Antara Nyata dan Khayalan (Between Real and Imaginary)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Nila Saadah Al Karomah
(Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan)

CemerlangMedia.Com — Di tengah sinar bulan yang menerangi dan mewarnai malam dengan taburan bintang yang bercahaya, terlihat gadis dengan pakaian lusuh duduk merenungkan nasibnya. Ia adalah Shyreen.

Shyreen merupakan siswi SMA Bina Bangsa. Di sekolah, ia selalu di-bully oleh teman-temannya. Ia tidak memiliki teman, keluarganya hancur. Ia merasa, dunia sangat tidak adil terhadapnya.

Di bawah langit malam, Shyreen duduk menangis sendirian. Tidak tau apa yang harus ia lakukan agar semuanya kembali seperti semula.

Dahulu, Shyreen mempunyai banyak teman dan keluarga cemara, tetapi sekarang harus hidup mandiri karena orang tuanya berpisah. Sementara Shyreen ikut ibunya.

Ibunya bekerja banting tulang untuk menyekolahkannya, tetapi Shyreen merasa belum cukup untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Kini, ia kembali menangis menatap langit dengan penuh harapan, sambil berdoa, “Ya Allah, tolong kembalikan keadaanku yang dahulu.” Air mata keluar membasahi pipinya.

Tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara masa lalu. Shyreen mempunyai banyak teman serta canda tawa yang sangat mengusik telinga. Shyreen mencari asal suara tersebut. Ia mendapati sebuah cahaya, lalu memberanikan diri untuk masuk.

Alangkah terkejutnya Shyreen, ternyata apa yang dipikirkannya terlihat jelas di depan matanya.

“Ha… hah…! Emang bener, apa yang aku lihat ini?” Tanyanya seraya mengusap kedua mata tidak percaya.

“Shyreen, ayo kita bermain ayunan!” ucap Cheryl, teman baiknya. Ia pun bermain dengan teman-temannya.

Tidak lama kemudia, ia mendengar ayah dan ibunya memanggil, “Shyreen… Shyreen! Ke sini, Nak, kita makan!” ajak kedua orang tuanya bersamaan.

Shyreen pun menghampiri ayah dan ibunya yang sudah menyiapkan makanan di atas tikar yang sudah diampar. Dia duduk manis, siap berdoa dan menyantap makanan.

“Shyreen, buka mulutnya, aaa…!”Ujar ibunya seraya hendak menyuapinya dengan sesendok nasi dan lauk ayam goreng. Shyreen membuka mulutnya, satu sendok nasi masuk ke dalam mulutnya.

Ayam goreng adalah makanan kesukaan Shyreen sejak ia kecil. Ibunya tidak lupa memasak ayam goreng untuk sarapan, piknik, dan makan malam.

“Shyreen, habis makan, kita ke kebun binatang, yuk! Udah lama kita tidak tamasya,” ajak sang ayah kepada Shyreen.

Wah, mau dong! Ayuk, Yah, Bu, udah lama aku tidak melihat hewan-hewan langka,” sahut Shyreen penuh semangat.

Selesai makan, mereka berangkat mengunjungi kebun binatang. Shyreen sangat merasa senang setelah satu bulan merasa kesepian. Ia merasa, dunia hanya untuknya.

Hari ini, ia merasa sangat bahagia. “Terima kasih, Ya Allah, atas karunia-Mu ini,” syukurnya dalam hati.

Sesampainya di kebun binatang. Shyreen dan kedua orang tuanya berjalan-jalan menelusuri area kebun binatang sambil melihat kanan dan kiri yang dipenuhi oleh hewan langka.

Mata Shyreen tertuju pada kucing yang amat lucu dan imut.”Ayah, Ibu, coba lihat kucing itu, gemas sekali!” Ucap Shyreen sambil menunjuk kucing.

Wah, iya, ayo kita ke sana!” jawab sang ibu.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.05 WIB, Shyreen dan kedua orang tuanya bersiap-siap untuk pulang.

Sesampai di rumah, Shyreen mandi dan berganti pakaian. Ia meraih ponselnya dan mulai asyik dengan benda gepeng itu.

“Shyreen, Shyreen, ke sini, Nak! Ayo, kita makan malam!” teriak ibu.

“Sebentar, Bu,” jawab Shyreen.

“Jangan main ponsel terus. Nanti keburu dingin nasinya,” teriak ibunya lagi.

“Iya, Bu,” jawabnya. Dengan perasaan malas, ia keluar kamar menuju ruang makan.

Setelah selesai makan malam, Shyreen lanjut ke kamar dan ingin bermain ponselnya lagi. Lagi-lagi ibunya berteriak, “Shyreen, belajar!”

“Iya, Bu.” Jawabnya sambil mengambil beberapa buku pelajaran besok dan setangkai pulpen. Ia pun belajar hingga pukul 20.30.

Setelah belajar, Shyreen memasang alarm, mematikan lampu, dan bergegas naik ke ranjang.

**
Shyreen terbangun karena mendengar suara alarm. Alangkah terkejutnya ia sampai jatuh dari ranjang saat melihat arah jarum jam.

“Hah! Sudah pukul 06.37 pagi, gimana aku mau sekolah?” tanya dalam hati.

Shyreen mengambil handuk dan buru-buru ke kamar mandi.

“Baru bangun?” Tanya ibunya sambil menyiapkankan sarapan.

“Kok, Ibu gak bangunin aku, sih, kan aku jadi kesiangan. Gimana aku mau sekolah?” jawab Shyreen sedikit kesal.

“Kamu mau sekolah di mana? Inikan Ahad,” ucap ibu.

Huh! Aku kira ini masih Sabtu.”

Hari-hari berlalu. Tidak terasa, sudah Jumat. Malam pun tiba. Setelah Shyreen makan malam, ia pun belajar, tetapi ia tertidur di meja belajarnya.

Keesokan harinya. Ia terbangun karena ada yang memanggilnya. “Shyreen, bangun! Mengapa kamu tidur di situ? Ayo masuk, nanti masuk angin!” perintah ibunya dari jendela.

Ia terkejut, ternyata itu semua hanyalah khayalan.”Kenapa aku bisa tertidur di sini ya?” gumamnya dalam hati. [CM/NA]

Views: 15

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *