Kapitalisme Melanggengkan Penjajahan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Zakiah Ummu Faaza

Untuk meraih kemerdekaan seutuhnya, butuh aktivitas yang menghantarkan pada perubahan hakiki. Saat ini sudah tampak suasana perubahan di tengah masyarakat akan penjajahan yang masih tersisa, seperti fenomena One Piece yang viral belakangan ini dan yang sejenisnya. Namun, fenomena tersebut sekalipun menyuarakan keadilan, belum mampu menyentuh akar permasalahannya karena masih berada pada sistem kapitalisme.

CemerlangMedia.Com — Hari kemerdekaan RI ke-80 disambut dengan berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat, mulai dari mengibarkan bendera merah putih di setiap rumah warga, pelaksanaan upacara bendera, dan berbagai perlombaan lainnya yang sudah lazim diadakan setiap memperingati hari kemerdekaan. Namun sayangnya, masyarakat belum terbebas dari berbagai persoalan kehidupan sebagai bukti langgengnya penjajahan.

Berdasarkan data Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), simpanan nasabah makin menurun. Tabungan masyarakat, mayoritas diambil dan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari (cnbcindonesia.com, 8-8-2025).

Hal ini membuktikan bahwa ekonomi masyarakat belum stabil, penghasilan masyarakat tidak pernah naik dan cenderung turun. Sementara pengeluaran makin besar karena harga-harga melambung tinggi dan banyak pungutan dari negara. Akibatnya, masyarakat terpaksa memakai uang tabungannya. Keadaan ekonomi yang makin hari kian memburuk tentu akan mengantarkan masyarakat kepada jurang kemiskinan.

Persoalan lain yang dihadapi bangsa ini adalah pembajakan potensi generasi untuk mengukuhkan kapitalisme. Generasi yang dilahirkan dari asuhan kapitalisme adalah rusak dan merusak. Mereka hanya mengejar kesenangan dan manfaat semata. Dalam kehidupannya, mereka jauh dari agama, hedonis, daya juang kurang, serba boleh, serba instan, dan permisif. Wajar jika pada akhirnya lahir generasi yang kerap melakukan tawuran serta perilaku buruk lainnya.

Selain itu, berbagai pemikiran rusak, seperti deradikalisasi, islam moderat, dialog antar agama, pluralisme, sinkretisme, liberalisme, dan lainnya telah menjauhkan umat dari pemikiran Islam sehingga tidak bisa berpikir sahih. Jelaslah bahwa -kondisi bangsa Indonesia, meski sudah merdeka dari penjajahan fisik, tetapi masih terjajah secara pemikiran.

Kapitalisme Penyebabnya

Sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini adalah akar persoalannya. Sistem ini hanya mengejar manfaat, tidak memedulikan halal haram. Sebab, sistem ini tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat, tetapi melayani kepentingan kapitalis. Pada sistem ini, negara membuka izin pengelolaan sumber daya alam seluas-luasnya kepada asing, sementara rakyat sulit mendapatkan pekerjaan. Akibatnya, kapitalis makin kaya raya, sedangkan rakyat makin miskin dan sengsara.

Kemerdekaan seharusnya dapat terwujud jika rakyatnya sudah sejahtera dengan terpenuhi segala kebutuhan dasarnya. Ketika rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, esensinya, Indonesia belum merdeka secara hakiki karena rakyat masih harus berjuang mencari sesuap nasi di tengah negara yang berlimpah sumber daya alamnya.

Negara sebagai pengurus rakyatnya seharusnya mampu mewujudkan kemerdekaan hakiki bagi bangsanya, yaitu membebaskan dari sistem kapitalisme yang melanggengkan penjajahan sepanjang masa. Sayangnya, semua ini tidak mampu terwujud. Sebaliknya, rakyat makin sengsara, menderita, dan berada pada jurang kemiskinan yang tak berkesudahan.

Tentunya, untuk lepas dari kondisi penjajahan hakiki ini diperlukan solusi yang tepat dan mampu menyelesaikan persolan. Bukan hanya di permukaan ataupun sesaat, tetapi hingga ke akarnya serta mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik sekaligus bisa membebaskan diri dari penjajahan hakiki.

Hanya Islam Solusinya

Islam merupakan agama sekaligus mabda yang mampu memecahkan persolan kehidupan, termasuk membebaskan dari penjajahan kapitalisme yang terus langgeng. Islam memberikan aturan kehidupan bukan berdasarkan akal manusia yang terbatas, tetapi berdasarkan wahyu Rabb semesta alam. Dengan tunduk, patuh, dan menerapkan semua aturan-Nya, sejatinya manusia sudah terbebas dari penjajahan.

Penerapan sistem Islam kafah adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk menjawab berbagai persoalan hari ini. Sistem Islam mampu menjamin kehidupan rakyat dengan mengelola kepemilikan umum dan mengalokasikan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat. Dengan ini, rakyat tidak akan hidup dalam kesulitan ekonomi karena kebutuhan dasarnya (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan) sudah terpenuhi.

Negara Islam akan melakukan industrialisasi besar-besaran sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dengan upah yang layak. Alhasil, rakyat akan terjamin kebutuhan hidupnya dan tidak akan ditemui rakyat yang menganggur, hilang pekerjaan, serta depresi dengan persoalan kemiskinan akibat pengelolaan ekonomi yang salah.

Negara juga akan memberikan tanah bagi yang mau menghidupkannya sekaligus memberikan modal yang sesuai dengan kebutuhan pembukaan lahan tersebut. Oleh karenanya, tanah kosong bisa diberdayakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat. Adapun untuk fakir miskin, negara akan memberikan santunan guna mencukupi semua kebutuhan hidup mereka yang dananya berasal dari baitulmal.

Sistem Islam kafah juga akan menjaga pemikiran umat Islam tetap sesuai dengan aturan syariat dan hidup dalam ketaatan kepada Allah. Artinya, secara tidak langsung aturan syariat akan menghapus penjajahan pemikiran yang merusak umat. Alhasil, umat dapat dikatakan telah meraih kemerdekaan hakiki dan terbebas dari tatanan kehidupan yang salah.

Khatimah

Untuk meraih kemerdekaan seutuhnya, butuh aktivitas yang menghantarkan pada perubahan hakiki. Saat ini sudah tampak suasana perubahan di tengah masyarakat akan penjajahan yang masih tersisa, seperti fenomena One Piece yang viral belakangan ini dan yang sejenisnya. Namun, fenomena tersebut sekalipun menyuarakan keadilan, belum mampu menyentuh akar permasalahannya karena masih berada pada sistem kapitalisme.

Untuk itu, penting penyadaran di tengah umat akan perubahan hakiki yang dipimpin oleh jemaah dakwah Islam ideologis. Jemaah yang melakukan perubahan hakiki dari sistem kufur menuju Islam sehingga umat paham, meyakini, dan sama- sama berjuang untuk melepaskan belenggu penjajah yang sebenarnya, yaitu sistem kapitalisme. Kemudian segera kembali menuju sistem yang benar, yaitu sistem Islam yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan sebagai solusi tuntas atas penjajahan. [CM/Na]

Views: 53

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *