Tergesa-gesa Sungguh Merugikanmu

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

# 30HMBCM

Penulis: Khadijah Azzahra
Bab 3 Seni Menciptakan Tenang dalam Diri

CemerlangMedia.Com — Seperti biasanya, setiap pagi aku mengantar anak ke sekolah. Tepat hari ini aku merasa sedikit tergesa-gesa karena toddlerku sudah berada di depan rumah, sedang aku masih belum siap. Hal itu membuat standar motor belom terpasang dengan tegak untuk menyangga motor. Akhirnya, motorku jatuh hingga membuat bensinku merembes keluar.

Dari kejadian ini aku segera berusaha menenangkan diri dengan membaca doa agar kejadian serupa ini tidak terjadi lagi. Dan perjalanan lancar menuju sekolah hingga kembali ke rumah dengan selamat.

Di dalam upaya menenangkan diri tadi, terbesit keheranan kenapa aku sampai tergesa sekali. Padahal kalau dibilang terlambat juga tidak, lantas apa yang membuat aku sampai tidak fokus memasang standar motor tadi?

Dari sini aku mulai sadar bahwa upayaku untuk menjadi tenang dalam setiap kondisi harus terus aku pupuk, sebab tergesa-gesa selalu merugikan diriku, seperti kejadian tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah. Aku masih terus berlatih agar sifat tergesa-gesa bukan lagi menjadi pilihanku, melainkan menyegerakan dengan tetap tenang merupakan sifat yang aku pilih dalam setiap kondisi.

Ternyata tergesa-gesa telah melandaku dalam setiap kondisi, seperti saat melihat toddlerku yang sedang memegang benda yang akan membahayakannya, tentu dengan tergesa-gesa aku mengambilnya secara paksa. Padahal jika dengan sifat tenang aku akan segera mengambilnya dengan menukar benda yang menjadi perhatiannya. Dengan berpikir begini aku mulai berlatih disetiap kondisi, sebab dengan sifat menyegerakan dan tenang tentu hal itu akan membuat toddlerku merasa aman dan tidak sedih atau terhindar dari luka ditangannya akibat aku rampas benda tersebut dengan tergesa-gesa.

Kondisi tergesa-gesa dalam mengambil keputusan ketika marah, juga menjadi pembelajaran sebab dalam kondisi marah tentu keputusan yang diambil secara tergesa-gesa akan menghasilkan penyesalan. Dalam Islam kita temukan beberapa cara dalam meredakan amarah. Ketika amarah sudah reda barulah mengambil keputusan. Hal ini kadang masih saja menjadi kebiasaan dan dari sini aku belajar untuk melatihnya agar terhindar dari sifat tergesa-gesa.

Pernah juga dalam berdoa aku seolah tergesa-gesa ingin hajatku dikabulkan oleh Allah, padahal hal ini juga tidak dibolehkan, ustazahku pernah mengingatkan terkait hal tersebut dengan mengatakan, “Meminta kepada Allah Swt. itu ya, dengan adab yang baik, kita aja meminta sesuatu kepada orang tua aja dengan cara yang baik, apalagi mintanya kepada Allah Swt., tentu harus dengan adab yang baik.”

Semua sifat tergesa-gesa itu juga dapat aku lihat dalam ibadah sholatku, padahal aku sudah mengenal arti tuma’ninah hanya saja belum sampai diterapkan. Hingga aku diingatkan dalam kondisi sholat berjamaah dengan teman-teman saat masa kuliah dulu. Mereka dengan tuma’ninah dalam sholatnya. Hingga ada ketenangan yang dapat aku rasakan saat sholat berjamaah dengan mereka.

Aku terus berusaha menjaganya hingga sampai saat ini ketika ada seseorang yang membahas tuma’ninah dalam sholat, maka aku pun berusaha meneliti kembali terkait dengan sholatku. Dan berharap ketika hal ini sudah terlatih, maka ketenangan dalam segala kondisi juga bisa aku rasakan.

Semuanya butuh belajar dan berlatih terlebih saat punya anak yang baru bisa merangkak atau jalan, hal ini juga menguji sifat tenangku menjadi tergesa-gesa menyelesaikan sholat, atau bahkan bisa batal sebab ia terjatuh atau melakukan apa yang diluar prediksiku. Sungguh, menjadi orang tua yang tenang itu butuh latihan dan aku juga belajar terus dari suamiku.

Tergesa-gesa berangkat ke sekolah, ibadah, bekerja, atau menepati janji dengan orang lain sampai mengambil keputusan adalah hal yang perlu dihindari. Sebab, akan menimbulkan kerugian jika hal itu terus berlangsung. Di sini aku belajar dari rutinitas yang aku pilih, ternyata masih ada yang terkesan tergesa-gesa, dari sini aku ingin tergesa-gesa bukan lagi menjadi pilihanku melainkan menyegerakan dan tetap tenang adalah pilihanku dalam menjalankan aktivitas.

Upayaku agar terhindar dari tergesa-gesa yang pertama dengan memahami dulu jadwal harian Jika itu sudah menjadi rutinitas maka harusnya sudah menjadi kebiasaan pula dalam persiapannya. Dan jika dalam rutinitas harian ada perubahan jadwal maka hal ini harus dirancang segera mungkin agar dalam pelaksanaanya tidak tergesa-gesa. Hal demikian masuk dalam management diri.

Terus yang kedua menghadirkan kesadaran penuh bahwa setiap aktivitasku ini merupakan langkah mencari ridho Allah Swt., dengan begitu aku terhindar dari tergesa-gesa. Semisal kondisinya merasa terlambat ya, tidak perlu ngebut artinya ada management yang salah maka perlu diperbaiki ke depannya.

Yang ketiga, ingat betul bahwa ketika tergesa-gesa itu muncul dalam aktivitas maka segera ingat bahwa sifat ini dimiliki oleh setan, maka aku pun tak mau memiliki sifat ini. Dan semoga kita semua dijauhkan dari sifat tergesa-gesa.

Dengan tiga cara ini merupakan seni yang aku coba terapkan dalam menciptakan rasa tenang dalam diri. Sungguh perlunya doa kepada Allah agar terhindar dari semua sifat tergesa-gesa. Dan jangan menyerah untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Sebab aku dan kamu yang membaca tulisan ini bisa jadi sama-sama di posisi yang sedang berjuang menciptakan rasa tenang dalam diri.

(*Naskah ini original, tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 22

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *