Oleh: Sri Wahyuni
CemerlangMedia.Com — PUISI
Memandang dengan sebuah keniscayaan
Sulit dijangkau sanubari ‘tuk melawan
Serangkaian kata muna tersampaikan
Relung pahit akan perbuatan
Padamu musuh yang tak terlihat
Akal dan telinga terus terpikat
Sekejap pun terkadang sulit
‘Tuk menengok kebaikan yang memikat
Kau tutupi setiap cahayanya
Dengan warna-warni yang membara
Cahaya Tuhan jelas adalah kebenaran
Namun, rayuan kadang kemenangannya
Musuh yang tersembunyi, tetapi nyata
Terus menggerus iman dalam dada
Mengusiknya melalui berbagai cara
Membiarkannya terkabung dalam lara
Katakan dengan bangga
Bahwa setiap jiwa bisa bersih
Bisa kembali pada kasih
Tuhan yang tak terhingga
Oh Tuhan, tegur jiwa yang lemah ini
Engkaulah pemilik setiap hati
Engkau yang memegang atas kendali
Setiap insan yang mau kembali [CM/NA]
Views: 38






















