Oleh: Anis Fitriatul Jannah, S.Pd.
CemerlangMedia.Com — Aksi umat tidak pernah berhenti sampai kebiadaban itulah yang terhenti. Kali ini, aksi damai bela P4lestina berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Aksi ‘long march‘ ini sebagai bentuk dukungan dan pembelaan umat Islam kepada rakyat P4lestina atas kekejian serangan militer Isra3l (2-6-2024).
Aksi ini berlangsung dengan aman, damai, dan tertib dari awal hingga akhir. Di awal long march, para peserta aksi berjejer rapi, lengkap dengan membawa liwa rayah yang nanti di sepanjang perjalanan akan dikibarkan sebagai wasilah untuk mengetahui bahwa liwa rayah adalah bendera Rasulullah, bukan milik ormas tertentu.
Selain itu, peserta aksi juga menyerukan slogan “armies to Aqsa” alias kirimkan tentara ke Aqsa. Umat mendesak pemerintah untuk melakukan hal tersebut sebagai upaya penyelesaian konflik P4lestina. Long march pun diakhiri dengan orasi yang menggetarkan hati para pendengarnya.
Selaras dengan yang disampaikan, peserta aksi mendengarkan penuh khidmat hingga ikut merasakan kondisi saudaranya di Gaza, P4lestina. Cuaca terik tidak menghalangi semangat kaum muslimin untuk tetap berjuang. Allahu Akbar!
Inilah sejatinya gambaran saudara, ikut merasakan sakit di saat saudaranya juga sakit dan tidak akan tinggal diam selama kesengsaraan dan kebiadaban mendera mereka. Namun sayangnya, ikatan persaudaraan ini dibatasi oleh tembok tebal nasionalisme. Sebuah paham batil yang diciptakan barat untuk meracuni pemikiran kaum muslimin. Alhasil, ada sebagian masyarakat yang tidak mau ikut campur urusan P4lestina karena menganggap bukan urusan negaranya. Miris!
Paham nasionalisme telah membuat tubuh umat Islam tercabik-cabik. Negeri kaum muslimin terkotak-kotak dan tidak memiliki kekuatan yang berharga sehingga mudah dicaplok oleh negara asing/barat.
Apabila kita mau menilik sejarah lebih jauh, ternyata konflik yang berkepanjangan ini tidak lepas dari dampak runtuhnya perisai kaum muslimin, yakni Daulah Khil4f4h. Ya, sejak runtuhnya Khil4f4h yang terakhir, yakni Turki Utsmaniyah, kaum muslimin ibarat anak ayam kehilangan induknya. Ibarat singa yang tidak bertaring. Tidak lagi disegani oleh Barat. Sebaliknya, diinjak-injak kehormatannya sebagaimana yang terjadi di Gaza, P4lestina. Peristiwa ini merupakan tragedi yang memilukan bagi sejarah kaum muslimin sepanjang abad.
Namun, kaum muslimin masih tidak kehilangan harapan karena Rasulullah telah memberikan bisyarah (kabar bahagia) bahwa kaum muslimin akan memimpin dunia dengan tegaknya kembali Daulah Khil4f4h ‘ala minhaj an-nubuwwah di akhir zaman. Dengan tegaknya Khil4f4h ini, maka kehormatan kaum muslimin dan kedigdayaannya akan kembali.
Hal ini menjadi PR bersama bagi kaum muslimin. Bila Rasulullah telah mengabarkan bahwa Islam akan dimenangkan, lalu apa kontribusi kita dalam meraih kemenangan tersebut? Tentunya menjadi pemain (penolong agama Allah) adalah sebuah pilihan.
Daulah Khil4f4h adalah sebuah peradaban besar, maka kita tidak bisa berjuang sendiri-sendiri. Kita harus meleburkan diri ke dalam jemaah dakwah yang sahih, yakni sebuah jemaah dengan metode dakwah yang mengikuti Rasulullah. Cari dan temukan! Bila sudah bertemu, maka bertahanlah! Karena sesungguhnya, Rasulullah tidak pernah berbohong dan janji Allah itu pasti! [CM/NA]
Views: 50






















