Bunga Kecantikan Abadi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Zakiah Ummu Faaza
Bab 4 Cahaya Kata

CemerlangMedia.Com, NOVEL — “Katakanlah yang benar meskipun itu pahit (berat untuk dikatakan).” (HR Ibnu Hibban, disahihkan oleh Al-Albani).

Sentuhan matahari pagi ini, menghangatkan seluruh isi bumi. Kehangatannya membangkitkan hati-hati yang terlena. Suasana cerah yang mampu menghadirkan milyaran semangat dan harapan. Setiap insan, pada momen ini akan mencoba mengayunkan langkah kecil agar mampu mengejar mimpi-mimpi yang bersinar terang.

“Melati, hari ini kamu terlihat berbeda seperti biasanya,” kata Bunga.”

“Beda apanya, kak?” jawab Melati.”

“Kamu tampak lebih rapi, wangi, dan merona wajahmu. Kamu juga kakak lihat memakai listik tipis, bukan? Bukankah itu punya Ibu? Ibu saja jarang memakainya. Kakak harap, kamu tetap menjadi Melati ya, yang alami tanpa polesan dan riasan wajah yang berlebihan,” kata Bunga.

Melati terus menatap wajahnya di depan cermin. Ia seperti dilema akan penampilannya hari ini. Ia ingin tampil modis seperti penampilan temannya yang kebanyakan mereka menggunakan make-up ke sekolah. Begitupun dengan kata-kata yang disampaikan Bunga kepadanya. Membuat ia tertegun dan berpikir sejenak. “Untuk apa aku melakukan ini?”

Kata-kata Bunga yang terus terngiang di pikiran Melati. Sebagai pelajar, sebaiknya, berpenampilan alami dan sewajarnya. Jangan selalu fomo dengan perilaku generasi saat ini. Berhias boleh-boleh saja, tetapi ada tempatnya. Muslimah memang dianjurkan berhias dan berpenampilan menarik, tetapi setelah ia menikah dan di hadapan suaminya saja.

“Wanita adalah perhiasan dan sebaik- baik perhiasan adalah wanita salihah.” Ia tidak berhias yang berlebihan, menghabiskan biaya yang tidak sedikit, bahkan untuk ditonjolkan di muka umum dan menarik perhatian lawan jenis, tentunya tidak dianjurkan dalam agama. Cukuplah perhiasanmu adalah akhlak sesuai syariat saja tanpa harus fomo,” kata Bunga.

Mendengar perkataan Bunga, Melati terdiam sejenak untuk berpikir. “Betul juga, ya. Bunga, wajahnya tampak berseri dan bercahaya walaupun tanpa make-up dari dulu hingga ia jadi guru. Bunga selalu dikelilingi teman yang menyayangi, menghormatinya, dan tidak menjadikannya terasing. Ia tetap bersosialisasi berinteraksi dan banyak teman.”

Melati bergegas melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, kemudian membersihkan wajahnya yang tampak dipenuhi make-up yang agak tebal dan mencolok. Kemudian Melati menggunakan bedak yang diberikan Bunga. Bedak tersebut khusus untuk kulit remaja karena warnanya juga lebih ke kulit anak-anak. Biasanya, Bunga membeli bedak tersebut di apotek sehingga lebih terjaga keamanannya.

“Begitu lebih cantik, Melati,” kata Bunga. “Insyaallah, dengan tampil sederhana sekalipun, kita akan tetap menawan jika hati dan akhlak kita juga cantik. Tentunya, cantik berdasarkan kacamata Islam, sesuai dengan pandangan Allah Swt. semata. Jadi, berhias sekalipun, tetap ada standarnya.”

“Dengan demikian, kita sebagai muslimah tidak akan sibuk mempercantik wajah, tetapi lupa ibadah dan akhlak yang sejatinya harus diutamakan. Tentunya setiap orang yang menyukaimu karena iman dan akhlak akan berbeda cara pandangnya. Ia akan melihat kehalihanmu dan ketaatanmu semata dan tidak akan melihat penampilanmu yang menarik dari fisik saja.”

Setelah mendengar ucapan kakaknya, Melati tiba-tiba memeluk erat Bunga dengan sepenuh hati. Ia mengucapkan terima kasih dan sangat senang memiliki kakak yang senantiasa menasihati dan mengingatkannya. Ia berpikir apa jadinya ia tanpa di sisinya seorang kakak yang selalu menemani dan mengingatkannya.

Tak terasa, mereka berbincang cukup lama. Kemudian setelah menghabiskan sarapannya, mereka pun bersiap untuk berangkat bersama-sama menuju tempat tujuan. Bunga mengajar ke sekolah dan Melati bersekolah. Mereka adalah adik kakak yang kompak dan mudah bekerjasama, walaupun terkadang ada sedikit perbedaan pendapat.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 10

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *