Organizing Your Environment

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Lailatul Maulina

CemerlangMedia.Com — Lingkunganmu adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidupmu. Keberadaannya bisa membuatmu nyaman, terkadang membuatmu kesal atau bahkan ketakutan. Satu hal yang penting dari lingkunganmu adalah bisa menjadikanmu orang yang baik atau bahkan buruk. Bisa menjadikanmu berada di jalan yang benar atau justru bisa merusak dirimu, baik secara fisik maupun psikis. Maka dari itu, perhatikanlah sekitarmu, jangan sampai abai atau bahkan hidup seakan berjalan mengurusi urusan sendiri.

Saat ada yang salah, kita perlu berusaha untuk mengarahkan. Bukan untuk mengubah, tetapi mengingatkan. Bukan sebagai superior yang tanpa celah kesalahan, tetapi sebagai insan yang diciptakan untuk menjaga apa yang sudah diamanahkan oleh Sang Pencipta. Tidak harus menunggu kita menjadi tokoh terkemuka untuk tampil menyampaikan mana yang benar dan bagian mana yang salah.

Tidak perlu juga merisaukan penilaian orang lain, seperti “sok alim”, “bukan kyai atau nyai kok, sok menyampaikan agama”, “sudahlah, serahkan urusan agama kepada yang berwenang”, mereka lupa bahwa Rasul telah menyampaikan dalam hadis yang singkatnya, “Jika ada kemungkaran, ubahlah dengan tangan (kekuasaan), lisan maupun hati (selemah-lemahnya Iman).” Kita sebagai umat Islam, seharusnya saling mengingatkan agar senantiasa selamat dari azab dunia hingga siksa kelak di akhirat.

Menata lingkungan artinya bukan sekadar mengatur lingkungan agar tidak rusak secara fisik. Akan tetapi, juga agar tercipta suasana yang tenang, damai, aman, mendukung produktivitas, bahkan bisa menjalankan kehidupan tanpa adanya rasa khawatir. Singkatnya bahwa agar kesehatan mentalmu terjaga dan senantiasa bahagia.

Jika dirimu sendirian untuk menata lingkungan sekitarmu, itu hanya akan meraih sebatas lingkup yang sangat kecil. Bahkan, bisa saja dirimu yang disalahkan karena bersuara berbeda dari kebanyakan orang. Seorang diri dari lingkungan yang luas dan beragam latar belakang akan sangat mudah dibungkam hingga penghapusan hidupnya.

Bahkan, berkelompok saja akan mudah diberangus jika sudah berhadapan dengan kekuatan negara. Misalnya saudar-saudara kita di Palestina, merka tidak hanya butuh kita seorang diri atau sekelompok kecil, tetapi kekuatan terbesar, yakni seluruh kaum muslim. Harusnya bersatu padu dengan landasan iman dan perintah pemimpin yang adil.

Kekuatan negara juga tidak akan membawa keselamatan selama menjadi pendukung atau bahkan menerapkan aturan dalam lingkungan hidup kita dengan hukum buatan manusia. Keterbatasan umat Islam tanpa kekuasaan, justru akan membuatnya bagaikan buih di lautan, tanpa arah yang jelas dan kebingungan. Tidak akan pernah berakhir penantian kemerdekaan yang hakiki.

Itu semua juga menjadi tidak mungkin selama kita termasuk dirimu hanyalah hidup sekadar untuk bertahan, bukan untuk memperjuangkan kebenaran (Islam). Satu-satunya penata lingkungan kehidupan dunia yang bersumber dari Allah Yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur, seharusnya diterapkan secara sempurna, bukan sekadar diambil sesuka hati bak prasmanan.

Hanya Dialah Yang Maha Mengetahui kebutuhan kita, mana yang harus kita lakukan dan sebaliknya, apa yang harus kita jauhi. Penataan hidup dari-Nya sudah pasti baik dan benar bagi kita. Jika masih ragu, tanyakanlah pada dirimu, “Ke mana diriku selama ini dengan keayakinanku sebagai muslim dan meyakini Islam sebagai agama yang pasti benar?”

Selain hidupmu, ternyata ada kehidupan orang lain. Jika dirimu selamat, maka pastikan diri mereka selamat. Sebagaimana Rasul kita menyeru seluruh umat manusia kepada Islam dan menyatukan mereka dalam tauhid dan ukhuah Islam. Berjuang menegakkan yang haq (Islam) demi terciptanya kestabilan kehidupan tanpa ancaman dari musuh-musuh Allah yang memuja kebebasan yang menihilkan batas agama.

Ada beberapa hal yang perlu dirimu pahami dalam menata lingkunganmu:

Pertama, identifikasi lingkunganmu. Tetapkan dengan teliti sekitarmu, pilah dan pilih tempat yang layak dirimu berinteraksi dengan orang lain. Tempat yang banyak membicarakan hal yang sia-sia atau bahkan yang merendahkan Islam, tidak harus kamu perhitungkan. Pastinya semua tempat tidak akan pernah selalu berisikan orang yang tanpa cela, tetapi pastikan tempat yang kamu tempati tidak seburuk lainnya. Jika tempatmu tidak menghargaimu, jaga jaraklah untuk membuatmu tetap waras tanpa drama. Temukan dirimu dalam keheningan dan kejernihan pikiran. Kamu butuh jeda untuk tenang dan butuh senyap untuk fokus pada tujuanmu.

Kedua, posisikan dirimu di setiap bagian lingkunganmu. Bertahanlah dengan bijak di beragam lingkungan yang seharusnya atau memang kamu pilih sendiri untuk kamu berada di dalamnya. Jika di rumah, posisikan dirimu sebagaimana peranmu, baik sebagai anak, orang tua, atau pasangan nikah. Tidak perlu menoleh dan bandingkan karena dirimu itu memulai, berproses, dan berakhir dengan pilihan langkahmu. Jika di lingkungan masyarakat dirimu adalah bagian dari kehidupan yang berbudaya dan punya hukum, maka pastikan dirimu tidak terpengaruh dengan kebiasaan dan aturan yang salah.

Hilangkan rasa “tidak enakan” atau memaksa diri ikut arus yang salah hanya demi menyesuaikan dengan mereka. Jika di lingkungan pendidikan, baik di sekolah atau di kampus, maka kamu harus tetap fokus untuk menuntut ilmu. Tidak perlu sibuk meniru gaya atau menunjukkan pesona karena lingkungan pendidikan adalah untuk membentuk kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan) yang benar. Dengan demikian, lingkungan yang baik saja tidak cukup untukmu, melainkan juga harus benar sesuai dengan Islam sebagai pilihanmu.

Ketiga, sesuaikan lingkunganmu. Dalam hal ini, tidak perlu kita mengubah lingkungan kita karena bukan bagian kita. Namun, teruslah berkontribusi untuk tetap mengarahkan lingkunganmu agar tetap dalam rel kebenaran. Usahamu bukan dinilai dari hasil, tetapi dari niat yang lurus dan prosesmu yang benar. Tidak perlu risau akan penilaian manusia yang menilai kecil amalmu. Ingatlah bahwa melakukan kebaikan di jalan yang benar, walau sekecil apa pun usahamu akan tetap bernilai di hadapan Allah.

“Jangan biarkan lingkunganmu merusak dirimu, tetapi arahkanlah agar tetap menjadikanmu manusia yang taat.”

“Teruslah melangkah di lingkunganmu, pastikan bahwa dirimu ada bukan untuk merusak, tetapi untuk mengadakan perbaikan.”

“Jika terasa berat menjalani hidup dengan lingkungan yang bertentangan dengan pemahamanmu, maka ingatlah bahwa ada Allah yang senantiasa melihatmu istikamah dalam memegang erat kebenaran.”

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 18

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *