Tapera Bikin Sengsara

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Tapera atau Tabungan Perumahan Rakyat dibungkus indah oleh pemerintah untuk rakyatnya. Walaupun demikian, polemik Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2024 perihal pelaksanaan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera menuai penolakan serempak. Tidak hanya buruh, pengusaha pun menolak pemotongan gaji pekerja sebesar 2,5% dan 0,5% dari perusahaan guna membantu pembiayaan pembelian rumah. Hal ini dinilai sebagai beban tambahan, yakni gaji rakyat akan dipangkas untuk iuran tersebut (29-05-2024).

Bagi pekerja, potongan gaji ini tentu menyengsarakan, apalagi mereka dengan gaji UMR, potongan 3% makin memperkecil nominal gaji yang diterima. Belum lagi potongan untuk beberapa program, seperti pajak penghasilan, jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan BPJS kesehatan, dan ditambah lagi iuran Tapera.

Jika negara berniat agar masyarakat menabung untuk memenuhi kebutuhan akan rumah, bukan hanya besaran iuran saja yang dibeberkan. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikritisi, yakni bentuk bangunan rumah, lokasi, jarak ke tempat kerja, dan lain-lain. Akan tetapi, apakah hal tersebut sudah disampaikan secara gamblang? Nyatanya, pemerintah tidak menjelaskan apa keuntungan pasti yang akan rakyat dapatkan melalui kebijakan ini.

Tapera merupakan bukti negara tidak mempunyai politik penyediaan rumah bagi rakyatnya. Tapera bukanlah solusi agar rakyat segera memiliki tempat tinggal. Rakyat yang sudah pontang-panting memenuhi kebutuhan hidup yang kian mahal, negara justru main sunat gaji yang tidak seberapa.

Penderitaan kian bertumpuk dengan disusul biaya hidup untuk kesehatan, pendidikan, pemenuhan sandang dan pangan yang kian melonjak. Berharap pemangku kebijakan mengeluarkan aturan untuk kesejahteraan rakyat, justru kesusahan yang didapat. Itulah kerugian dari penerapan sistem kapitalisme yang telah gagal mengurusi rakyatnya, tetapi berhasil memakmurkan para petinggi.

Dalam Islam, tugas seorang pemimpin tidaklah semata-mata memimpin. Akan tetapi, seorang pemimpin harus memberikan kenyamanan bagi rakyatnya dalam perkara kebutuhan papan juga. Jangan sampai kebijakan yang ditujukan untuk rakyatnya hanya menambah beban penderitaan saja, sebagai mana sabda Nabi Muhammad saw. dalam riwayat Muslim.

Dari Aisyah ra. berkata, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Ya Allah, barang siapa yang mengurusi urusan umatku, lantas ia membuat susah mereka, maka susahkanlah ia. Dan barang siapa yang mengurusi urusan umatku, lantas ia mengasihi mereka, maka kasihilah ia.”

Oleh karenanya, negara akan memberikan kemudahan membangun perumahan rakyat dengan harga murah dan terjangkau. Islam menjadikan rumah sebagai kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh negara sebagai bentuk kepengurusan terhadap rakyatnya.

Pemenuhan kebutuhan rakyat terselenggara dengan tepat dan benar ketika negara bertanggung jawab, tanpa harus memungut iuran wajib. Sebagai sistem yang syamil (menyeluruh) dan kamil (sempurna), Islam memiliki mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut. Wallahu a’lam bisshawwab.

Heny Era
Bekasi [CM/NA]

Views: 68

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *