Oleh: Nur Rahmawati
Chief Editor CemerlangMedia.Com
CemerlangMedia.Com, CERNAK — Di tepian pantai Ulee Lheue, Banda Aceh berkumpul para nelayan yang telah pulang dari melaut. Suasana riuh seperti biasa terdengar dari para pengunjung dan nelayan. Pemandangan ini sering dinikmati oleh Dika, anak berusia 10 tahun dengan postur sedang dan berkulit sawo matang. Dika kerap dibawa ayahnya untuk mendatangi pantai tersebut jika nelayan mendarat. Selain mengenalkan aktivitas ayahnya sebagai Panglima Laot, juga sebagai ajang refreshing bagi Dika.
Dika meminta izin pada ayahnya untuk melihat-lihat sekitaran pantai. Setelah mendapat izin ayahnya, Dika pun mulai bergerilya menikmati pemandangan di pantai.
“Aduh!” Sambil meraba kaki yang terinjak bintang laut.
“Ya Allah, banyak sekali ikan mati dan binatang laut lainnya!” gerutu Dika pada keadaan yang dia lihat saat ini.
Lantas, terbesit dalam pikiran Dika untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Melihat keadaan sekitar, ada sebagian nelayan tampak bahagia, tetapi ada juga yang murung karena hasil tangkapan tak sesuai keinginan.
Di tengah percakapan mereka, ada yang tidak suka cara mereka menangkap ikan dengan menggunakan bom ikan. Hal ini tidak sengaja didengar oleh Dika.
“Pantas, mereka banyak hasilnya. Mereka menggunakan bom ikan untuk menangkap ikan,” ucap salah seorang nelayan, diketahui hasil tangkapannya sedikit.
Dika yang tidak sengaja mendengar percakapan itu, lantas menghentikan langkah mereka.
****
“Ayah…!” Panggil Dika dengan melambaikan tangan dan berlari kecil. Setelah sampai di dekat ayahnya, Dika langsung mengajukan keinginannya.
“Yah, esok Dika ikut lagi, ya, ke sini! Ada yang ingin Dika selidiki,” ucapnya dengan serius.
“Hahaha, anak Ayah mau menyelidiki apa, nih? Apa ada masalah hari ini?” Tanya ayah sambil mengelus kepala anaknya.
“Nanti setelah selesai Dika selidiki, baru Dika ceritakan dan serahkan ke Ayah,” jawab Dika.
“Wah, sepertinya serius, nih! Baiklah. Yuk, kita pulang.” Sambil memeluk bahu Dika.
****
Dika sudah siap dengan perlengkapan penyelidikannya demi mencari bukti siapa pengguna bom ikan.
“Handphone sudah, buku saku sudah, perekam suara sudah, dan kamera kecil juga sudah. Alhamdulillah, sudah lengkap!” Ucap Dika pada dirinya sambil mengecek peralatan.
“Oh, ya, aku harus telepon Riko!” lanjut Dika. Riko adalah sahabat Dika yang selalu dia ajak untuk melakukan berbagai hal, seperti mencari tahu hal-hal yang tidak beres. Jadi, mereka seperti detektif cilik yang pemberani.
Sesampainya di lokasi, Dika dan Riko langsung pamit pada ayah Dika.
“Jadi, kita mulai dari mana nih, Dik?” tanya Riko.
“Kita foto dulu, ikan dan binatang laut yang mati dan terdampar untuk dijadikan barang bukti,” jawab Dika.
“Oke! Kalau itu, biar aku aja yang mengerjakan, kamu fokus yang lain. Nanti kita ketemu di sini lagi, ya!” seru Riko. Dika pun mengangguk setuju.
****
Setelah melakukan penyelidikan, banyak bukti yang mereka foto dan dirasa cukup untuk diberikan kepada ayah Dika.
“Baik, ini cukup untuk kita serahkan kepada ayahku!” seru Dika.
Akhirnya, mereka pun menemui ayah Dika yang berada di tepian pantai sedang mengobrol dengan para nelayan. Dika memberanikan diri untuk menceritakan apa yang telah terjadi beserta bukti yang didapat. Tentu hal ini membuat geram ayah Dika. Orang yang menggunakan bom ikan pun meminta maaf.
“Maaf, Bapak, secara pribadi saya memaafkan, tetapi aturan adat Pulo Aceh tetap harus dijalankan!” jelas ayah Dika.
Dika yang berada di samping ayahnya terus melihat bagaimana cara ayahnya menyelesaikan persoalan yang terjadi pada nelayan tentang menangkap ikan. Dika kagum pada ayahnya, terbesit dalam hati ingin menjadi seperti ayahnya, menjadi Panglima Laot masa depan.
“Ayah tadi hebat! Dika suka melihat cara Ayah menyelesaikan masalah.” Sambil tersenyum bangga pada ayahnya.
“Anak Ayah juga hebat! Suka penasaran dan pengen tau banyak hal. Penyelidikannya juga keren. Wah, anak Ayah calon Panglima Laot masa depan, nih!” Sembari mengelus kepala Dika dan berlalu dari tempat itu.
Dika kemudian menghampiri Riko sahabatnya untuk mengucapkan terima kasih atas kerja samanya yang sukses. [CM/NA]
Views: 24






















