# 30HMBCM
Penulis: Khadijah Azzahra
Bab 9 Upayaku Menjemput Jodoh
CemerlangMedia.Com — Di sebuah kamar yang berukuran sangat kecil, berisi satu ranjang dan lemari pakaian dan tumpukan buku-buku. Setiap sepertiga malam, Gina bangun dan mulai mengambil air wudu kemudian bergegas menggelar sajadahnya.
Setiap kali ia berdoa, air mata jatuh dan membasahi pipinya. Tangisannya pecah hingga membuat Gina ingin berteriak, tetapi ia sadar bahwa kondisi tengah malam yang sunyi, membuat Gina menahan suaranya agar tidak sampai didengar keluarganya.
Setiap malam ia berdoa di atas sajadah, berharap dapat mengetuk pintu langit. Gina berucap dalam doa, “Ya Allah, tolong ampuni aku dan bantu aku mendapatkan jodoh terbaik menurut-Mu.”
Penantian jodoh terus ada dalam pikiran dan hatinya. Gina berusaha memperbaiki diri dalam ucapan hingga tindakan dan tidak lupa selalu meminta doa kepada orang tuanya atas niatnya menikah.
Gina berusaha fokus dengan mengambil upaya mengikuti kelas yang membahas seputar jodoh hingga tahapan demi tahapan dilakukan untuk dapat segera menikah. Pagi itu, postingannya yang mengarahkan makna bahwa ia ingin menikah, dilihat oleh salah satu ustazahnya bernama Zainab.
Beliau mengirim pesan yang bertuliskan, “Aamiin.” Gina kegirangan mendapat tanggapan ‘aamiin’ yang berarti didoakan. Gina melakukan hal itu sebagai bentuk upaya mengumumkan niat ingin menikah.
Sore itu, terdengar suara telepon berdering dari ponselnya, ternyata dari Ustazah Zainab yang membuat heran. Deg-degan, tetapi bahagia dan penasaran. Dengan rasa penasaran tersebut segera diangkat panggilan telepon itu.
“Assalamualaikum, Mbak Gina,” kata Ustazah Zainab.
“Waalaikumsalam Ustazah,” jawab Gina singkat dan penasaran.
“Besok sore, bisa datang kerumah saya? Ini ada seorang ikhwan yang saya rasa cocok dengan Mbak Gina.” Ustazah Zainab mengatakan dengan nada bahagia dan sedikit ketawa yang menggelitik.
Gina merasa bahagia dan ikut tersenyum malu, sembari menjawab, “Besok sore belum bisa karena harus mengajar ngaji. Kemungkinan Ahad sore, saya bisa, Ustzah,” Gina mengajukan pengganti hari lain untuk bertemu.
“Baik, kalau begitu, Ahad sore, ya…” jawab ustzzah untuk memastikan kesepakatan dari obrolan itu.
Gina merasa sangat bahagia dan penasaran. Ia berharap bisa segera mengetahui biodata dari ikhwan itu melalui penjelasan Ustazah Zainab.
Segera Gina menyampaikan kabar gembira itu kepada umminya yang saat itu sedang memasak. “Alhamdulillah, Kak. Semoga niatmu ingin menikah dipermudah mendapat jodoh terbaik,” ucap ummi Gina dengan rasa syukur penuh bahagia.
Gina dan ummi belum menyampaikan hal ini kepada abinya dikarenakan Abi Gina sedang sakit sehabis operasi bagian tulang.
“Gina, kabar baik ini jangan dulu diberi tahu ke Abi. Sebab, kondisinya masih tukar biodata.” Ummi mengatakan hal itu, sebab begitu banyak pengalaman Gina ta’aruf, tetapi belum juga menemukan kecocokan di antara kedua belah pihak.
“Baik, Ummi. Lagian juga, aku belum tukar biodata. Jadi baiknya memang dirahasiakan dulu agar Abi tidak ikutan mikirin Gina dalam urusan ini.” Jawaban Gina seolah mengingatkannya pada kegagalan yang sering terjadi dalam proses perkenalan yang belum berujung khitbah hingga nikah.
Gina duduk di teras rumah sembari memikirkan ucapan umminya yang seolah membuatnya tidak boleh kegirangan dulu, meski sudah memulai proses membuka diri untuk menikah. Di tahun itu, tepat dua tahun setelah kegagalannya bertaaruf dengan seorang ikhwan. Dalam ta’aruf dua tahun lalu itu, ia sempat sedih karena ucapan dari kerabat sepupu yang tidak terima dengan penolakan Gina, sebab perbedaan prinsip.
Bagi Gina yang pernah terluka karena ucapan sepupunya, Andi, membuatnya belajar dan berusaha memaafkannya. Gina sudah benar-benar selesai dari semua urusan masa lalu terhadap kegagalannya ta’aruf. Bagi Gina, tahun ini waktunya mencoba membuka hati untuk menjemput calon suami. Begitu banyak bekal yang sudah Gina siapkan, mulai niat hingga mental.
Ahad sore, waktunya bertemu dengan Ustazah Zainab. Gina mencium tangan Ummi dan Abi yang sedang berada di ruang tamu.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 12






















