Sistem ekonomi Islam mampu menyejahterakan rakyatnya karena sumber daya alam yang ada sepenuhnya dikuasai dan dikelola oleh negara. Dengan demikian, negara mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai serta menyejahterakan rakyat. Inilah tanggung jawab negara dalam Islam yang harus ditunaikan kepada rakyatnya, sebagaimana hadis Rasulullah saw..
CemerlangMedia.Com — EN (34) seorang ibu warga Banjaran, Kabupaten Bandung ditemukan tewas bvnvh diri. Mirisnya, kedua anak EN yang berusia 9 tahun dan 11 bulan pun ikut meninggal dunia. Selain itu, ditemukan surat wasiat yang ditulis EN berisi kekesalan pada suaminya terkait utang keluarga dan tekanan ekonomi. Kasus ini masuk kategori filisida maternal (09-09-2025).
Kasus di atas adalah bukti rapuhnya seorang ibu yang seharusnya mampu melindungi buah hatinya. Faktor lemahnya iman, tekanan ekonomi, hingga rusaknya sistem kehidupan menjadi penyebab terjadinya kasus ini. Lemahnya iman membuat individu kehilangan idrak sillah billah (kesadaran akan hubungannya dengan Allah). Alhasil, standar halal atau haram tidak menjadi pijakan dalam perbuatannya.
Lemahnya iman pun membuat kesehatan mental individu terganggu sehingga mudah frustasi terhadap ujian hidup. Alhasil, individu mengambil jalan pintas mengakhiri hidupnya hingga tega menghabisi nyawa buah hatinya.
Sementara itu, tekanan ekonomi yang dihadapi merupakan akibat sulitnya kepala keluarga (suami) mendapatkan akses pekerjaan yang layak. Ini terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme yang menghalalkan sumber daya alam dikuasai oleh swasta maupun asing. Alhasil, negara tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan menyejahterakan rakyatnya.
Di sisi lain, liberalisme sebagai sistem kehidupan yang menganut kebebasan tanpa batas, membuat masyarakat minim dalam perkara amar makruf nahi mungkar. Alhasil, kehidupan masyarakat bersifat individual dan tidak peduli terhadap kondisi individu lainnya.
Berbeda dengan sistem Islam dalam menjaga kesehatan mental rakyatnya. Dalam Islam, akidah merupakan landasan utama yang harus dimiliki setiap individu sehingga mampu bersabar menghadapi ujian dalam kehidupannya. Selain itu, Islam mendorong masyarakat untuk melakukan amar makruf nahi mungkar sehingga suasana keimanan masyarakat terpelihara.
Di sisi lain, sistem ekonomi Islam mampu menyejahterakan rakyatnya karena sumber daya alam yang ada sepenuhnya dikuasai dan dikelola oleh negara. Dengan demikian, negara mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai serta menyejahterakan rakyat. Inilah tanggung jawab negara dalam Islam yang harus ditunaikan kepada rakyatnya, sebagaimana hadis Rasulullah saw.,
“Imam/Khalifah itu laksana penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab atas gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, sudah selayaknya menerapkan sistem Islam secara menyeluruh (kafah) agar kesehatan mental individu bisa terjaga dan kasus filisida maternal bisa dicegah sedini mungkin. Wallahua’lam bisshawab.
Neni Nurlaelasari
Bekasi, Jawa Barat [CM/Na]
Views: 15






















