Dua Nikmat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Fila KA

CemerlangMedia.Com — Allah memberikan banyak kenikmatan untuk manusia, bahkan tanpa kita meminta Dia tetap memberikannya. Sebagai ciptaan-Nya, kita hanya menikmati dengan penuh rasa syukur ataupun tanpa syukur karena terlampaunya nikmat tersebut sampai kita lupa siapa yang memberikan.

Khususnya pada dua nikmat yang sering sekali manusia lalai mengontrolnya. Padahal bisa jadi Allah memberi kenikmatan tersebut salah satunya untuk mempermudah diri beribadah kepadanya. Memang ya, sadar tidak, rasa bahagianya mendapat kenikmatan itu mudah pudar daripada ketika mendapat kesulitan. Kesulitan membuat banyak merenung, yang kemudian berakhir diratapi berhari-hari hingga membekas. Sedangkan kenikmatan, kadang kesenangannya berlangsung lebih singkat dan kurang membekas.

Aneh, padahal Allah adil dalam memberi kesulitan dan kebahagiaan, hanya saja yang lebih melekat justru kesulitannya. Manusia lebih banyak mengungkin ujian yang diberikan Allah dibanding membicarakan nikmat-Nya. Ada satu hadis yang akan kita bahas mengenai dua nikmat yang sering Allah berikan, tetapi juga sering kita sia-siakan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radiallahu ‘anhu, beliau adalah sepupu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan menjadi salah satu sahabat yang juga banyak meriwayatkan hadis. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

“نعمتان مغبون فيهما كثر من الناس: الصحة و الفراغ” [رواه البخاري].
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR Bukhari).

Maksud dari kata “manusia tertipu” adalah banyak dari kita ketika diberikan dua nikmat ini melalaikannya, bahkan tidak mensyukurinya dengan memanfaatkan nikmat tersebut. Padahal ketika seseorang sehat badannya, ia harus memanfaatkannya untuk bersemangat dalam menaati Allah. Apalagi ketika ia sehat dan diberikan waktu luang, bukankah berarti ada begitu banyak kebaikan yang bisa dilakukan?

Terkadang, ketika tidak diberi waktu luang, manusia mengeluh sibuk dan tidak sempat mengamalkan ibadah-ibadah sunah. Akan tetapi, ketika waktu luang itu telah datang padanya, ia justru lalai. Kalimat ini bahkan juga berlaku pada diriku yang masih suka membuang waktu luang dengan sia-sia dan menyesalinya ketika bertemu waktu sibuk.

Begitu juga ketika manusia diberi sakit, terkadang banyak aktivitas di hidupnya yang tidak bisa dilakukan dengan maksimal, maka ia berharap segera mendapat kesehatan. Padahal ketika sehat, ia lupa dengan yang memberikan sehat. Ia hanya sibuk dengan urusan dunianya, lupa untuk bersemangat dalam menjalani ketaatan pada-Nya.

Kata Imam Ibnu Jauzi, “Ketika dua nikmat ini datang pada manusia secara bersamaan, sungguh akan datang rasa malas pada dirinya dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu. Apalagi ketika seseorang memanfaatkan kedua nikmat itu untuk bermaksiat pada Allah, ia benar-benar dalam kelalaian.”

Allah katakan di Al-Qur’an, siang untuk bekerja dan malam untuk banyak beribadah. Maksdunya, Allah menyuruh kita untuk mampu mengatur waktu dengan sebaik mungkin. Kewajiban kepada Allah tidak boleh di nomor duakan dari kesibukan dunia. Karena di kehidupan ini, kemudahan dan keberkahannya ada di tangan Allah.

Maka ketika siang kita sibuk bekerja, luangkanlah sedikit waktu untuk tetap melaksanakan kewajiban kita sebagai hamba. Dan lebih-lebih ketika diberikan keluangan waktu, manfaatkan untuk taat kepada Allah dengan banyak cara. Bisa dengan memeprbanyak belajar agama, mengajak orang kepada kebaikan, mencegah manusia dari berbuat kemungkaran, dan banyak ibadah lain yang bisa kita kerjakan di waktu luang tersebut.

Seperti aku misalnya, sebagai pelajar, ketika mendapat waktu luang, bisa untuk membaca kembali pelajaran yang sudah kita dapat, mengajarkan orang lain dan membantu teman yang kesulitan dalam belajar.

Seorang ayah, ketika mendapat waktu luang, ia bisa membantu meringankan pekerjaan istrinya di rumah, menghibur anak-anaknya, dan mengajarkan agama kepada istri juga anaknya. Begitu juga dengan ibu, ketika ada waktu luang, manfaatkan untuk menyenangkan suaminya, mempercantik rumah dan dirinya.

Ibnu Mas’ud berkata, “Aku tidak suka orang yang menganggur, yang tidak punya amalan untuk menghidupi dunianya ataupun akhiratnya.”

Karena jelas, para sahabat Rasulullah tidak pernah menganggur. Mereka juga sibuk dengan berdagang untuk menghidup diri dan keluarganya, juga sibuk berdakwah untuk amalan akhiratnya. Bahkan, zaman itu masih banyak terjadi peperangan. Jadi, mereka bukan hanya sibuk untuk diri dan keluarganya, tetapi juga sibuk mengurusi keamanan negara.

Malu sekali untuk aku juga sebagai pelajar jika malas. Untu itu, di bab sebelumnya aku membahas mengenai satu amalan doa untuk kita terhindar dari rasa malas ini, sifat yang seharusnya jangan sering-sering dimiliki oleh seorang muslim. Bagaimana pemahaman Islam itu akan tersebar ketika umat Islam bermalas-malasan.

Dua nikmat yang ketika ia menyapa, bukan hanya untuk dibiarkan berlalu, tetapi perlu dimanfaatkan untuk memaksimalkan diri beribadah kepada Allah dengan banyak cara. Sekalipun itu bekerja, jika diniatkan untuk menafkahi keluarga, hal tersebut juga bagian dari ibadah. Atau belajar, mengajar, menolong orang yang tidak dikenal sekalipun, semua itu bernilai ibadah jika dijalani dengan ikhlas.

Semangat menanam pahala untuk dipanen kelak di akhirat.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 14

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *