Oleh: Ummu Iffah
CemerlangMedia.Com — PUISI
Dua puluh tahun berlalu
Bukan sekadar angka yang tertulis di buku,
Tetapi tentang waktu,
Ada air mata dan tawa yang dilewati bersama
Akad nikah itu,
Menggetarkan Arsy-Nya
Langkah kecil kita menapaki masa depan dengan cinta
Yakin bahwa Allah akan selalu meridai kita
Tidak selalu mudah, tidak selalu indah
Ada hari-hari yang penuh tawa
Ada malam-malam yang penuh luka
Kita pernah lelah, tetapi tidak pernah menyerah
Setiap luka, kita jahit kembali
Dengan sabar dan saling mengerti
Setiap retak, kita sambung kembali
Dengan doa dan pelukan penuh kasih
Dua puluh tahun,
Kita masih ingin terus belajar
Belajar ikhlas dan sabar
Ketika impian tidak sesuai harapan
Kita bukan lagi pasangan muda,
Tetapi dua jiwa yang saling memahami
Kita tidak perlu hingar,
Cukup Dia rida atas diri kita
Kau adalah rumah,
Tempat segala lelahku luruh
Kau belahan jiwa
Telah membuat hidupku bermakna
Anak-anak adalah saksi
Bahwa cinta kita tak sekadar janji
Rumah ini bukan sekadar tempat berlindung dari matahari,
Tetapi tempat menyemai kasih sayang tanpa henti
Dua puluh tahun berlalu
Aku masih ingin menyusuri waktu bersamamu
Sampai uban tak bisa lagi bersembunyi,
Sampai kaki tak lagi mampu berdiri,
Tapal Batas, 22 September 2025 [CM/Na]
Views: 20






















