Bun, Tunjukkan Jalanku!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Siti Norwahidah
Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan

CemerlangMedia.Com — Malam itu, Rasya pulang dengan langkah sempoyongan. Bau alkohol masih tercium dari mulutnya. Sudah berulang kali ia melakukan hal yang sama, nongkrong dengan teman-temannya sampai larut malam, mabuk, lalu pulang dengan mata merah. Rumah yang ditempatinya pun tidak pernah terasa layaknya tempat pulang. Ayahnya sendiri juga sering mabuk dan jarang mempedulikan keluarganya. Sementara ibunya yang sakit-sakitan, hanya bisa berbaring lemah di kamar.

Hidup Rasya makin berantakan. Ia jarang salat, jauh dari masjid, dan hanya sibuk mengejar kesenangan dunia. Bahkan, ia tidak bisa lepas dari pacarnya meskipun sering terjebak dalam hubungan yang penuh dosa. Bagi Rasya, semua itu seperti candu. Ia tahu ini semua salah, tetapi seolah hal ini tak mampu ia hentikan.

Suatu malam, setelah pertengkaran besar dengan pacarnya, Rasya pulang dengan hati kacau. Ia masuk ke kamar ibunya yang sedang terbaring. Dalam tangis, ia berlutut di samping ranjang.

“Bun… aku lelah. Hidupku kacau. Aku sering mabuk-mabukan, hidupku dipenuhi perbuatan dosa, aku gagal. Aku… aku tersesat, Bun. Bun, ini arahnya ke mana?”

Ibunya membuka mata, menatap lembut meski tubuhnya lemah. Dengan suara lirih, ia berkata, “Nak, arah hidupmu bukan pada minuman, bukan pada temanmu, dan bukan pada kekasihmu. Arah hidupmu hanya satu, kembali kepada Allah. Kau bisa salah, bisa jatuh, tetapi Allah selalu membuka pintu tobat. Mulailah dari salatmu, doamu, dan Qur’anmu.”

Kata-kata itu menusuk hati Rasya. Malam itu juga, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia berdiri menegakkan salat yang selama ini ditinggalkan olehnya. Saat sujud, air matanya tumpah deras membasahi sajadah yang sedang ia kenakan. Ia merasa Allah benar-benar memanggilnya pulang.

Hari-hari berikutnya penuh ujian. Rasya berusaha menjauh dari kebiasaan buruk, memutuskan hubungan yang menjerumuskannya, dan menahan diri dari ajakan teman-temannya. Ia jatuh lalu bangun, kadang tergoda lagi, tetapi setiap kali ingat wajah ibunya yang sabar, ia kembali bangkit.

Bertahun-tahun kemudian, Rasya berhasil berubah. Berkat niat yang tulus dari hati, kini Ia menjadi pemuda yang rajin mengaji, taat salat, dan membantu orang-orang di sekitarnya. Ia dikenal sebagai contoh anak muda yang mampu bangkit dari masa lalu kelam.

Suatu sore, anak-anak kecil bertanya padanya dengan polos, “Kak Rasya, ini arahnya ke mana?”

Rasya tersenyum, lalu menjawab dengan penuh keyakinan, “Arah kita semua adalah menuju Allah. Kalau kita bertakwa, kita tidak akan pernah tersesat.”

Rasya akhirnya tersadar, Seberat apa pun masa lalu seseorang, meski terjerumus dalam pergaulan yang salah, hubungan yang salah, atau keluarga yang berantakan, Allah Swt. selalu membuka lebar pintu kepada hamba-Nya untuk bertobat. Asalkan dengan penuh niat dan manusia akan menemukan arah hidup yang lurus dan benar. [CM/Na]

Views: 34

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *