Menakar Cinta Pada Rasulullah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Mia

Apakah pantas segala perjuangan Rasulullah saw. dalam membawa risalah Islam, menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya, kita balas dengan mengkhianati ajaran-Nya? Mencari celah untuk menghindar dari kewajiban yang telah dititahkan dan berpaling pada sistem kehidupan yang rusak.

CemerlangMedia.Com — Kelahiran Nabi saw. diperingati setiap tahun oleh mayoritas kaum muslim di negeri ini. Tidak jarang, umat mengungkapkan mahabbah kepada Nabi saw. dengan melantunkan salawat, menonton dan membaca sirah, memuji diri beliau, serta mencintai ahlul bayt-nya.

Tidak ada yang salah dengan itu semua. Hanya saja, acap kali terjadi kerancuan akan arti cinta kepada Nabi saw.. Hal ini terjadi karena umat tidak betul-betul memahami makna dan konsekuensi dari pernyataan cinta kepada Nabi.

Al-Qur’an memperingatkan, siapa saja yang mengaku beriman pada Allah dan Rasul-Nya agar jangan meletakkan kecintaan pada apa pun di atas keduanya. Cinta akan dua hal itu harus di atas segala-galanya.

Akan tetapi, tidak jarang kita temui, kecintaan umat terhadap Allah dan Rasul disejajarkan dengan cinta mereka kepada yang lain, seperti cinta terhadap keluarga, jabatan, kelompok, dan kebangsaan. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, ada juga yang meletakkan cinta kepada Allah dan Rasul di bawah yang lainnya.

Ini tampak ketika tidak ada pembelaan saat kehormatan Baginda Rasulullah saw. dinodai, berdiam diri ketika Al-Qur’an dibakar, dan peristiwa lainnya yang menyayat hati kita sebagai seorang muslim. Umat diseru agar tidak tersulut emosi saat Islam dinistakan. Akan tetapi di sisi lain, umat diprovokasi marah untuk hal-hal receh, semisal fanatisme dan nasionalisme.

Manifestasi cinta kepada Allah dan Rasuln-Nya adalah dengan ketaatan dan rida terhadap segala perintah-Nya dan segala risalah yang dibawa Rasulullah saw.. Namun, ketaatan sekarang berusaha didegradasi dari umat dengan opini radikalisme, moderasi beragama, termasuk Islam Nusantara. Semua itu digaungkan demi melunturkan keterikatan umat pada ajaran Islam.

Moderasi beragama atau Islam moderat menggiring umat untuk melepaskan keterikatan, bukan saja pada syariat, tetapi juga terhadap akidah. Dengan alasan moderasi beragama, Islam kemudian dicampuradukkan dengan paham sekularisme, liberalisme, demokrasi, dan nasionalisme. Sementara para pejuang Islam kafah labeli sebagai kaum radikalis.

Ironinya, yang menggulung kecintaan dan ketaatan kepada Nabi saw. justru datang dari kaum muslim sendiri, terutama mereka para cendikiawan dan alim yang berada di barisan para penguasa. Melalui kekuasaannya, mereka membuat konstitusi yang meminggirkan Islam kafah, melalui mulut para cendikiawan dan alim, mereka memainkan dalil-dalil untuk melegitimasi penyesatan tersebut. Na’udzubillaah.

Mari kita renungkan bersama, apakah pantas segala perjuangan Rasulullah saw. dalam membawa risalah Islam, menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya, kita balas dengan mengkhianati ajaran-Nya? Mencari celah untuk menghindar dari kewajiban yang telah dititahkan dan berpaling pada sistem kehidupan yang rusak.

Sungguh, tidak ada sistem kehidupan yang lebih unggul selain dari apa yang dibawa Rasulullah saw., yaitu Islam. Wallahu a’lam bisshawab [CM/Na]

Views: 31

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *