Amal Bersama Niat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Fila KA

CemerlangMedia.Com — Hai, perkenalkan, aku sering disapa Sal, siangkat, ya. Aku suka dengan pelajaran hadits, tapi tidak suka dengan ujiannya, sulit, guru yang memberi nilai tidak ramah, tapi aku suka. Mungkin sejak di pondok, ketika aku bisa setoran 40 hadits Arbain. Rasanya hadits lebih mudah dihafal ketimbang Qur’an, padahal banyak hadits yang mengatakan, bahkan di Qur’an sendiri, bahwa Qur’an itu mudah. Mungkin karena adanya tuntutan, yang membuatnya terasa tertekan dan tak mudah diterima, mungkin juga karena faktor lain. Sejak di pondok hafalan Quran ku tidak terlalu bagus, tapi anehnya tiap kali ditugaskan menghafal hadits, aku selalu merasa ringan menjalaninya.

Oke, kembali ke masa saat ini, intinya aku suka hadits dan belum kutemui alasannya. Sekarang aku di bangku kuliah dan dengan rasa percaya diri memilih jurusan hadits, menyaksikan sendiri kerumitan ilmu hadits. Di situ aku jadi berpikir dua kali, apakah aku benar-benar menyukai hadits? Jujur hadits itu seru, apalagi ketika membedah satu hadits, kemudian mencari perawinya (orang yang meriwayatkan hadits) dan mencari tingkatan haditsnya, itu mengasikkan dan rumit secara bersamaan. Di hadits kita melihat siapa yang bicara, bukan apa yang dibicarakan.

Kamu tahu, setiap yang kita kerjakan itu kan harus dibarengi dengan niat, agar berkah dan mendapatkan apa yang kita niatkan tersebut. Nah, aku meniatkan diriku menggeluti ilmu hadits supaya paham dan lebih dekat dengan Rasulullah, mengamalkan sunah. Walau jujur saja, aku belum yang seratus persen mengamalkan semua sunah, masih tertatih-tatih. Lebih dominan menikmati keseruannya membedah hadits dan perawinya sih. Jadi paham hadits tersebut gimana caranya bisa sampai ke kita dengan jalur yang tidak terputus dari Rasul, itu keren kan?

Ngomong-ngomong soal niat, ketika kita membangun mimpi-mimpi pasti kita punya niat kan agar sampai pada tujuan yang kita harap. Atau ketika ingin melakukan perbuatan baik pun lebih baik menyertakan niat di dalamnya. Karena sesepele apapun perbuatan baik itu, sekedar menyingkirkan paku dijalanan dengan niat supaya tidak ada orang yang terluka, niat tersebut tidak akan sia-sia, sungguh.

Karena yang aku tahu seperti itu, dari sebuah hadits masyhur (terkenal), perawinya juga bukan orang sembarangan, melaikan sahabat Rasulullah langsung, bisa dibilang beliau sahabat terdekat kedua, yaitu Umar bin Khatab, walaupun dahulu hadits ini sulit dicari jalurnya, benar-benar hanya diriwayatkan Umar saja, sebab Umar mendengar hadits tersebut langsung dari Rasulullah, tidak ada sahabat lain yang meriwayatkan, tapi nilai hadits ini jelas keshahihannya. Bisa dilihat dari beliau sebagai sahabat Rasulullah, juga dilihat dari banyaknya kesempatan beliau bersama Rasul dan minim sekali kemungkinan berbohongnya. Bahkan hadits ini diterima dan disusun oleh Shahihain (dua kitab hadits sahih -ditulis oleh imam Bukhari dan imam Muslim-).

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله ﷺ يقول: “انما الأعمال بالنيات و انما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله و رسوله فهجرته إلى الله و رسوله و من كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه” [متفق عليه ـ أى البخارى و مسلم].

‘An umar bin khatab radiyallahu anhu qoola sami’tu rasulullah salallahu alaihi wa salam yaquulu: “Innamal a’maalu bin niyyat wa innamaa likulim ri im man nawaa, faman kaanat hijrotuhu ilaLlahu wa rasuulihi fahijrotuhu ilaLlahi wa Rasuulihi, wa man kaanat hijrotuhu lidunya yushiibuha aw imrotiy yankiihuhaa fahijrotuhu ilaa maa ha jara ilayhi.” [mutafaqun alayhi – ay al bukhari wa muslim].

Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrah nya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” [HR Bukhari dan Muslim].

Jangan ragu untuk berniat di tiap hal yang ingin kita lakukan ya, tidak sia-sia, di hadits itu dijelaskan tiap amal yang dibarengi niat akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tetapi perlu diketahui, niat yang baik adalah niat karena Allah dan Rasul nya, bukan niat yang hanya untuk dunia dan isinya, walaupun itu juga tidak masalah sih. Karena hadits itupun telah menjelaskan kalau hijrahmu karena mencari dunia maka kamu akan mendapat apa yang ingin ia tuju.

Akan tetapi, kalian penasaran tidak, bagaimana cerita latar belakang hadits tersebut?

Kalau di dalam Qur’an, kita biasa mengenal asbabun nuzul “penyebab ayat tersebut turun”, hadits pun punya istilahnya yaitu asbabul wurud. Kita tengok yuk, apa yang menjadi sebab hadits ini turun.

Hadits ini di latar belakangi oleh peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah. Dalam peristiwa itu terdapat seorang pemuda yang ikut hijrah bersama Rasulullah, tetapi niat pemuda tersebut bukan karena Allah dan Rasul-Nya, melainkan niatnya karena perempuan. Maka hadits tersebut turun, sebagai penjelas, bahwa tiap amal akan bergantung pada niatnya dan seseorang itu akan mendapatkan apa yang ia niatkan.

Dari satu hadits itu saja, keren banget ya, maknanya. Apa lagi kalau kita melirik hadits-hadits yang lain, bahkan hadits tentang niat sendiri, bukan hanya satu ini saja. Ada hadits lain juga yang membahas, kalau kita punya niat baik tapi tidak dikerjakan, cuma sempat diniatkan, itu dapet satu pahala, loh. Sedangkan kalau kita melakukan niat baik tersebut, mendapatkan sepuluh pahala. Tapi kalau kita berniat buruk tapi tidak jadi dilakukan kita tidak berdosa, sedangkan kalau kita melakukan niat buruk itu, Allah hanya mencatat sebagai satu dosa. Keren ya, Allah maha baik.

Sekarang teman-teman, kalau suka dengan haditsnya, bisa banget loh dihafal tapi harus dibarengi dengan niatnya ya. Supaya dapet pahala, kan asik yaa, tidak merugi sama sekali.
Selamat menjalankan niat baik di tiap keadaan.

(*Naskah ini original, tidak disunting oleh editor CemerlangMedia.Com) [CM/Na]

Views: 30

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *