Game Online, Antara Hiburan dan Inspirasi Kekerasan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Dalam Islam, penanaman akidah merupakan hal utama yang harus dilakukan orang tua kepada anak-anaknya. Alhasil, anak-anak akan menjadikan halal atau haram sebagai pijakan utama dalam perbuatannya. Selain itu, anak-anak pun diberikan pemahaman dalam memanfaatkan teknologi untuk hal positif, bukan sekadar hiburan.

CemerlangMedia.Com — Seorang ibu berinisial F (42) meninggal usai mendapat 26 luka tvsvk dari anaknya berinisial AL (12) di Kota Medan. Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak mengungkapkan bahwa pemicu terjadinya kasus tersebut lantaran pelaku kerap melihat korban melakukan kekerasan kepada kakaknya. Selain itu, pelaku pun merasa sakit hati akibat game online-nya dihapus oleh korban. Kasus tersebut terjadi pada Rabu (10-12-2025) pukul 04.00 WIB (29-12-2025)

Kasus kekerasan yang dilakukan anak-anak akibat game online menjadi alarm keras bagi para orang tua. Game online yang dianggap sebatas hiburan, nyatanya mengandung unsur kekerasan yang bisa menjadi inspirasi kejahatan.

Ini terjadi akibat penerapan kapitalisme yang menjadikan materi sebagai tujuan utama sehingga platform digital berorientasi pada keuntungan cuan semata. Mereka membuat berbagai macam game online agar bisa menarik perhatian anak-anak tanpa peduli dampak negatif dari game tersebut.

Di sisi lain, lemahnya peran orang tua dalam menanamkan akidah pada anak membuat anak berbuat semaunya. Ini dikarenakan sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga anak-anak tidak menjadikan standar halal atau haram sebagai landasan utama dalam perbuatannya.

Sementara itu, minimnya peran negara dalam melindungi generasi penerus membuat anak-anak mudah mengakses konten-konten negatif. Hal ini dikarenakan negara masih setengah hati dalam memberantas platform digital yang dapat merusak pemikiran generasi penerus.

Berbeda dengan sistem Islam yang memiliki seperangkat aturan dalam melindungi generasi penerus. Dalam Islam, penanaman akidah merupakan hal utama yang harus dilakukan orang tua kepada anak-anaknya. Alhasil, anak-anak akan menjadikan halal atau haram sebagai pijakan utama dalam perbuatannya. Selain itu, anak-anak pun diberikan pemahaman dalam memanfaatkan teknologi untuk hal positif, bukan sekadar hiburan.

Di sisi lain, negara dalam sistem Islam berperan melindungi generasi penerus dengan cara menutup konten-konten negatif yang bisa merusak pemikiran. Selain itu, negara memberikan sanksi tegas bagi platform digital yang membuat konten negatif.

Sistem pendidikan pun disusun negara berlandaskan akidah Islam agar pendidikan mampu mencetak generasi penerus yang memiliki akidah kuat, berilmu, serta memiliki kepribadian Islam. Negara pun mendorong masyarakat melaksanakan amar makruf nahi mungkar agar suasana islami bisa tercipta di tengah masyarakat. Inilah tanggung jawab negara dalam melindungi generasi penerus, sebagaimana hadis Rasulullah saw.,

“Imam/Khalifah itu laksana penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab atas gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, sudah saatnya menerapkan sistem Islam secara menyeluruh (kafah) agar generasi penerus bisa terlindungi dari berbagai kerusakan. Wallahua’lam bisshawab.

Neni Nurlaelasari
Bekasi, Jawa Barat [CM/Na]

Views: 22

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *