Penjara Orang Mukmin

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Fila KA

CemerlangMedia.Com — Hai, aku jurusan hadis. Kali ini ingin sedikit menghibur lelahmu dari kesibukan dunia yang menyesakkan.

Hidup memang penuh dengan teka-teki dan tiap teka-tekinya harus kita jawab sendirian, tidak ada contekan. Dunia memang tidak pernah dibentuk untuk mencari kebahagiaan untuk manusia, khususnya seorang muslim.

Bahkan, Imam Asy’ary, salah satu ulama Ahlu Sunnah pun mengartikan makna bahagia adalah ketika kita wafat dalam keadaan beriman. Berarti bahwa kebahagiaan seseorang tidak bisa kita lihat sebelum kita tahu keadaan wafatnya.

Oleh karena itulah, bahagia di dunia sangat sulit ditemukan. Allah juga tidak pernah berkata, dunia sebagai tempat bahagia. Allah justru menekankan, kehidupan dunia isinya hanya permainan dan senda gurau, serta menjelaskan juga bahwa akhirat sebagai tempat yang lebih baik untuk orang-orang bertakwa.

Sebagai seorang muslim, kita perlu tahu bahwa keberadaan kita di dunia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Maksudnya adalah taat mengimani Allah dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Kalaulah kita jadikan dunia sebagai permainan, maka kita terkurung di dalamnya, menyesakkan, penuh lelah, dan letih.

Padahal kita sering melihat, orang-orang yang tidak beriman itu, justru anehnya mendapatkan banyak sekali kenikmatan dunia, kekayaan harta, kesehatan, pendidikan yang tinggi, ekonomi yang lancar dan pasangan yang baik. Sedangkan umat yang beriman, seringnya diuji kelaparan, kemiskinan, tidak berpendidikan. Kenapa Allah melakukan ini?

Sungguh, ilmunya Allah, hanya Allah yang tahu. Sedangkan kita hanya bisa meraba dan yakin bahwa di setiap keadaan sulit ini, Allah telah menyiapkan tempat yang sangat cocok untuk kita pulang dari rasa sesak dunia. Allah tidak menjanjikan dunia sebagai tempat yang kekal, maka memang sewajarnya tempat yang hanya kita singgahi sebentar, isinya penuh ujian, indah, tetapi di waktu yang lain juga terasa menyakitkan.

Bahkan, Abu Hurairah meriwayatkan satu hadis yang menggambarkan keadaan orang beriman dengan orang kafir di dunia.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “الدنيا سجن المؤمن، و جنة الكافر” رواه مسلم

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. (HR Muslim).

Penjara yang dimaksud pada hadis tersebut adalah bahwa seorang mukmin itu terpenjara karena adanya keharusan menahan dirinya dari godaan duniawi dan senantiasa taat pada Allah Ta’ala. Namun, Allah menjanjikan kebahagiaan untuknya di akhirat, sebab kelak di akhirat tidak lagi ada kewajiban atas mukmin menahan hawa nafsunya.

Sementara surga bagi orang kafir adalah dibebaskan untuknya berlaku di dunia, sebab tak ada lagi kebahagiaan yang mereka dapat di akhirat, justru siksaanlah yang menantinya. Oleh karena itu, dikatakan bahwa dunia adalah surga bagi mereka, surga yang tidak abadi, sedangkan siksaan bagi mereka, abadi.

Kalau kamu sekarang dalam keadaan tidak baik, itu tidak apa-apa, sebab memang isi dunia tidak ada yanga indah untuk seorang mukmin. Kita hanya perlu berusaha menjalaninya sesuai dengan yang Allah perintahkan, jalani saja yang Dia suka, kelak Allah akan meridai kita dan memberikan kebahagiaan yang kekal di akhirat.

Jangan menyerah, seberat apa pun ujian yang Allah turunkan kepadamu. Ujian tersebut Allah kirim khusus untukmu karena Allah yakin kamu mampu menopangnya. Selamat ya, kamu menjadi yang Allah pilih. Jadi, pasti kamu mampu menjalaninya.

Terus maju dan berhusnuzan pada-Nya, pasti ada kunci dan jalan keluar untuk menyelesaikan ujian tersebut. Sebagaimana ujian kita di bangku sekolah, setiap ujian yang para guru berikan, pasti ada kunci jawabannya.

Walaupun rasanya tidak mungkin kamu mampu melewati ujian tersebut, tidak apa, coba saja, hadapi, pasti nanti-nanti kamu bisa menyelesaikannya dan saat itu terjadi, kamu mungkin belum tau hikmahnya. Kelak di masa mendatang, kamu pasti akan mengerti, kenapa Allah memberi ujian itu khusus untukmu.

Hai, bacalah! Orang yang menulis ini juga belum tentu sebagai orang yang sudah selesai dengan semua ujian yang datang menimpahnya.

Aku pun masih suka kebingungan juga menyelesaikan masalah sendiri. Satu ujian datang, eh, ujian berikutnya datang, padahal yang sebelumnya saja rasanya belum beres.

Begitulah hidup. Kita akan terus-menerus menemui lika-liku dan ujian tersebut yang membuat kita tumbuh menjadi lebih dewasa dan sederhana dalam menyikapi makna bahagia.

Mari sama-sama merangkul, yakin, ikhlas, dan sabar menjalani ujian yang Allah kirim pada kita, dalam keadaan siap ataupun tidak. Ujian tersebutlah yang digambarkan sebagai penjara di hadis tersebut karena jika ujian itu kita lalui dengan ikhlas, pastinya Allah sudah menyiapkan hadiahnya untuk kita.

Berbeda dengan orang kafir yang Allah tidak lagi peduli dengan mereka. Menjadikan mereka di dunia merasakan kebebasan dikarenakan Allah yang enggan memberi ujian pada mereka. Setiap ujian yang tulus kita jalani pasti memperoleh pahala darinya, sedangkan orang kafir, ia tidak akan mendapat pahala dari Allah karena itu rata-rata mereka terlihat bebas di dunia.

Lagi pula, kebahagiaan dunia itu fana, sementara, dan itu hanya cocok untuk orang kafir, bukan orang beriman. Allah telah menyediakan tempat pulang paling nyaman, bebas, dan kekal untuk orang beriman.

Jangan murung lagi! Tidak apa merasa sedih, tetapi tetap pada keimananmu. Sebab, hanya itu yang dapat menolongmu supaya bebas dari penjara dunia. Akhirat untuk mukmin itu senantiasa Allah gambarkan indah, bahkan keindahannya mengalahi keindahan yang ada di dunia.

Tetap hidup dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan beriman juga. Jangan pulang sebelum Allah yang menyuruh kamu pulang. Sesungguhnya, itulah kebahagiaan hakiki bagi seorang mukmin. Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan beriman.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 41

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *