Seremonial Hari Anak di Tengah Problematika Anak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

 

CemerlangMedia.Com — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang ke-40 pada tahun ini mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Peringatan ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi problematika anak di negeri ini (23-7-2024).

Selain itu, peringatan HAN diharapkan membawa perubahan bagi dunia anak sehingga mampu mewujudkan perlindungan anak serta memberikan solusi yang tepat atas permasalahan anak. Sayangnya, peringatan ini tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Sebab pada faktanya, masih banyak kasus kejahatan yang dilakukan oleh anak, baik menjadi pelaku maupun korban, seperti pada kasus judol, pinjol, bundir, stunting, putus sekolah, tawuran, dan pergaulan bebas.

Peringatan HAN yang diperingati dari tahun ke tahun tampaknya tidak mampu mewujudkan perubahan yang bermakna. Pasalnya, problematika anak belum mampu teratasi. Malah makin bertambah, seperti banyaknya anak yang menjadi pelaku kejahatan dan korban kekerasan. Begitupun stunting, masih genting dan belum teratasi.

Peringatan hari anak yang dilakukan pemerintah bukanlah solusi bagi problematika anak karena upaya yang dilakukan tidak mampu menyentuh akar permasalahannya. Peran keluarga dalam mendidik anak makin lemah disebabkan sistem sekularisme. Sistem tersebut telah menggeser peran dan fungsi utama keluarga.

Sistem kapitalisme telah merusak akal dan mematikan hati nurani sehingga tidak ada lagi rumahku surgaku. Sistem ini juga merusak fungsi keluarga yang semestinya bertanggung jawab dan saling melindungi berubah menjadi keluarga yang individualis.

Tujuan keluarga hanya untuk memenuhi materi semata dan bebas tanpa aturan. Anak tidak lagi dipandang sebagai amanah Allah yang harus dijaga fitrahnya dan dijauhkan dari siksa api neraka, melainkan hanya sebatas tanggungan semata, tanpa terikat dengan aturan agama. Alhasil, lahirlah anak-anak yang berprilaku bebas dan hedonis. Tentunya, keluarga seperti ini merupakan buah kebijakan negara yang menerapkan sekularisme.

Ditambah lagi dengan sistem pendidikan hari ini yang membentuk generasi sekuler sehingga mereka jauh dari agama. Cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi minim keimanan. Alhasil, lahirlah anak-anak yang berperilaku bebas.

Selain itu, sistem ekonomi kapitalisme juga gagal menciptakan keluarga yang sejahtera. Peran ibu yang seharusnya mengurus dan menjaga keselamatan anak, terpaksa keluar rumah untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan keluarga sehingga anak tidak terdidik dan terurus.

Negara sebagai pelayan rakyat seharusnya memberikan jaminan keamanan bagi anak-anak dalam semua aspek, baik pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan keamanannya. Sayangnya, pada sistem saat ini, semua itu tidak dapat diwujudkan. Ini seolah menunjukkan bahwa peringatan hari anak pun, nyatanya tidak menjadi solusi dan hanya sekadar seremonial belaka.

Islam memandang pentingnya keberadaan anak sebagai generasi penerus peradaban. Generasi inilah yang menjadi tumpuan, harapan, serta mampu memimpin dunia.Tentunya, generasi ini dilahirkan dari keluarga islami, masyarakat islami, dan negara yang menerapkan hukum Islam. Sinergi ketiga pilar ini yang mampu menjamin pemenuhan kebutuhan anak dan mewujudkan keamanan.

Dengan demikian, mewujudkan jaminan kesehatan, pendidikan, dan keamanan anak diperlukan sebuah negara yang menerapkan Islam secara totalitas dalam setiap aspek kehidupan. Sistem bernegara yang aturannya berdasarkan wahyu dari Allah Swt., yakni Khil4f4h Islamiah.

Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat [CM/NA]

Views: 48

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *