Penulis: Hidayat
Siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Utara
CemerlangMedia.Com — Kisah ini dimulai dari perjalanan saya di jenjang sekolah menengah atas. Awal kepercayaan diri saya meningkat karena adanya suatu tekad dan mimpi untuk menjadi lebih baik dari kemarin, rasa semangat menjadikan patokan saya agar menjadi lebih kuat dan bermanfaat.
Saat duduk di bangku kelas X, saya mulai belajar berorganisasi dengan mengikuti kegiatan pramuka yang menjadikan kualitas diri menjadi lebih baik. Banyak cerita dan pengalaman yang saya dapatkan dalam organisasi ini.
Hari-hari pun berlalu dan tahun berganti. Ketika saya menduduki kelas XI, peningkatan diri menjadi tujuan utama saya. Saya terus berpikir bagaimana caranya meningkatkan kualitas diri dan saya memutuskan untuk memasuki organisasi yang berdampak sangat positif terhadap sekolah, lingkungan, dan kepribadian.
Organisasi ini bernama OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang bertujuan untuk menjadi jiwa kepemimpinan dalam berbagai hal dan kegiatan yang ada di sekolah. Rasa penasaran dan keingintahuan saya terhadap organisasi ini sangat luas.
Banyak hal yang saya dapatkan ketika memasuki kedua organisasi tersebut. Tidak pernah menyesal karena bisa dapat berkontribusi dan memberikan manfaat terhadap warga sekolah maupun masyarakat. Saya mencintai dan merasa bangga organisasi yang saya ikuti berdampak positif dan bermanfaat.
Tidak terasa, setiap perjalanan dengan penuh pengalaman dan cerita menarik sudah memasuki fase di mana saat ini merupakan tahun terakhir. Saya sangat menikmati setiap perjalanan dan momen-momen yang tidak akan terulang kedua kali.
Menurut saya, pengalaman lebih berharga dari segalanya. Kebahagiaan, sedih, senang, duka, semua sudah pernah saya alami di organisasi sekolah. Kerja sama menjadi semangat kami dalam berkegiatan kapan dan di mana pun. Kebersamaan menjadikan kami lebih kokoh, kuat, dan bermanfaat bagi siapa pun.
Akhir perjalanan telah tiba, yaitu perpisahan akan menjadi kenangan yang akan membayang. Dua tahun telah berlalu, cerita di akhir masa pun sudah terasa.
Sore itu, angin berhembus lembut menyapu halaman SMA Negeri 1 Mentaya Hilir Utara. Di halaman sekolah yang menjadi saksi banyak pertemuan, perpisahan, dan perjuangan, sekelompok siswa berkumpul untuk kegiatan terakhir mereka sebagai bagian dari pramuka dan OSIS.
Bagi mereka, pramuka bukan sekadar latihan baris-berbaris, tali-temali, atau perkemahan. Pramuka adalah rumah kedua—tempat belajar arti kerja sama, kebersamaan, dan kepemimpinan. Mereka pernah basah kuyup diguyur hujan saat perkemahan, tertawa saat api unggun menyala, dan saling menguatkan ketika lelah menyusun tenda di tengah malam.
Sementara OSIS adalah wadah perjuangan lain. Dari sana, mereka belajar berdiskusi, menyusun program kerja, mengatur acara sekolah, hingga menghadapi kritik dari teman-teman sebaya. OSIS mengajarkan tanggung jawab, keberanian berbicara, dan keteguhan hati untuk tetap bekerja demi kepentingan bersama.
Hari itu, suara derap kaki tidak lagi terdengar di lapangan, suara rapat OSIS yang biasanya riuh sudah berganti hening. Semua berkumpul dalam satu lingkaran besar dengan suara bergetar, dan tatapan nanar, ada rasa gusar karena hari ini sampailah pada penghujung kepengurusan, kami duduk bersama untuk menyampaikan salam terakhir.
Dan pada akhirnya, “Setiap simpul tali yang pernah kita ikat, semoga menjadi pengikat persaudaraan yang tak pernah putus. Meski kita akan berpisah, kebersamaan akan selalu hidup dalam langkah kita.” [CM/Na]
Views: 27






















