Dimakan Kerakusan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Nurul Aryani

CemerlangMedia.Com — PUISI

Sebuah bukit di desa nun jauh
Hilang tidak dalam semalam
Tambang timah merenggut napasnya
Alat berat mencabik kulitnya
Kesepakatan merobek denyut nadinya

Primata ketakutan hilang rumah juga kawanan
Burung pontang-panting mencari pengungsian
Adapun pohon, ke mana ia akan bepergian?

Tanah kita
Tempat mengadu nasib kita
Hilang ditelan kerakusan
Terpenggal oleh kekuatan
Mati karena kebungkaman

Tanah kecil kami
Rumah sederhana kami
Kini terbungkus dalam kenangan

Pilu sungguh
Lukamu menganga
Namun, orang merasa baik-baik saja

Seonggok tanah di desa sana
Ia hilang termakan kerakusan
Kelak pun terlupa dimakan zaman
Lantas, ribuan tahun ke depan,
Akankah bukit itu dianggap khayalan?

Tanah kecil itu,
Bukan hanya rumah bagi primata,
Tetapi tanah di mana ayah kami mencari nafkah

Kali ini ia hilang,
Tetapi lain kali tidak boleh lagi

Bangka Belitung, Juni 2025
*Sebuah puisi refleksi untuk sebuah bukit yang “hilang” karena tambang timah. [CM/Na]

Views: 24

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *