# 30HMBCM
Penulis: Khadijah Azzahra
Bab 5 Tetangga Adalah CCTV Terbaikku
CemerlangMedia.Com — Memiliki tetangga yang baik dan berusaha menjadi tetangga yang baik adalah sebuah rezeki yang besar dari Allah. Tetangga merupakan saudara terdekat kita pernyataan ini memang benar dan aku rasakan sendiri. Tepat setelah menikah aku diboyong suami ke kota ia bekerja sekaligus tempat ia dilahirkan. Dan kota ini menjadi domisiliku yang baru.
Dari sini aku mulai belajar bagaimana aku berinteraksi dengan orang-orang yang baru aku kenal. Aku dan suami sama-sama saling belajar mulai dari berkenalan hingga mengingat nama satu per satu tetangga kami. Begitu guyup dan rukunnya warga tempat kami tinggal. Sampai aku tak lagi sungkan ketika meminta bantuan kepada mereka.
Awalnya aku pikir warga sekitar pada cuek dan individu. Ternyata tidak, bahkan mereka seperti tetangga aku saat tinggal di Surabaya. Setiap wilayah memiliki aturan dan tata tertib masing-masing yang perlu dipatuhi. Termasuk tata cara membuang sampah setiap harinya. Awalnya kami buang sampah seperti biasanya, di tong sampah depan rumah.
Beberapa hari kemudian kami melihat sampah tersebut masih utuh dan belum diangkut oleh tukang pengambil sampah. Lalu kami mendapat info dari salah satu tetangga yang mau memberitahu kami bahwa sampah seperti ini tidak akan diangkut sebab tidak dimasukkan ke kantong plastik. Dari sini kami belajar mengikuti cara yang diberikan oleh tetangga kami. Alhamdulillah akhirnya tong sampah milik kami bersih dari tumpukan sampah setelah dirapikan dalam satu wadah plastik.
Kami sangat berterima kasih kepada tetangga kami yang mau memberi tau tata cara membuang sampah, meski hal sepele seperti ini jika diabaikan tanpa perhatian yang serius akan menimbulkan masalah bau dan menjadi pusat perhatian orang lain. Hal itu jelas menimbulkan ketidak nyamanan bagi orang lain dan kami.
Setiap wilayah punya tata cara masing-masing. Sehingga bagi kami wajib memberi tahu tamu kami atau tetangga baru kami nantinya dalam urusan membuang sampah. Pernah kejadian juga hal yang serupa pada tetangga baru beda RT tepat di samping rumah kami. Beliau membakar sampah tengah malam sehingga asapnya mengepul memenuhi ruangan rumah kami.
Kami semua sudah terlelap tidu, dan yang terbangun saat itu adalah suami yang terkejut dikira ada kebakaran. Kemudian dia mengecek dapur dan ternyata asap berasal dari luar dapur kami. Segera suami ku keluar rumah dan mengecek apa yg terbakar di balik dinding dapur kami, ternyata tetangga kami sedang membakar sampahnya. Spontan suami langsung teriak dengan menegur tetangga baru kami karena sedikit kesal. Segera tetangga baru kami mematikan api tersebut sesuai perintah suamiku.
Keesokan harinya suamiku merasa bersalah atas sikap ia menegur tetangga baru yang semalam membakar sampah di samping rumah kami. Dan dari perasaan bersalah itu, lalu ia segera mencari kesempatan untuk memberi tahu dengan cara yang baik. Dan mencari tahu juga apa penyebab ia membakar sampah. Padahal sudah ada peraturan jelas bahwa sampah itu akan diangkut oleh bagian kebersihan.
Dengan meminta maaf kepada tetangga baru atas perilaku yang cukup tegas semalam. Dalam obrolan itu, suamiku mendapatkan jawaban bahwa tetangga baru kami belom mendapatkan info dari siapa pun mengenai cara membuang sampah. Kami pun menyampaikan tata cara lengkap seperti yang disampaikan tetangga kami dulu waktu awal pindah dan menjadi tetangga baru mereka. Ilmu itu pun akhirnya kami sampaikan kepada tetangga baru kami. Hubungan baik terjalin antara kami dengan tetangga baru itu.
Selain urusan kebersihan lingkungan, juga adanya masalah keamanan saat kita mudik lebaran. Kami merasa nyaman sebab tetangga kami adalah CCTV terbaik. Yang kami lakukan adalah titip rumah ketika akan berangkat mudik, dan tetangga yang kami anggap seperti orang tua kami dilingkungan itu, juga memberi arahan terkait tabung gas yang harus dicabut, listrik yang juga sebagai perhatian saat mudik agar keamanan rumah terjaga. Dan selain itu doa terbaik saat akan melakukan perjalanan mudik.
Masyallah begitu indahnya memiliki tetangga yang baik. Aku dan suami juga berusaha untuk mencontoh kebaikan mereka. Masih banyak kebaikan-kebaikan mereka yang lain. Seperti saat ada yang sakit segera bersama-sama menjengguk, ada yang hajatan nikahan juga saling membantu hingga terlaksananya acara, saling memberi ketika salah satu dari kami butuh bumbu atau bahan dapur yang kehabisan.
Hubungan yang guyup dan rukun inilah yang menjadi kunci terciptanya sebuah tali persaudaraan baru sesama tetangga sehingga ketika kita mudik atau keluar rumah, maka tak ada kekhawatiran terhadap kondisi rumah saat kita di luar rumah. Sebab, tetangga kami sudah tahu siapa orang tua dan kerabat, bahkan teman dan kenalan kami sehingga tak ada rasa khawatir lagi.
Tanpa penjaga keamanan komplek, kami pun sudah mendapatkan tetangga yang terbaik. Meski tetangga depan rumah kami sudah memasang alat CCTV, sebab beliau pemilik usaha jasa pasang CCTV, maka alat ini sebagai pelengkap bagi warga di wilayah kami yang sudah guyup dan rukun.
Jadi, mari selalu berdoa, memohon kepada Allah Swt. agar dipertemukan dengan tetangga yang baik dan orang-orang yang baik, di mana pun kita berada. Dan tentu berusaha menjadi yang terbaik untuk orang lain dan tetangga adalah hal yang akan menuai kebaikan dan hasilnya bisa kita rasakan.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 35






















