Dunia Itu Tempatnya Lelah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Shafiyyah AL Khansa

Setiap beban yang dipikulkan kepada kita tidak pernah lepas dari pengawasan-Nya. Ujian hidup pasti kita temui dan lelah pasti kita rasakan juga, tetapi ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Jangan menjadi hamba yang durhaka, yang kala berduka ingat pada Rabb-Nya dan lupa saat hari-hari bahagia.

CemerlangMedia.Com — Hidup di dunia memang tempat lelah mendera. Tidak jarang, silih bergantinya fase kehidupan membuat kita ingin berhenti. Seolah-olah ingin mengakhiri setiap lelah yang ada atau minimal mendorong untuk kita berdoa agar waktu cepat berlalu dan setiap peristiwa yang melelahkan hari ini lekas terlewati.

Tidak jarang pula derai air mata turut menghiasi perjalanan hidup ini. Barang sekadar untuk meluapkan setiap emosi yang tertahan di dada atau menyalurkan rasa yang tidak mampu lagi dikeluarkan dengan kata-kata.

Memang benar, kehidupan dunia tidak selalu indah karena nyatanya kita harus berhadapan dan berdampingan dengan “lelah”. Hampir di seluruh aspek kehidupan memaksa kita menguras energi, pikiran, atau bahkan harta yang kita miliki. Karut marut kehidupan dunia hari ini seolah menjadi keniscayaan yang harus kita hadapi dan jalani suka atau tidak suka, rela atau tidak rela. Namun yang pasti, hidup harus terus berjalan.

Apalagi hidup di sistem kehidupan yang berlandaskan pada sistem yang fasad, yakni sekularisme. Agama dipisahkan dari kehidupan sehingga membuat suasana makin sesak. Rasanya, iman mudah sekali luruh karena lingkungan yang jauh dari kata islami. Ruang kebaikan seolah makin sempit. Akan tetapi, seorang muslim harus tetap berjuang.

Berjalan pada garis ketaatan adalah keharusan meski badainya makin kencang yang pada akhirnya lelah adalah kawan dalam berjuang. Akan tetapi, untuk setiap lelah yang membawa pada lillah dan makin mendekatkan pada Allah adalah rezeki yang tidak bisa dinilai dengan materi. Ia adalah berkah bagi yang menikmatinya dengan penuh rasa syukur kepada Allah.

Lelah di jalan ketaatan adalah lelah yang Allah ridai. Hal yang harus kita upayakan sebagai hamba, wujud ketakwaan kepada Rabb semesta alam, Allah Swt.. Biarpun dunia seolah tidak memihak, tetapi bukankah jalan menuju surga-Nya memang bukan perkara mudah?

Dunia akan selalu menjadi tempat lelah bagi siapa yang mendamba surga di akhirat nanti. Dunia memang tempat berproses yang melelahkan dan akhirat adalah tempat istirahat terbaik.

Allah Swt. berfirman,

لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ

Artinya: “Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” (QS Al-Hijr: 48).

Maha Baiknya Allah, tidak pernah meninggalkan kita apa pun keadaannya. Tidak jarang, maksiat kita lakukan, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan. Akan tetapi, tidak jarang juga Allah selamatkan kita, seakan memeluk dan memberikan kesempatan untuk kembali pada jalan yang Dia ridai, meski tak sekali dua kali kita ingkar lagi. Bahkan pada saat hidup terasa berat, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah Maha Pemurah, tetapi bukan berarti Dia tak bisa marah.

Tetaplah berjalan menuju kehidupan yang abadi di jalan yang penuh kemuliaan dan jalan ketaatan, walaupun harus berpeluk dengan lelah dan berbekal pada lillah. Insyaallah, surga tempat kita beristirahat.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya, “Wahai Imam, kapankah waktu istirahat itu?” Beliau jawab, “Istirahat yang sesungguhnya ialah pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

Setiap beban yang dipikulkan kepada kita tidak pernah lepas dari pengawasan-Nya. Ujian hidup pasti kita temui dan lelah pasti kita rasakan juga, tetapi ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Jangan menjadi hamba yang durhaka, yang kala berduka ingat pada Rabb-Nya dan lupa saat hari-hari bahagia. Tetaplah berada di jalan yang semestinya, jangan pernah meninggalkan Allah apa pun kondisi dan bagaimana situasinya meski lelah mendera, luka menganga, atau bahagia dalam dekapan kita. [CM/Na]

Views: 5

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *