oleh karenanya, pelaku tawuran hanya cukup dinasihati saja tanpa ada tindakan yang membuatnya kapok.

Tentunya untuk mengatasi problem tawuran ini diperlukan penanganan yang tepat serta mampu memberikan perubahan yang mendasar pada kepribadian pelajar itu sendiri. Untuk mengubah kepribadian seseorang, tidak cukup dinasihati secara individu saja, tetapi dibutuhkan sistem pendidikan, dukungan keluarga dan masyarakat, serta sistem sanksi yang membuat jera.

Dalam Islam, pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan sudut pandang Islam akan mampu membentuk kepribadian Islam. Segala perbuatannya berlandaskan halal-haram, perintah dan larangan Allah. Begitu pula dengan kurikulum pendidikan, akan menerapkan kurikulum Islam yang mampu mencetak generasi cerdas, bertakwa, serta mampu memimpin dunia dengan penerapan seluruh hukum-hukum-Nya.

Penerapan syariat Islam yang kafah dalam seluruh aspek kehidupan terbukti mampu menghasilkan generasi yang berkepribadian Islam. Mereka tidak mungkin melakukan tawuran dan tindak kriminalitas. Generasi muda yang terlahir dalam kegemilangan Islam ialah sosok pembela kebenaran dan pemberani, mereka berjihad di medan perang demi membela agamanya.

Sosok para pemuda pemberani itu adalah Abdullah bin Abbas, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Umar, Mush’ab bin Umair, dan Usamah bin Zaid. Ada pula Muhammad al-Fatih, si penakluk Konstantinopel. Pada saat itu ia berusia 21 tahun. Bersama pasukan terbaiknya, ia mampu meruntuhkan benteng Konstantinopel. Tentunya masih banyak pemuda lain yang menorehkan tinta emas pada masanya.

Oleh karena itu, solusi tuntas atas permasalahan tawuran di kalangan pelajar tidak cukup hanya dinasihati saja. Melainkan dengan membentuk kepribadian pelajar melalui pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara dalam semua aspek kehidupan.

Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat [CM/Na]

Views: 27

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *