Istikamah di Barisan Dakwah Islam Kafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: D. Leni Ernita

CemerlangMedia.Com — Wahai para pengemban dakwah Islam, betapa kita sering sibuk dengan mengejar urusan di dunia ini hingga terkadang kita lupa melihat ke belakang, ada saudara kita yang terluka, tertinggal, bahkan terpuruk. Bukan karena gempuran musuh, tetapi karena kita saudaranya, saudaranya yang tidak sempat menggenggam tangannya.

Padahal dakwah ini tidak akan kokoh dan kuat hanya dengan kekuatan ide dan gagasan saja. Akan tetapi, ia akan kuat apabila hati kita terpaut dalam satu pemikiran, aturan, dan perasaan Islam. Tentunya dengan barisan-barisan dakwah yang erat dan kokoh.

Bukan hanya visi, tetapi kasih sayang yang tulus kareana Allah Taala. Tanpa ukhuwah yang kuat, jemaah dakwah akan menjadi rapuh dan mudah futur. Tanpa saling peduli, kita akan kehilangan semangat berjuang. Tanpa keiklasan untuk merangkul, kita akan saling meninggalkan.

Allah Swt. berfirman,
“Taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian saling berselisih. Jika kalian berselisih, kalian akan gagal dan hilang kekuatan kalian.” (TQS Al-Anfal, 46).

Wahai sahabatku, ingatlah! Musuh-musuh dakwah tidak sedang tidur. Mereka akan terus mencari jalan untuk menghalangi langkah-langkah dakwah kita. Kaum kafir dan para munafik akan terus bersatu menjatuhkan perjuangan kita, musuh musuh Islam akan menggelontorkan harta tanpa batas untuk menguasai media yang paling canggih sehingga mampu mengendalikan opini publik. Mereka ingin cahaya Islam di muka bumi ini padam.

Akan tetapi, mereka tidak akan pernah berhasil mengalahkan para pejuangnya yang benar-benar bersatu berjuang bersungguh-sungguh dengan kekuatan yang saling mengkokohkan, niat yang lurus karena Allah. Sebab, Allah Swt. menjamin cahaya Islam tidak akan pernah padam.

Salah satunya dari ayat Al-Qur’an yang menjadi hujjah untuk tetap berjuang di jalan Allah adalah firman Allah Taala,
“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, akan tetapi Allah menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membecinya.” (TQS As-Saff: 8).

Kita tidak akan berhasil dan menang jika hanya mengandalkan logika dan strategi. Akan tetapi, kita akan menang jika kita lawan kekuatan mereka dengan kekuatan yang lebih tinggi, yaitu sabar, iklas, istikamah dalam berjuang, menjalin tali ukhuah yang kuat dengan ruh jemaah, serta saling mendoakan saudaranya.

Wahai sahabatku pejuang Islam! Semoga kita selalu ikhlas saling menguatkan, saling mencintai karena Allah, saling memaafkan tanpa harus diminta, saling merangkul meski pernah terluka, meluruskan niat dalam segala apa pun tujuan kita.

Sebab, kita ini manusia yang lemah dan serba terbatas. Kita bukanlah malaikat, kita banyak kekurangan dan kelemahan, kadang khilaf dan tersinggung. Akan tetapi, janganlah kesalahan dibalas dengan benci. Siapa yang akan menjaga dan merawat barisan jemaah ini andai sesama pejuang saling menyakiti? Siapa yang akan menyembuhkan luka umat?

Ketika melihat kisah para sahabat Rasulullah Muhammad saw., mereka yang sangat mulia bukan karena tidak pernah berbeda dalam berpendapat, bukan karena suci dari hawa nafsu. Mereka juga manusia, tetapi mereka iklas dan lapang dada, mereka minta maaf dan saling memaafkan.

Sebab, mereka memahami hakikat perjuangan bukan soal perasaan, bukan pula soal siapa yang lebih pintar dan ideal, tetapi soal satu tujuan dalam menggapai rida-Nya, syafaat Rasulullah, dan kemenangan Islam sebagai agama yang mengatur seluruh kehidupan.

Rasullullah bersabda,
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, seperti bangunan, yang satu menguatkan yang lain.” (HR Al- Bukhari dan Muslim).

Jangan pernah remehkan kekuatan dan sentuhan jemaah dakwah. Terkadang yang membuat seorang pejuang tetap bertahan bukan karena ilmunya saja, tetapi sapaan tulus dari saudaranya yang akan membuat pejuang Islam kembali ke barisannya, mengubah niatnya untuk berhenti dakwah.

Barisan dakwah ini tidak butuh wajah wajah yang sempurna, tetapi butuh hati -hati yang tulus yang sanggup merangkul ketika pengemban dakwah yang lain mulai melemah semangat dakwahnya. Kalau ada yang futur, ajak kembali untuk tetap semangat. Kalau ada yang lelah, temani ia. Kalau ada yang terluka, rawat. Kalau ada yang jatuh, bangkitkan lagi. Jangan biarkan satu pun dari roboh dan menjauh dari barisan dakwah.

Firman Allah Taala, “Sesungguhnya orang -orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara dua saudaramu itu.” (TQS Al Hujurat: 10).

Marilah kita jaga ukhuah ini bukan dengan adu argumen, tetapi dengan saling mencintai karena Allah dan benci karena Allah serta dengan hati yang saling menguatkan. Kita tidak berlomba untuk sempurna, tetapi berjuang bersama-sama dalam barisan dakwah untuk sampai ke jannah-Nya.
Aamiin Alahumma aamiin

Wallahu a’lam bisshawab.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 31

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *