Langkah Kecil Baim

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Nur Rahmawati
Chief Editor CemerlangMedia.Com

CemerlangMedia.Com — Baim berdiri ragu di depan toko sepatu kecil di pinggir pasar. Remaja berusia 14 tahun dengan rambut pendek ikal kecoklatan menatap sendu penuh harap untuk bisa mendapatkan sepasang benda yang kini menjadi mimpi besarnya. Sekilas, tempat itu terlihat biasa saja dengan rak kayu penuh sepatu berjejer rapi. Akan tetapi bagi Baim, toko itu lebih dari sekadar tempat belanja. Itu adalah gerbang menuju impiannya.

Sejak kecil, Baim selalu bercita-cita menjadi pemain bola profesional. Namun, sepatu lusuh yang dia pakai setiap hari terasa seperti penghalang besar. Sepatu itu, dengan sol yang sudah robek dan tali yang terlalu pendek, sering membuatnya terpeleset saat bermain di lapangan berkerikil. “Bagaimana aku bisa menjadi pemain hebat jika sepatuku saja tidak bisa menopang langkahku?” pikirnya berkali-kali.

Sore itu ia menggenggam erat uang yang sudah ia kumpulkan selama tiga bulan terakhir. Uang itu berasal dari hasil membantu ibunya menjual gorengan dan memulung botol plastik sepulang sekolah. Ia tahu jumlahnya pas-pasan, tetapi ia berharap ada sepasang sepatu yang cukup murah untuknya.

“Masuk, Nak!” sapa pemilik toko, seorang pria tua dengan senyum hangat yang membuat Baim merasa sedikit lebih nyaman.

“Pak, saya ingin membeli sepatu bola.” Ucap Baim pelan sambil mengeluarkan lembaran uang kumal dari sakunya.

Pria tua itu mengangguk dan mulai mengeluarkan beberapa sepatu dari rak. Namun, makin Baim melihat label harga, makin kecil harapannya. Semuanya terlalu mahal. Dia menelan ludah dan mencoba menyembunyikan rasa kecewanya.

Melihat ekspresi itu, pria tua itu tersenyum. “Tunggu sebentar, ya.”

Ia masuk ke ruang belakang dan kembali dengan sepasang sepatu berwarna hitam. Meski tampak sederhana, sepatu itu masih terlihat kokoh. “Sepatu ini stok lama. Mungkin ini cocok untukmu.” Katanya sambil menyerahkan sepatu itu ke tangan Baim.

Baim mencoba sepatu itu dengan tangan gemetar. Ukurannya pas, seperti dibuat untuknya. “Berapa harganya, Pak?” tanyanya, takut mendengar jawaban bapak pemilik toko.

Pria tua itu menatapnya sejenak, lalu berkata, “Untukmu, cukup uang yang kamu bawa.”

Baim tertegun. Ia tahu sepatu itu pasti lebih mahal dari uang yang ia punya. Tetapi tatapan pria tua itu penuh ketulusan, seakan memahami perjuangan Baim tanpa perlu kata-kata panjang.

“Terima kasih, Pak. Terima kasih banyak.” Ucap Baim berkali-kali sambil membungkukkan badan.

Saat melangkah keluar dari toko, Baim merasa ada yang berubah dalam dirinya. Bukan hanya karena ia sekarang memiliki sepatu baru, tetapi juga karena ia merasakan kekuatan dari kebaikan seseorang.

Dengan sepatu itu, Baim berlari lebih kencang, melompat lebih tinggi, dan berlatih lebih keras. Ia mengikuti turnamen lokal, lalu turnamen antar kecamatan. Semua orang mulai mengenal namanya. Tahun demi tahun berlalu dan akhirnya Baim mendapat panggilan dari salah satu klub sepak bola besar di Jakarta.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah. Setiap kali ia kembali ke kampung halamannya, ia selalu mampir ke toko kecil itu. Kini wajah pria tua itu makin keriput, tetapi tetap menyunggingkan senyum hangat.

“Pak, sepatu ini masih membawa saya ke banyak tempat.” Kata Baim suatu hari sambil menunjukkan sepatu hitam yang ia simpan sebagai kenangan.

Pria tua itu hanya tertawa kecil. “Langkah kecilmu waktu itu sudah cukup untuk memulai perjalanan panjangmu.”

Baim tersenyum, menyadari bahwa bukan sepatu itu yang benar-benar membuatnya berhasil, melainkan semangat, kerja keras, dan kebaikan yang pernah ia terima di suatu sore yang sederhana. [CM/NA]

Views: 36

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *