#30HMBCM
Oleh: Lailatul Maulina
CemerlangMedia.Com — Tujuan menjadi salah satu hal yang penting agar kamu bisa menjadi versi terbaik yang sebenarnya. Tanpa menoleh kanan dan kiri, bahkan tidak perlu meminta persetujuan manusia. Kamu bisa tentukan dengan jelas ke mana diri kamu akan melangkah, dan apa yang harus dipahami agar tujuan tidak menjadi sekadar jargon yang kosong. Yups, dengan tujuan itu nanti akan memberikan hasil yang pasti padamu untuk maju selama kamu memahami dirimu sendiri.
Coba tatap diri kamu sendiri di depan cermin dan coba pikirkan, siapa dirimu? Jika masih juga bingung, karena yang tampak dalam benak mungkin diriku sama dengan yang lainnya, tentu tidak semua orang sama. Mereka punya cara pendang masing-masing tentang diri mereka sendiri, tergantung sejauh mana mereka mencari dan di mana mereka mencari.
Kamu juga perlu pahami bahwa tidak semua manusia menerima perbedaan yang mungkin muncul dari masng-masing pribadi yang mereka temui. Mereka bisa saja menganggap bahwa mereka sudah menjadi versi terbaik menurut mereka, padahal nyatanya mereka bisa saja tenggelam dalam arus yang dipilih oleh mayoritas orang.
Jargon “be your self’ marak diadopsi tanpa tahu makna yang sebenarnya. Mereka pikir cukup dengan paham artinya, jadilah dirimu sendiri menjadi alasan untuk bebas menjadi dan melakukan apa pun sesuai yang mereka suka.
Padahal jika kamu lebih dalam memahami tentang makna “be your self” justru akan membuat dirimu tepat dalam menempatkan diri, tanpa harus terkekang. Sejatinya, banyak yang merasa telah menjadi diri mereka sendiri tanpa menentukan batasan yang jelas. Mereka akhirnya tidak punya arah atau bahkan kebablasan karena merasa hidup itu hanya untuk dinikmati. Padahal memahami diri dengan arah yang jelas akan membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak tanpa harus mengorbankan diri. Tepatnya, tujuan itu yang terlebih dahulu kamu tentukan. Sebelum membahas lebih jauh ke sana, kamu perlu jawab dulu pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertama, siapa dirimu dan dari mana kamu berasal? Mungkin dari kalian ada yang menjawab, manusia lah, tentunya lahir dari perut ibu saya lah. Iya semua pada tahu itu, tetapi telisik lebih dalam lagi, siapa sumber pertama dan satu-satunya penciptaan manusia itu?
Mulailah berpikir dan mencari tahu. Jika kamu benar-benar mencari tahu, pasti hanya ada satu jawaban di benakmu, yakni dirimu (manusia) adalah makhluk yang berasal dari Allah Sang Pencipta. Hati-hati menjawab, jangan sampai terbersit Teori Darwin. Tapi gak masalah sih, buat yang yakin saja dan mau bahwa mereka berasal dari kera.
Lanjut pertanyaan kedua, untuk apa kamu diciptakan oleh Pencipta? Untuk having fun lah, nikmatin hidup. Mungkin maksudnya sebelum terbujur kaku dalam balutan kain kafan, jadi banyakin main. Main tidak ada masalah sih, asal tahu batasan dalam bermain menikmati hidup. Bersama siapa dan untuk apa kamu menjalani hidup. Tentu maksudnya adalah esensi aktivitasmu sesuai atau tidak dengan tujuan dirimu diciptakan.
Jika kamu diciptakan untuk sekadar menjalani hidup, maka tidak mungkin ada utusan dari Pencipta untuk memperingatkanmu. Jika dirimu hidup sekadar suka-suka melakukan hobi, maka gak perlu diturunkan aturan Allah yang begitu sempurn dan paripurna.
Dirimu hidup tidak lain untuk taat dan patuh pada aturan Allah (syari’at Islam) karena itu pilihan yang kamu yakini dan satu-satunya yang dibenarkan oleh-Nya.
“Saya gak milih Islam, tetapi karena orang tua saya muslim, saya muslim juga.”
Kalau begitu, kita lanjut. Dirimu diberikan akal dan tuntunan sebagai dasar untuk mengetahui pilihan mana yang benar dan salah. Cari tahu apa yang sudah kamu yakini selama ini dengan banyak bertanya dan membaca referensi yang tepat.
Pertanyaan ketiga yang terakhir, akan ke mana dirimu setelah meninggalkan dunia ini? Dikubur lah, apa lagi. Coba renungi, apa maksud Allah memintamu mengikuti aturan-Nya? Apa maksud dari adanya azab dan pahala? Surga dan neraka untuk siapa? Keduanya itu adalah makhluk-Nya, termasuk dirimu sebagai manusia. Azab bagi yang suka melanggar aturan dan pahala bagi yang patuh dengan penuh keimanan. Sangat adil, bukan?
Jangan pernah salahkan Allah jika kelak dirimu tidak ditempatkan di surga karena rambu-rambu dari-Nya sudah lengkap dalam Al-Qur’an dan makin jelas juga detail dalam Sunah dari utusan-Nya, Nabi Muhammad saw..
Jadi, tentang goals atau tujuanmu, coba atur ulang dengan benar dalam benak sehingga lebih terarah hidup dan langkahmu dalam bingkai rida-Nya.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 27






















