Dalam Islam, sumber dana untuk program yang dijalankan jelas dan halal, yakni dari pengelolaan sumber daya alam, Fai, kharaj, dan lain sebagainya sehingga negara mampu memastikan kebutuhan seluruh rakyat, mulai dari sandang, pangan, dan papan. Hanya dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam setiap lini kehidupan, kesejahteraan rakyat bisa terjamin.
CemerlangMedia.Com — Sejumlah pelajar keracunan Makan Gizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipingkor, Kabupaten Bandung Barat, sudah menyentuh 411 pelajar, mulai dari Paud hingga SMA/SMK. Semua korban telah menjalani perawatan dirumah sakit (24-09-2025).
Kasus keracunan MBG sudah terjadi berulang kali sejak awal diluncurkan program ini. MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan kesehatan, meningkatkan kualitas IQ, daya tangkap dan minat belajar, serta membuka lapangan kerja bagi petani, dan lain-lain.
Namun, hal itu tidak sejalan dengan fakta yang ditemukan di lapangan, banyak terjadi kasus keracunan akibat dari MBG. Bagaimana mau meningkatkan gizi anak sekolah atau kualitas IQ, sedangkan makanan yang dikonsumsi tidak aman bagi mereka. Kesehatan anak-anak dan proses belajar-mengajar terganggu, sedangkan biaya yang dikeluarkan begitu besar untuk program MBG.
Seharusnya pemerintah memperhatikan setiap program yang dicanangkan. Sebab, kebijakan yang tidak tepat, tentu akan menimbulkan berbagai masalah. Terlebih kesehatan dan pendidikan, merupakan persoalaan vital yang harus diperhatikan dan dipenuhi.
MBG yang disebut sebagai solusi untuk mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting, nyatanya bukan pilihan yang tepat. Pasalnya, penyebab gizi buruk dan stunting bukan karena kurang protein dan vitamin, melainkan kemiskinan yang sistemik.
Lapangan pekerjaan sulit bagi pencari nafkah, bahan-bahan pokok mahal, pendidikan mahal. Ini karena kekayaan alam dikuasai oleh swasta, distribusi pangan dikuasai oleh segelintir orang, dan negara hanya sebagi regulator sehingga masyarakat makin kesulitan.
Kondisi ini terjadi akibat dari penerapan sistem sekularisme kapitalisme yang diemban oleh negara. Sistem yang memisahakan aturan agama dari kehidupan dan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Alhasil, MBG menjadi program populis yang indentik dengan bisnis, memberikan keuntungan bagi perusahan-perusahan besar, mulai dari sektor pertanian, perikanan, logistik, dan lain-lain.
Dalam Islam, negara adalah pengurus rakyat. Dalam Islam, pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Rasulullah saw. bersabda,
“Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia akan bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Tentu pemimpin dalam Islam akan memenuhi semua kebutuhan pokok, pangan dan gizi yang terencana dengan baik, menyiapkan lapangan pekerjaan bagi pencari nafkah, bukan sekadar memenuhi janji saat kampanye. Dalam Islam, kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.
Dalam Islam, sumber dana untuk program yang dijalankan jelas dan halal, yakni dari pengelolaan sumber daya alam, Fai, kharaj, dan lain sebagainya sehingga negara mampu memastikan kebutuhan seluruh rakyat, mulai dari sandang, pangan, dan papan. Hanya dengan penerapan Islam secara menyeluruh dalam setiap lini kehidupan, kesejahteraan rakyat bisa terjamin.
Arbaiya kabes, S.Tr.Kep.
Fakfak, Papua Barat [CM/Na]
Views: 63






















