Bunga Kecantikan Abadi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Zakiah Ummu Faaza
Bab 3 Kamus Berjalan

CemerlangMedia.Com, NOVEL — “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas.” (HR At-Tirmidzi).

Kerlap-kerlip bintang terpajang hiasi angkasa penuh warna. Begitupun senyuman manis rembulan yang terang benderang, menambah kilauan malam yang mempesona. Semilir angin dingin silih berganti, hembusannya seolah berusaha untuk menyelinap masuk ke lubang jendela.

Detak jam dinding di sepertiga malam yang terpasang di atas meja kaca, terdengar begitu keras menambah khusuknya suasana. Namun seketika, ia menjerit-jerit untuk membangunkan setiap insan yang tertidur lelap dan terlena dalam mimpi indah untuk segera menghadap-Nya.

Seribu lantunan harapan yang dipanjatkan pada Rabb semesta alam, tak hentinya keluar dari mulut Bunga malam ini. Zikir terindah pun tak luput membasahi lidahnya sebagai bukti pengagungan kepada Pengatur jagat raya. Air matanya mengalir tak terbendung.

Malam ini adalah malam yang terindah bagi Bunga. Ia bisa bangun dan mengerjakan salat tahajud. Ia bisa berduaan, mencurahkan segala isi hatinya tanpa batas. Bunga yakin bahwa Allah Swt. Maha Mendengar dan Maha Melihat. Setiap perkataan dan perbuatan yang ia lakukan, baik yang tersembunyi ataupun terang-terangan akan dimintai pertanggungjawabannya.

“Astaghfirullah, ampuni aku ya Allah, aku akan bersungguh-sungguh ibadah kepadamu, aku tidak akan lalai lagi,” ucap Bunga sambil terisak menangis tersedu-sedu. Mendengar tangisan Bunga, ibu yang sedang merapikan alat salatnya bergegas menghampirinya. “Ada apa, Nak?” Kenapa kamu menangis tersedu-sedu?” Bukankah tadi kamu sedang nyenyak tidur?”

Bunga menarik napas panjang untuk menjawab pertanyaan dari ibu. Sebelum ia berbicara dan menjawab, ibu mengambil segelas air putih untuk ia minum.”Alhamdulillah, terima kasih, Bu,” ucap Bunga.”

“Bagaimana keadaanmu sekarang, apakah sudah merasa baikkan? Kalau begitu, Ibu ingin sekali dengar cerita, apa yang membuatmu menangis dengan seperti itu?” tanya ibu.

Bunga menceritakan kepada ibu tentang mimpi yang membuatnya menangis dan terbangun dari tidurnya. Bunga mengatakan kepada ibu bahwa mimpi tadi seperti tidak biasanya. Bunga bermimpi masuk ke dalam suatu ruangan yang penuh dengan api yang sangat panas. Ia tak bisa keluar dari tempat itu, bahkan api itu seolah mengejarnya ke manapun berlari.

“Bunga, coba ingat-ingat kembali aktivitasmu dari bangun tadi pagi hingga tidur kembali saat ini dan bermimpi buruk. Apakah tadi tidak berdoa sebelum tidur? Atau ada sesuatu perbuatan yang tidak disukai Allah? Atau ada ibadah wajib yang terlewati? Atau kamu berkata tidak baik kepada ayah dan ibu?” tanya ibu.

Bunga terdiam sejenak untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan ibu. Bunga terdiam sejenak dan fokus berpikir tentang aktivitasnya hari ini. “Astaghfirullahaladziim, Bunga mulai ingat, Bu. Bunga tadi belum salat Isya. Tadi Bunga langsung tertidur setelah mengerjakan pekerjaan sekolah. Biasanya, Bunga tidak pernah terlewat salat Isya. Apakah itu penyebabnya ya, Bu?”

“Wallahu a’lam bisshawab, Nak. Sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia, bukanlah lingkaran manusia untuk memecahkannya, yang penting saat ini kamu ingat sudah terlewat salat Isya. Artinya, mimpi tersebut bisa menjadi pengingat diri agar kita senantiasa mengingat Allah dan menjalankan perintahnya sekalipun akan menutup mata.”

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 12

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *